Sosiolog: Tahun 2017 Meninggalkan Pelajaran Berharga

Dr. Syarifuddin Jurdi

POROSMAJU.COM, MAKASSAR – Tahun 2017 akan segera berlalu, namun meninggalkan banyak pelajaran berharga yang menjadi catatan memasuki tahun 2018. Hal ini disampaikan dosen Sosiologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar(UINAM), Syarifuddin Jurdi saat diwawancarai, Minggu, 31 Desember 2017.
Dalam catatannya, beliau menyebutkan bahwa di awal 2017 masalah-masalah isu agama telah menyita banyak perhatian kita. Hal ini tidak terlepas dari kontestasi politik pilkada DKI.
“Awal tahun 2017 ditandai dengan keberlanjutan isu agama dan politik, muncul gerakan 212 dan persekusi tokoh agama atau ulama,” ungkapnya.
Hal yang kemudian terus menerus bergulir dengan berbagai macam persoalan hingga akhir 2017.
Kemudian, masalah kriminalitas menurut Syarifuddin juga menjadi hal yang perlu untuk diperhatikan.
“Masalah kriminal dan narkoba merupakan fenomena yang makin mengkhawatirkan bagi generasi muda, sebagian tokoh terjerat kasus ini seperti Indra J. Piliang dan sejumlah artis terkait narkoba” ungkapnya.
Selain persolan narkoba, masalah kriminalitas di jalan juga menjadi sorotannya. Masalah geng motor dan konflik antar warga masih merupakan fenomena sosial yang belum tuntas ditangani aparat keamanan. Diperlukan sebuah ketegasan dalam menindak pelaku kriminalitas. Karena hal ini sangat meresahkan warga.
“Isu tenaga kerja asing juga menjadi masalah bersama yang dihadapi anak bangsa, khususnya tenaga kerja asal tiongkok,” ujarnya.
Syarifuddin berharap, agar persoalan tenaga kerja asing harus memiliki kejelasan dalam perekrutan. Hal sangat berhubungan dengan lapangan kerja yang tersedia untuk generasi Indonesia.
Selain itu, masalah yang juga banyak  menguras perhatian masyarakat adalah hoax. Menurut Syarifuddin, penyebaran hoax di Indonesia merupakan sebuah fenomena besar yang dapat mengancam kebernegaraan kita.
“Penyebaran berita hoax merupakan fenomena yang sangat besar kontribusinya bagi relasi antar warga dan umat beragama, bahkan antar elite dan kekuatan politik,” ujarnya.
Sebuah hal menyedihkan bahwa hoax juga kadang dimanfaatkan oleh kalangan elit yang notabene memiliki pendidikan yang tinggi.
Secara ringkas, Syarifuddin menjelaskan bahwa masalah yang memiliki kaitan dengan politik. Masalah tersebut yang dikaitkan dengan agama, ekonomi, sosial, budaya dan hukum. Hal yang sangat menonjol di tahun 2017.
Maka dari itu, Syarifuddin berharap agar pemerintah di tahun 2018 menunjukkan ketegas dan keberpihakan kepada masyarakat. Hal ini mengingat bahwa tahun 2018 dan 2019merupakan tahun politik dengan pelaksanaan pilkada serentak dan pemilu.
“Langkah pemerintah harus menunjukkan keberpihakan dan komitmen pada kehidupan yg harmoni, warga jangan musah terprovokasi dengan propaganda media dan atau melalui mobilisasi politik, pilihan politik yg berbeda tidak harus merusak kebersamaan warga” ujarnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *