Example 728x250
Berita

Peneliti Transportasi: Mengatasi Macet Tidak Cukup Hanya Membangun Infrastruktur

7
×

Peneliti Transportasi: Mengatasi Macet Tidak Cukup Hanya Membangun Infrastruktur

Share this article
Example 468x60


POROSMAJU.COM, MAKASSAR- Peneliti transportasi, Muhammad Irsan Ramli mengakui bahwa pembangunan infrastruktur merupakan salah satu upaya dalam menyelesaikan kemacetan.
Meski demikian, ia menilai bahwa mengatasi kemacetan tidak cukup hanya membangun infrastruktur, tetapi juga harus mengubah budaya transportasi. Hal ini disampaikan Isran saat ditemui di Kampus Unismuh, Rabu, 24 Januari 2018.
“Terkait infrastruktur saya kira memang lebih seksi, lebih menarik, seperti membangun tol layang, pete-pete smart, atau BRT. Saya kira itu sesuatu yang positif dan perlu kita dorong semua untuk diiplementasikan,” ujarnya.
Akan tetapi, Isran menekankan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Ada hal penting yang juga harus menjadi perhatian pemerintah yaitu persoalan budaya bertransportasi.
“Kita harus mengubah mindset berpikir masyarakat dalam bertransportasi. Harus ditindaklanjuti lebih jauh kepada mengubah budaya bertransportasi itu sendiri. Budaya mendasar yang harus kita lakukan dalam bertransportasi yaitu dari pola door to door ke pola budaya bertransportasi sehat,” ujar Isran.
Jadi, jika biasanya dalam bertransportasi masyarakat dibiasakan dijemput di depan pintu menuju ke pintu lain,  pola pikir tersebut harus diubah ke bertransportasi yang memungkinkan banyak berjalan kaki.
Ungkap Isran, masyarakat harus membiasakan diri berjalan ke halte, kemudian transit atau pun berjalan dari suatu parkiran ke tempat tujuan.
Isran mengakui bahwa transportasi door to door memang memberikan kenyamanan, tetapi merupakan pola budaya yang tidak efisien.
“Door to door memang mengedapankan kenyamanan secara individual, sedikit berjalan dan sebagainya. Sedangkan pola bertransportasi yang sehat itu harus berjalan ke halte, kemudian transit lagi dan sebagainya. Tetapi itu dalam kajian transportasi jauh lebih efektif dalam menyelesaikan problematika kemacetan,” ujar Isran lebih lanjut.
Maka dari itu, Isran berharap pengambil kebijakan tidak hanya berhenti pada pembangunan jalan, pengadaan moda transportasi yang besar, tetapi juga harus memikirkan pola  budaya masyarakat dalam bertransportasi.
Isran merupakan salah satu peneliti transportasi yang pernah mengenyam pendidikan di negeri matahari terbit atau Jepang.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *