Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Guru SMAN 18 Bulukumba Memukul Siswanya, Keluarga Korban Melapor Kepolisi

2
×

Guru SMAN 18 Bulukumba Memukul Siswanya, Keluarga Korban Melapor Kepolisi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Guru SMAN 18 Bulukumba Abd Rauf telah melakukan tindak kekerasan terhadap siswanya.

BULUKUMBA, POROSMAJU.COM–Peristiwa tidak menyenangkan terjadi pada dunia pendidikan Kabupaten Bulukumba, kejadian ini terjadi dua hari setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin 29/10/2018.
seorang oknum Guru PNS berinisial Abd Rauf yang mengajar di SMAN 18 Bulukumba Kecamatan Kajang dinilai telah melakukan tindakan kekerasan penganiayaan terhadap siswanya saat pelaksanaan upacara penaikan bendera di lapangan SMAN 18 Bulukumba.
Diduga oknum guru tersebut memukul hidung bagian kanan siswanya karena kesalahan baris berbaris berlangsung, hingga hidung korban bersimbah darah dan pingsang.
Wawan sapaan akrabnya yang menjadi korban oknum guru PNS tersebut mengaku dipukul hidungnya dari samping kanan, sampai bercucuran darah keluar yang pada akhirnya pingsang.
“Sebelum saya dipukul teman dipukul lebih dulu dibelakang saya kemudian tiba-tiba saya juga kena pukulannya tanpa ada teguran sedikit pun yang terdengar, saat itu barisan diperintahkan siap tapi kaki saya posisi siap namun tanganku berada dibelakang seperti orang istirahat sambil tunduk makanya saya tidak liat saat saya dipukul,” Bebernya.
“Yang kena pukulan hidung bagian kanan sampai keluar darah terus kepala terasa pusing makanya saya dibantu teman keluar lapangan sampai dikanting disitulah saya pingsang,” ungakpnya.
Menurutnya, akibat pukulan guru tersebut, ia mengaku sampai malam setelah dipukulasih keluar darah di hidung dan bengkak serta sakitnya masih terasa sampai saat ini.
Sedangkan, menurut salah satu gurunya Syamsir, mengakui bahwa Wawan anak yang baik, sabar dan mau mendengar saat ditegur bila sedang mengajar di kelas.
Selain Syamsir, gurunya yang lain yang enggang disebutkan namanya mengaku lebih dekat dengan korban bahwa anak ini penyabar, rajin dan baik tidak pernah ada pelanggaran yang sampai berurusan dengan BK.
Sementara Akbar Abba pihak keluarga korban sedih dan miris melihat perlakuan oknum guru PNS itu.
“Seharusnya seorang guru memberikan moral dan etika pendidikan kepada siswanya karena guru adalah orang tua siswa diluar rumah, miris saja melihat kelakuan gurunya yang tidak berprikemanusiaan itu, kalau hanya karena persolan baris berbaris saya rasa masih ada tindakan lain yang bukan tindakan kekerasan,” Tuturnya, Rabu (31/10/2018).
“Seharusnya, bila ada siswa yang melanggar, cukup ditegur saja atau kalaupun dipukul di bagian pinggang ke bawah saja, karena bagian perut ke atas sangat sensitif,” harapnya.
Diketahui, keluarga korban mengaku telah melapor Kejadian ini ke Unit PPA Polres Bulukumba, Selasa, 30/10/2018 kemarin dengan bukti laporan.

Reporter: Imam
Redaksi : Jumardi
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *