Hardiknas, Momentum Refleksi Pendidikan Tanah Air

OPINI.POROSMAJU.Com— Selamat Hari Pendidikan Nasional, kami ucapkan kepada seluruh insan Pendidikan tanah air. peringatan Hardiknas tahun 2020 agak berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebab, saat ini Indonesia bahkan seluruh negara di dunia sedang dilanda pandemi virus corona (Covid-19) yang mengharuskan setiap orang untuk memeranginya.

Kendati demikian, menghasilkan mutu Pendidikan yang lebih baik adalah harapan kita semua, terlalu banyak persoalan mendasar didunia Pendidikan yang kita saksikan saat ini mulai dari kurikulum yang selalu berubah-ubah membuat pendidikan kita seolah belum mempunyai arah yang jelas, membuat bingung guru dan siswa, infrastruktur yang belum memadai, Pendidikan literasi yang masih rendah sampai persoalan pendidik dan tenaga kependidikan yang masih butuh perhatian lebih atas nilai tukar jasanya.

Melihat kondisi seperti ini, tentu hanyalah bagian kecil bukti masih rendahnya mutu Pendidikan tanah air. Kita tentu berharap HARDIKNAS 2020 bisa menjadi momentum pembenahan sistem Pendidikan. beberapa skema kebijakan yang akan ditempuh oleh pemerintah untuk memperbaiki mutu Pendidikan mulai dari penghapusan UN, penilaian berbasis kompetensi, hinggah semangat memunculkan sekolah-sekolah vokasional yang diharapkan lulusanya siap kerja.

Upaya tersebut semoga tidak menjadi narasi semata dan menjadi keharusan bagi kita untuk mendukung dan memberikan masukan yang membangun agar grand design Pendidikan yang diwacanakan pemerintah dapat terimplementasi dengan baik.
Akhirnya, kita berharap bahwa para pendidik kita, dapat menyeimbangkan antara pendidikan keilmuan dan pendidikan karakter dan moral bagi generasi-generasi mudanya. mari kita merubah pola pikir para orang tua di Indonesia bahwa harga diri dari anaknya bukanlah hanya sekedar nilai yang tertera tapi proses bagaimana dia mendapatkannya dan bagaimana etika dan moral anaknya.

Karena ada pribahasa “Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu, sedangkan adab tanpa ilmu seperti ruh tanpa jasad”. Seharusnya ilmu dan adab (pendidikan karakter) adalah suatu rangkaian yang tidak bisa dilepaskan. Namun sebaiknya untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul yang didahulukan adalah mempelajari adab yang baik, membangun moral dan karakter yang terpuji.

Heriwawan
Skertaris DPC Demokrat Jakarta Pusat

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *