Example 728x250
Berita

WR II Unismuh: Talent PMB Harus Mencerminkan Etika dan Islam Berkemajuan

16
×

WR II Unismuh: Talent PMB Harus Mencerminkan Etika dan Islam Berkemajuan

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Makassar — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menekankan pentingnya integrasi nilai Islam Berkemajuan, etika, dan tanggung jawab sosial dalam pembentukan karakter mahasiswa, terutama di tengah derasnya arus media digital dan budaya populer.

Penegasan itu disampaikan Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr. Hj. Ihyani Malik, S.Sos., M.Si., saat membawakan materi “Profil dan Kepribadian Mahasiswa Unismuh” dalam Pelatihan Talent Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unismuh Makassar yang digelar Kamis, 22 Januari 2026 di Lt. 16, Gedung Iqra, Kampus Unismuh Makassar.

Example 300x600

Dalam pembekalan bagi mahasiswa yang terlibat sebagai talent promosi kampus itu, Ihyani menekankan bahwa modernitas dalam perspektif Islam tidak identik dengan penyeragaman simbol-simbol luar, melainkan berpijak pada substansi nilai.

“Berpakaian itu prinsipnya sederhana: tidak ketat dan tidak transparan. Model dan warna bebas, selama menutup aurat,” ujarnya. Menurut dia, Islam Berkemajuan memberi ruang bagi ekspresi modern, tetapi tetap berakar pada etika dan kesadaran moral.

Ia juga mengingatkan pentingnya sikap kritis dan nalar ilmiah agar mahasiswa tidak mudah terseret arus informasi yang menyesatkan, termasuk hoaks di ruang digital maupun konten hasil rekayasa teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang kebenarannya belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, mahasiswa diingatkan untuk tidak menjalani pola hidup yang sempit—sekadar kampus dan kos—tanpa kepedulian pada persoalan sosial di sekelilingnya. Ihyani menegaskan, Islam Berkemajuan adalah Islam yang mencerahkan, selaras dengan ilmu pengetahuan, menolak kekerasan dan ekstremisme, serta berpihak pada kemanusiaan dan keadilan.

Dalam konteks itu, etika bermedia sosial menjadi perhatian. Mahasiswa diminta menampilkan konsistensi akhlak di berbagai ruang, baik di kampus, lingkungan sosial, maupun dunia digital. “Jangan sampai tampilan di TikTok terlihat religius, tetapi perilaku di rumah atau di masyarakat justru sebaliknya,” katanya.

Khusus bagi mahasiswa yang menjadi talent promosi penerimaan mahasiswa baru (PMB), Ihyani menilai tanggung jawab moralnya lebih besar karena mereka menjadi representasi wajah Unismuh di ruang publik. Kesalahan kecil di media sosial, menurut dia, dapat berdampak luas pada citra institusi.

Karena itu, seleksi talent dilakukan ketat. Integritas, kejujuran, dan etika disebut menjadi pertimbangan utama, melampaui sekadar kemampuan tampil di depan kamera. “Sekali citra buruk muncul, akan sangat sulit memulihkannya, meski kita sudah melakukan ribuan promosi positif,” ujarnya.

Pelatihan talent PMB ini dijadwalkan berlangsung sepanjang hari dan menghadirkan beberapa materi pendukung, termasuk Peran dan Tanggungjawab Talent PMB, Public Relation, Membangun Kepercayaan Diri, Komunikasi Efektif di Medsos, hingga Public Speaking.

Menutup pemaparannya, Ihyani menegaskan profil lulusan yang ingin dibentuk Unismuh: profesional yang beretika, pemimpin berkarakter, serta intelektual yang peduli pada umat dan bangsa. “Kuliah adalah proses membentuk jati diri. Pilih kampus yang sejalan dengan nilai hidup. Muhammadiyah adalah ruang tumbuh untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri,” tuturnya.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *