Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Merasa Dianaktirikan Oleh Pemerintah, Puluhan Warga Desa Swatani "Boikot" Tanami Pisang dan Kelapa di Jalan

1
×

Merasa Dianaktirikan Oleh Pemerintah, Puluhan Warga Desa Swatani "Boikot" Tanami Pisang dan Kelapa di Jalan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Merasa dianaktirikan, Masyarakat Desa Swatani terpaksa berkebun pisang dan kelapa di jalan sepanjang 2 km 

BULUKUMBA, POROSMAJU.COM– Puluhan warga Kacibo, Desa Swatani, Kecamatan Rilauale melakukan protes terhadap pemerintah kabupaten dan para anggota dewan Kabupaten Bulukumba dengan melakukan aksi penanaman pohon pisang dan kelapa di jalan sepanjang 2 KM, Jumat (30/11/2018).
Penanaman pohon pisang ini dilakukan karena kecewa terhadap Pemerintah Bulukumba, utamanya anggota dewan yang datang dari dapil Kecamatan Rilauale, yang tak bisa memperjuangkan kondisi jalanan yang sejak tahun 1992 belum disentuh renovasi oleh pemerintah.
Nasir, salah seorang tokoh masyarakat mengaku, kondisi jalan Warga Dusun Kacibo sudah puluhan tahun tak tersentuh oleh pemerintah. Bahkan untuk pengerasannya, menggunakan swadaya masyarakat yang bergotong royong memikul kerikil untuk menutupi beceknya jalan beberapa tahun silam.
“Jadi apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah, supaya pemerintah kita yang terhormat, pak Bupati bisa melihat kami di sini. Kami merasa dianaktirikan. Padahal di daerah kami adalah penghasil lada (merica) terbaik di Bulukumba,” Ujar Nasir.
Nasir menambahkan, saat musim kemarau jalan sepanjang kurang lebih 4 KM ini dipenuhi debu yang masuk ke dalam rumah warga. Saat musim penghujan, becek dan lubangnya dipenuhi air serupa kubangan kerbau.
“Kami sangat kesulitan untuk menjual hasil bumi kami lada. Karena kondisi jalan yang memprihatinkan,” Tambah Nasir.
Naim warga lainnya mengaku, warga tidak akan mencabut pohon pisang dijalan sampai ada kejelasan pemerintah mengenai perbaikan jalanan yang menghubungkan Pa”langisang Kecamatan Ujung Loe itu.
“Kami berharap, pemerintah turun tangan melihat kondisi kami, jangan ketika mau dipilih baru datang ketempat warga mbeeokan janji politiknya, buktikan sekarang,” Ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satri Yulianto yang dimintai tanggapan mengungkapkan, jika pihaknya segera minta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bulukumba untuk melakukan peninjauan demi melihat secara langsung kondisi jalan di Kacibo.
“Selama itu jalan kabupaten dan sudah masuk dalam musrembang pasti akan menjadi perhatian pemerintah. Hanya karena anggaran kita sangat terbatas maka pembangunan infrastruktur kita dilakukan secara bertahap,” Ujarnya.
Reporter: Imam
Redaksi : Jumardi.
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *