Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Kunjungan ke Semarang, Pemda Dinilai Pemborosan Anggaran

2
×

Kunjungan ke Semarang, Pemda Dinilai Pemborosan Anggaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SINJAI, POROSMAJU.com– Himpunan Mahasisa Islam (HMI) Cabang Sinjai menuding Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati, bersama Forkopimda dan beberapa OPD Sinjai dalam proses penanggulangan Banjir di Semarang tidak rasional.
Muh. Arfah Ketua bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Sinjai, mengatakan Kunjungan Kerja selama 3 Hari di Semarang menguras APBD.
Pasalnya, realisasi pembayaran uang harian dan uang representasi Kunjungan Kerja yang di gunakan Bupati, Forkopimda dan OPD salama di Semarang.
“Belajar menanggulangi Banjir tidak seharusnya berjamaah. Terlebih Kota Semrang,” kata Arfah, Senin (2/9/2019).
lalu terendam Banjir akibat Hujan yang mengguyur Ibukota Jawa Tengah itu selama 3 Jam.
“Jadi Kami (HMI) Sinjai menilai Kunker di Semarang hanyalah Pemborosan, Bayangkan saja, Kalau biaya perjalanan Dinas Bupati dan Forkopimda dan beberapa OPD lainnya,” ujarnya.
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sinjai, Andi Anis menambahkan, untuk belajar Penanggulangan banjir tidak mesti keluar Propinsi atau secara bejamaah, buat apa pemerintah Kabupaten Sinjai sudah menandatangani MoU dengan beberapa Universitas ternama untuk pembangunan Sinjai.
“Kenapa bukan dari tim ahli yang dari Universitas ternama yang sudah diajak kerjasama melalui MoU yang dihadirkan langsung di Sinjai untuk melihat medan atau situasi di Sinjai, belajar persolan penangan banjir tidak mesti harus diikutkan Forkopimda, kenapa bukan yang membidangi saja, apakah ada misi lain yang harus dibicarakan bersama Forkopimda disana? Jika seorang pimpinan mengunakan kacamatanya, pasti masih banyak yang lebih bermanfaat kegunaan angaran dibanding Kunker secara berjamaah diluar daerah,” kesalnya.
Dikonfirmasi awak media, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sinjai, Budiaman Mengatakan, Semarang dipilih sebagai Lokasi Kunjungan Kerja Penanggulangan Banjir dikarnakan adanya kesamaan Geografis dengan Kabupaten Sinjai dan keberhasilan Kota semarang menangani banjir pasca membangun kolam retensi.
“Jadi, Kota Semarang itu memiliki Geografis yang hampir sama dengan Sinjai. Bahkan Permukaan laut di Semarang lebih tinggi ketimbang permukaan dataran ibu Kota Semarang sehingga banjir Rob lebih rawan. Namun keberhasilan Kota Semarang membangun kolam retensi disamping waduk jati barang, sehingga Semarang bebas Banjir.Olehnya itu, nanntinya akan kita coba, melalui Dinas PUPR akan membangun kolam retensi untuk penampungan air disaat curah hujan tinggi, agar tidak ada lagi genangan air didalam kota yang diakibatkan Hujan dan Sistem Drainase yang kurang menunjang,” Ungkapnya,Senin,2/9/19.
Lanjut Mantan Kabag Humas itu katakan, Kunjungan kerja yang dilakukan Bupati,OPD, Kabid dan mengikut sertakan Forkopimda Sinjai ke Semarang, salah satu wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Sinjai akan keluhan Warga terkait Banjir,” Kunjungan kerja yang katanya diberjamaah itu, Sebenarnya salah satu bentuk kepdulian Pemerintah terhadap masyarakat,” Ke’ikut sertaan Forkopimda dalam Kunjungan kerja di Semarang, Sebenarnya salah satu Wujud kepedulian Forkopimda kepada Pemerintah untuk masyarakat, Sehingga apa yang dipelajari (Semarang) dan yang mau diterapkan di Sinjai, dapat dilihat langsung oleh, Forkopimda,OPD maupun Kabid,” Pungkasnya.
Sebelumnya,Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa melakukan kunjungan kerja penanganan banjir di Kota Semarang, Jawa tengah.
Kunker tersebut diiktui unsur Forkopimda, Dinas PUPR, Kominfo,BPBD dan Bappeda. Rombongan Bupati Sinjai disambut di Gedung Muh Ihsan Lantai 8 Balai Kota Semarang.
Melalui Humas Setdakab Sinjai Bupati Sinjai mengatakan, Semarang dipilih karena dianggap cukup sukses menanggulangi masalah banjir. Sesuai data dari BPBD, jika kondisi tanah di sekitar Lapangan Sinjai Bersatu ke RSUD Sinjai mirip cekungan. Bahkan kedalaman tanah didaerah itu sekitar 50-70 cm diatas permukaan laut.
“Sebelumnya telah kita diskusi dan rembukkan bersama pihak terkait termasuk Forkopimda, dan akhirnya kita pilih Semarang karea selain kondisi alamnya yang hampir sama dengan Sinjai dan juga sudah berhasil dalam
JUMARDI.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *