400 Jiwa Tewas di Suriah Memicu Kecaman Internasional

400 Jiwa Tewas di Suriah Memicu Kecaman Internasional
Kisruh Suriah (evrensel.net)

POROSMAJU.COM, SURIAH- Warga yang bermukim di distrik Ghouta Timur hanya bisa membayangkan kematian di tengah pengeboman besar-besaran, pasukan pro-pemerintah Suriah terhadap wilayah pemberontak yang terkepung di dekat Damaskus itu.
Lebih dari 400 orang tewas akibat serangan pasukan pemerintah Suriah di daerah kekuasaan kelompok pemberontak di Ghouta Timur dalam lima hari terakhir, terhitung hingga Kamis 22 Februari 2018.
Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris menyebut ini merupakan peristiwa 48 jam dengan jumlah korban paling tinggi sejak serangan kimia di kawasan benteng pemberontak ini terjadi pada 2013 lalu.
Gelombang serangan udara, tembakan roket dan artileri memicu kecaman internasional. Perancis, anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyebut pengeboman itu sebagai pelanggaran serius hukum kemanusiaan internasional.
“Lima hari serangan udara dan tembakan artileri oleh rezim dan Rusia sudah menewaskan 403 warga sipil, termasuk 95 anak-anak,” demikian pernyataan kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights, Kamis 22 Februari 2018.
Sebagaimana dilansir AFP, jumlah korban ini diperkirakan akan terus bertambah karena bom juga menghantam berbagai bangunan pelayanan kesehatan, termasuk 13 fasilitas milik aktivis kemanusiaan Dokter Tanpa Batas (Medecins Sans Frontier).
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengatakan bahwa pemerintah Suriah sebenarnya sudah menawarkan satu kesepakatan, tapi ditolak oleh kelompok-kelompok pemberontak yang menguasai Ghouta.
“Beberapa hari lalu, militer kami di Suriah menawarkan kepada mereka untuk menarik diri secara damai dari Ghouta Timur, seperti evakuasi militan dan keluarga yang terjadi di Aleppo Timur,” ucap Nebenzia.
Di tengah korban yang terus berjatuhan di Rumah Sakit Douma, kepanikan sempat reda ketika serangan udara terhenti Kamis pagi (22/2). Namun, beberapa pesawat Rusia kembali terlihat di angkasa pada sore hari.
Moskow selalu menampik keterlibatan mereka dalam serangan di Ghouta, tapi media pemerintah Suriah, Al-Watan, melaporkan bahwa pesawat Rusia dan sejumlah penasihat ikut serta dalam pertempuran tersebut.
Amerika Serikat pun mengatakan bahwa korban jiwa di Suriah tidak akan sebanyak yang ada sekarang tanpa kehadiran pasukan udara Rusia.
Sementara bom menghantam dari udara, pasukan Suriah menyisir perumahan dan desa di Ghouta Timur yang dihuni sekitar 400 ribu jiwa. Mereka melancarkan operasi darat untuk membasmi “kelompok jihadis.”
Sejumlah pihak dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa pun mulai mengusulkan upaya gencatan senjata, meski Rusia mengatakan hal tersebut sulit tercapai.
 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *