Setelah Azis, Kini Fahri Hamzah Ikut Dicekal?

Profil Fahri Hamzah
POROSMAJU-JAKARTA, Setelah penundaan penetapan Azis Syamsuddin sebagai Ketua DPR untuk menggantikan Setya Novanto ditunda, kini giliran Fahri Hamzah yang mendapatkan cekalan dari partainya. PKS secara resmi telah mengirimkan surat pencabutan hak Fahri dari Wakil Ketua DPR RI.
Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Fraksi PKS, Sukamta, yang mengatakan telah menyampaikan surat tersebut saat rapat Badan Musyawarah DPR, Senin 11 Desember 2017 kemarin.
“Memang ada surat dari Dewan Pimpinan Pusat ke fraksi, fraksi meneruskan surat tersebut ke pimpinan,” kata Sukamta di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin 11 November 2017 sebagaimana dilansir dalam kompas.com.
Dalam surat Ketua Fraksi PKS DPR RI No.09/EXT/FPKS/DPRRI/12/2017 tertanggal 11 Desember 2017, disebutkan bahwa PKS mengusulkan agar pencabutan Fahri Hamsah sebagai wakil ketua DPR RI.
Sementara itu, Fahri Hamsah mengaku bahwa dirinya sampai sekarang masih berada di DPR karena berdasarkan putusan pengadilan yang memenangkan dirinya melawan PKS.
“Masalahnya kan ada pengadilan, selalu referensinya ke situ. Kita menghargai pengadilan dong,” jelas Fahri, di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat,
Sebelumnya, Fahri Hamzah dipecat dari Partai PKS. Keputusan itu diambil Majelis Tahkim PKS pada 11 Maret 2016 berdasarkan rekomendasi dari Badan Penegakan Disiplin Organisasi (BPDO) PKS.
Namun, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memenangkan sebagian gugatan Fahri Hamzah terhadap DPP PKS dalam Nomor Perkara 214/Pdt.G/2016/PN JKT.SEL. Hal inilah yang kemudian menjadi landasan Fahri Hamsah untuk tetap berada di kursi salah satu pimpinan DPR.
Di waktu yang sama, Senin, 11 Desember 2012, Azis Syamsuddin juga “dicekal” untuk menjadi ketua DPR pengganti Novanto.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, Fraksi Golkar menggalang tanda tangan untuk menolak Azis Syamsuddin menjadi Ketua DPR.  Sampai pada tanggal 11 Desember 2017, sudah ada 60 tanda tangan yang tercantum dalam surat penolakan tersebut. “Surat itu ditandatangani oleh teman-teman fraksi,” tutur Ace.
Sementara itu, Azis menangggapi penolakan dirinya oleh beberapa anggota dari Fraksi Golkar merupakan hal biasa.Menurut dia, hal tersebut merupakan bagian dari perbedaan pendapat di internal Golkar.
“Penolakan itu dalam rangka perbedaan,” ujar Azis.
 
 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *