Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

KNPI, KPU, dan Polres Gowa Sambut Pesta Demokrasi dengan Dialog Kepemudaan

2
×

KNPI, KPU, dan Polres Gowa Sambut Pesta Demokrasi dengan Dialog Kepemudaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KNPI, KPU, dan Polres Gowa Sambut Pesta Demokrasi dengan Dialog KepemudaanPOROSMAJU.COM, GOWA- Menjelang Pilgub Sulsel 2018 dan Pemilu 2019, KNPI bersama dengan KPU dan Polres Gowa akan menggelar dialog kepemudaan, Kamis 29 Maret 2018 bertempat di Aula Kantor KPU Gowa.
Kegiatan tersebut dianggap sebagai langkah awal sosialisasi dan pendidikan menghadapi pesta demokrasi dengan mengusung tema “Anti Hoax, Hatespeech dan Isu SARA, Menuju Pemilihan Gubernur 2018 Damai dan Berkualitas.”
Dialog dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara KNPI, KPU dan Polres Gowa. Sasaran peserta dalam kegiatan kegiatan ini antara lain, pengurus DPD KNPI Gowa, OKP (organisasi kemasyarakatan pemuda), DPK KNPI, serta Osis/Pramuka sekabupaten Gowa.
Hadir dalam kegiatan, Ketua KPU Gowa, Zainal Ruma, S.Pd., MM yang bertindak sebagai narasumber dengan membawakan tema Tata Kelola dan Inovasi KPU sebagai Penyelenggara Wujudkan Pilkada Damai, Bermartabat, dan Berkualitas.
Mewakili pihak Kapolres, hadir pula AKBP Shinto Silitonga, S.IK., M.Si. yang akan membahas Peran Strategis Polri dalam Pencegahan Hoaks, Hatespeech, dan Isu SARA dalam Demokrasi Jaman Now.
Terakhir ada Dr. Arqam Azikin selaku akademisi Unismuh Makassar yang akan mengajak peserta mendiskusikan Posisi Kaum Muda, Hoks, dan Tergerusnya Nilai Kebangsaan dalam Bingkai Demokrasi Substansial dan Prosedural.
Sementara Riswan Marsuki selaku penanggungjawab kegiatan mengatakan bahwa latar belakang diadakannya acara ini adalah sebagai wujud keprihatinan terhadap bencana sosial yang bernama hoaks.
Keputusan bermitra strategis dengan KPU dan Polres karena kedua elemen tersebut sangat ngonteks dengan suasana pesta demokrasi saat ini.
“Kami berharap agar pemuda menjadi bagian dari tindakan pencegahan. Jangan kita membiasakan membagi berita yang tidak jelas sumbernya atau hoaks,” tuturnya.
Keputusan untuk menggandeng KPU dianggap tepat sebagaimana saat ini dalah tahun politik.
“Suasananya pesta demokrasi, kita tidak mau nodai pesta demokrasi dengan isu-isu hoaks ataupun ujaran kebencian,” Ia menambahkan.
Mengingat, katanya lagi, masyarakat kadang tidak memiliki filter untuk mendeteksi kebenaran dan asal menerima saja. Terutama jika ini ada hubungannya dengan kejadian saling menjatuhkan sesama kandidat dalam pemilu.
Dari kegiatan tersebut diharapkan agar dari kaum muda bisa menjadi elemen yang menangkal berita- berita hoaks.
“Istilahnya kartu penyelamat agar ini (pemberitaan hoaks) tidak berlanjut”.
Selain itu, besok akan ada deklarasi peran melawan hoaks dan deklarasi pemuda mendukung KPU dalam menciptakan pemilu yang berdaulat dalam memilih pemimpinnya.
“Besok akan ada penandatanganan MoU antara KNPI dan KPU dalam hal sosialisasi pendidikan pemilu pemula karena besok ada perwakilan dari beberapa OSIS. Ke depannya kami memikirkan untuk menciptakan sistem kaderisasi KNPI yang melibatkan mereka,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *