Porosmaju.com, Makassar — Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Makassar, Gagaring Pagalung, menegaskan bahwa Muhammadiyah di abad kedua perjalanannya tidak hanya berfokus pada pemurnian akidah, dakwah, dan pendidikan, tetapi juga memperluas peran pada bidang ekonomi serta pelayanan sosial, Senin 9 Maret 2026. Hal tersebut disampaikan Gagaring Pagalung saat memberikan sambutan dalam kegiatan pengajian dan silaturahim keluarga besar Unismuh Makassar yang digelar di Balai Sidang Muktamar ke 47 Unismuh Makassar yang menghadirkan narasumber Zulfahmi Alwi.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perjalanan Muhammadiyah selama lebih dari satu abad telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam berbagai bidang kehidupan umat.
Perkembangan Muhammadiyah di Abad Kedua
Menurut Gagaring, pada abad pertama Muhammadiyah, gerakan ini berfokus pada tiga agenda utama, yakni pemurnian akidah dan tauhid, dakwah dan tajdid (pembaruan), serta pengembangan amal usaha di bidang pendidikan dan kesehatan.
Namun memasuki abad kedua, Muhammadiyah memperluas gerakannya dengan menambahkan dua sektor penting lainnya, yakni penguatan ekonomi umat dan pelayanan sosial.
“Pada abad kedua Muhammadiyah, selain tiga bidang tersebut, organisasi ini juga memperkuat pengembangan ekonomi dan pelayanan sosial sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perkembangan tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai unsur persyarikatan, termasuk pimpinan wilayah, pimpinan amal usaha, serta kader Muhammadiyah di berbagai daerah.
Muhammadiyah Berkemajuan dan Konsep Keberlanjutan
Dalam kesempatan itu, Gagaring juga menyinggung konsep Muhammadiyah berkemajuan yang menjadi identitas gerakan ini di era modern.
Menurut dia, Muhammadiyah berkemajuan ditandai oleh pola pikir dan mentalitas yang terus berkembang serta berorientasi pada kemajuan berkelanjutan atau sustainability.
“Kemajuan itu tidak berhenti pada satu titik, tetapi harus terus bergerak dari waktu ke waktu. Konsepnya adalah keberlanjutan,” kata Gagaring.
Ia menilai semangat tersebut penting untuk memastikan Muhammadiyah tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
Pendidikan sebagai Basis Kemajuan
Selain itu, Gagaring menekankan pentingnya pembangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan. Pendidikan, menurutnya, merupakan fondasi utama bagi kemajuan Muhammadiyah.
Ia menilai kemajuan Universitas Muhammadiyah Makassar saat ini menjadi salah satu bukti kontribusi Muhammadiyah dalam pengembangan pendidikan tinggi.
“Kita dapat menyaksikan bagaimana Universitas Muhammadiyah Makassar berkembang sangat pesat dan menjadi salah satu amal usaha Muhammadiyah yang memberi kontribusi besar dalam bidang pendidikan,” ujarnya.
Gagaring juga menegaskan bahwa pembangunan mental kader Muhammadiyah perlu terus diperkuat agar keberlanjutan organisasi tetap terjaga.
Menurutnya, penguatan karakter kader menjadi kunci agar nilai-nilai Muhammadiyah terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Pembangunan mental Muhammadiyah ini penting agar kader-kader Muhammadiyah mampu menjaga keberlanjutan gerakan dan amal usaha Muhammadiyah di masa depan,” kata dia.
Di akhir sambutannya, Gagaring menyampaikan apresiasi kepada panitia kegiatan serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara tersebut. Ia berharap kebersamaan dalam kegiatan itu semakin mempererat silaturahim sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan Muhammadiyah melalui pengembangan amal usaha pendidikan.
















