Mumbul, Mabuk-Melambung Malam Minggu Anak Muda Gowa

 Mumbul, Mabuk-Melambung Malam Minggu Anak Muda Gowa


POROSMAJU.COM- Konsumsi narkotika di kalangan remaja telah dimafhumi. Kita juga sudah tahu fakta bahwa di antara mereka ada yang mencuri demi mengakses zat adiktif yang harganya cukup mahal ini.
Akan tetapi, sepertinya benar. Bukan anak muda kalau tidak kreatif! Di Gowa, Sulawesi Selatan, contohnya. Di sana, Anak muda mengakses obat-obatan dengan zat adiktif yang harganya jauh lebih murah dari narkotika.
Obat-obatan yang bukan narkotika itu, mereka konsumsi dan kombinasi “secara kreatif”, tapi fatal,  untuk mendapatkan efek mabuk dan melayang (fly).
Sutriyani Fauzan dalam buku “Bukan Narkoba Bisa Berbahaya Produk Kimia, Aspirasi, dan Kehidupan Remaja (Pustaka Pelajar, 2017)” meneliti konsumsi zat adiktif pelajar-pelajar Gowa. Buku dengan Nurul Ilmi Idrus dan Pande Made Kutanegara sebagai editornya ini, menyajikan fakta menarik.
Sutriyani menyajikan bahwa saban malam minggu, pelajar-pelajar Gowa mengonsumsi obat-obatan seperti Tramadol, Somadril, Dextrometrophan, dan Trihexypenidyl. Konsumsi obat ini menjadi ritual yang dinamai ‘mumbul‘ oleh para pelajar, Sang konsumen dan partisipan.
‘Mumbul’ merupakan istilah yang terwariskan, semacam folklor tapi tentunya bukan. Tidak banyak di antara mereka, para partisipan yang konsumen obat, yang tahu persis perihal makna kamus kata ini.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI), ‘mumbul’ sebagai verba bermakna ‘melompat (terlompat) naik’; ‘melanting’. Makna kedua ‘mumbul’ dalam KBBI adalah ‘membumbung’; ‘melambung’.
Dalam buku tersebut, Sutriyani menyajikan kutipan wawancara dengan beberapa narasumber pengguna obat. Di antaranya, anak muda yang Inisialnya CA, seorang pelajar kelas II SMA.
CA menjelaskan, mumbul lebih merujuk kepada obat yang dikonsumsi. Ia juga menyebut mumbul sebagai efek fly dari konsumsi obat. CA bahkan menyebut mumbul sebagai kode rahasia untuk mengakses obat-obat yang mereka konsumsi.
Ye, mumbul itu kayak inimi, Kak e obat yang biasa kuminum sama anak-anaka, e mumbul nama lainnya, istilahta di sini toh, jadi kalau mauki itu obat bilangki mauki mumbul, mumbul itu juga kalau melayang maki toh, jadi apa di’, obat tapi e bikin melayang,” ujar CA sebagaimana dikutip Sutriyani dalam buku.
Fakta menarik lainnya yang disajikan Sutriyani adalah ternyata, mumbul juga diistilahkan dengan ‘mabuk murah’. Ini terkait harga obat yang sangat murah dengan efek mirip dengan yang dihasilkan narkotika dan alkohol.
E itu Tramadol enakki baru murahji, mabuk murah itu Kak Sut, biasa saya minum sehari-hari kalau ada uang, biasanya malam. Saya minum ini cari enaknyaji dari teman saya tahu toh,” jelas RD, 16 tahun, seperti disajikan Sutriani.
Malam Minggu bagi anak muda Gowa, ungkap Sutriyani, telah menjadi malam wajib mabuk. Telah ada semacam kesepakatan tak tertulis bagi mereka, anak muda Gowa, untuk wajib “mumbul” atau mabuk di malam minggu.
“… Pokoknya yang jelas malam Minggu harus mabuk nda boleh tidak, kalau ndak mabuk… harus mabuk-mabuk yang jelas malam Minggu ini toh ‘malam kenakalan’, malam kayak surgami itu malam Minggu…”, beber ZA, pelajar kelas II SMA, dalam buku tersebut.
Perihal harga, Sutriyani mengungkap harga untuk misalnya obat Dextrometrophan, dikenal ‘Dekstro’, dapat dibeli Rp100 per tablet. Dekstro diakses oleh partisipan mumbul dalam kemasan yang berisi 50 tablet perkemasan. Obat ini diperoleh di apotek.
Semua tablet, 50 tablet ini, dikonsumsi sekaligus atau dalam jumlah banyak demi memeroleh efek mabuk dan fly. Untuk khasiat yang lebih, obat ini dioplos atau dikombinasi dengan berbagai jenis minuman keras.
Sebenarnya, obat-obatan tersebut bukanlah obat terlarang. Tramadol, mereka biasanya menyebut ‘Madol’ atau ‘Dodol’, merupakan obat nyeri atau analgetik. Somadril, biasa disebut ‘Somad’, juga merupakan obat anti nyeri otot.
Sementara itu, Trihexyphenidyl, biasa disebut ‘Tehad’ atau ‘THD’, merupakan penenang. Untuk Dextrometrophan, biasa disebut ‘Dekstro’ atau ‘Distro’, merupakan obat batuk kering.
Untuk mabuk dan efek fly, mereka mengonsumsi dalam dosis yang banyak, puluhan tablet dan mencampurkannya dengan minuman keras.  Ada juga yang mencampurnya dengan minuman bersoda. Jadilah mereka mabuk, mumbul, dengan biaya yang terbilang murah!
Demikianlah, Mumbul! Awasi!

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *