Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berkhas

Tipuan Bisnis Travel Umrah, "Perselingkuhan" Kapitalisme dan Agama

3
×

Tipuan Bisnis Travel Umrah, "Perselingkuhan" Kapitalisme dan Agama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kapitalisme dan Agama
Ilustrasi

POROSMAJU.COM, Proses perkembangan sebuah agama mengikuti kaidah sejarah yang dapat diamati dan diteliti.
Ernst Troeltch dan Max Weber mengamati tahapan-tahapan perkembangan agama dari watak awalnya sebagai sebuah kultus menjadi sekte berlanjut menjadi identitas yang membedakan satu agama dari agama lain.
Salah satunya adalah Islam yang lahir saat turunnya wahyu pertama pada tahun 622 M yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdullah di Gua Hira, Arab Saudi.
Islam muncul dengan membawa hakikat keikhlasan, karena Islam menegaskan untuk bersikap pasrah hanya kepada Allah. Hal itu menegaskan umat untuk lebih mementingkan akhirat dibanding hal-hal yang bersifat duniawi.
Semua landasan beragama Islam tercermin dalam kelima poin rukun Islam.
Poin terakhir dari rukun Islam berbunyi ‘naik haji bagi yang mampu’. Untuk yang tidak mampu tentunya disediakan alternatif, umrah. Haji dan umrah adalah pelajaran untuk bersikap sederhana dan egaliter.
Setiap pelaku haji diwajibkan memakai selembar kain berwarna putih untuk menutup aurat. Hal ini mencerminkan sebuah bentuk kesetaraan antara semua manusia.
Sekaya apa pun seseorang, ketika berhaji atau berumrah, mereka tidak boleh mengenakan perhiasan, stelan pakaian, dan alas kaki. Dalam haji dan umrah, presiden dan rakyat berkedudukan sama, begitu juga miliuner dan orang miskin.
Peminat haji dan umrah kian hari kian membludak. Saking banyaknya, pemerintah menetapkan jumlah kuota haji pertahunnya. Tahun 2018, Indonesia diberikan kuota haji sebanyak 221.000 jemaah. Angka ini meningkat 10.000 jemaah dari tahun sebelumnya.
Untuk yang tidak kebagian kuota haji diharap tenang.
Para pengusaha melihat fenomena itu sebagai lahan bisnis, sehingga travel umrah pun berkembang biak. Di mata para pebisnis itu, umrah adalah arena untuk melipatgandakan modal ekonomi. Maka, kapitalisme tidak hanya bersemayam di bidang ekonomi, tapi juga sudah masuk ke ranah agama. Tragis.
Agama dan kapitalisme menjadi sebuah penyatuan. Kapitalisme sebuah proses pencari keuntungan sedangkan agama menjadi alatnya. Namun, tidak banyak yang menyadarinya. Hal ini tentunya melenceng dari hakikat ke-Islaman tentang keikhlasan.
Travel umrah menjadi bisnis yang menggiurkan. Orang-orang bermodal berlomba-lomba mendirikan usaha travel atau menjadi agen umrah karena keuntungan dari bisnis ini menghasilkan nominal besar.
Di radio, aneka rupa iklan travel umrah silih berganti tersiar saban hari. Lengkapa dengan tawaran menggiurkan. Harga murah, cepat berangkat, fasilitas bagus, didengung-dengungkan. Lengkap dengan nama Si pemilik travel.
Para pebisnis tidak begitu kesulitan mendapat konsumen ,melihat Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
Peningkatan jemaah umrah akan membutuhkan penanganan dan pemantauan lebih intensif. Pasalnya, kasus penipuan travel umrah sering menghiasi media massa dan televisi. Setelah kasus First Travel, kini sedang hangat tentang kasus PT SBL dan Abu Tours dan Travel.
Meskipun kementerian agama telah berjanji bakal terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari penipuan umrah, celah-celah untuk aksi penipuan masih terbuka karena informasi minim kepada masyarakat.
Sayangnya, masyarakat umumnya percaya begitu saja tanpa mengecek apakah travel tersebut legal atau tidak.
Mencari uang dari umrah sebenarnya sah-sah saja. Karena memang tidak ada larangan agama untuk hal itu. Namun, umrah sejatinya bukan tempat untuk melipatgandakan uang apalagi sampai menipu.
Ibadah ini sejatinya dibentuk untuk mengagungkan Tuhan sekaligus merendahkan diri bersama sesama manusia. Jangan sampai niat suci umat dikotori oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan besar.
Pemerintah harus senantiasa mengawal perkembangan bisnis travel umrah agar tak ada lagi kasus-kasus sama yang terjadi. Kita kembali kehakekat Islam yaitu keikhlasan (Muh Ridho).
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *