Porosmaju.com, Makassar – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menutup rangkaian karantina Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 di Aula Lantai 2 Balai Sidang Muktamar Kampus Unismuh Makassar, Senin, 6 April 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak Sabtu, 4 April 2026, itu menjadi bagian dari upaya intensif kampus dalam menyiapkan proposal-proposal terbaik untuk kompetisi PKM tingkat nasional.
Penutupan karantina berlangsung dalam suasana penuh semangat. Selain dihadiri pimpinan universitas, kegiatan itu juga melibatkan tim reviewer nasional PKM, fasilitator, serta ratusan mahasiswa peserta pendampingan. Selama tiga hari, para peserta mengikuti coaching intensif untuk menyempurnakan substansi proposal, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan menuju seleksi nasional.
Ketua Divisi Pengembangan Prestasi dan Kreativitas Mahasiswa LPKA Unismuh Makassar, Dr Dian Pramana Putra, menjelaskan bahwa desain pembinaan PKM tahun ini dirancang lebih sistematis sejak awal. Prosesnya dimulai dari roadshow ke fakultas-fakultas pada akhir Januari 2026, dilanjutkan workshop bagi dosen pendamping dan mahasiswa, penjaringan ide, verifikasi, revisi, hingga pendampingan daring dan luring.
“Dari lebih 200 ide yang masuk, kemudian berkembang menjadi 163 draft proposal. Setelah melalui tahapan coaching dan seleksi, akhirnya terpilih 98 proposal yang mengikuti karantina,” ujarnya. Ia menyebut jumlah itu disesuaikan dengan kuota Unismuh Makassar pada klaster tier 2, yakni sekitar 100 proposal.
Menurut Dian, karantina tidak hanya mengejar jumlah proposal yang dikirim, tetapi juga kualitas naskah yang benar-benar siap bersaing. Ia berharap seluruh proposal yang telah dibina dapat memperoleh hasil terbaik sesuai target universitas.
Reviewer Nasional PKM dan juri Pimnas, Dr Andi Muhammad Irfan Tauhan Asfar, menilai atmosfer PKM di Unismuh Makassar tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia melihat antusiasme mahasiswa meningkat, begitu pula kualitas gagasan yang ditawarkan dalam proposal.
“Saya optimistis tahun ini Unismuh Makassar bisa jauh lebih baik dalam pendanaan PKM. Vibenya berbeda, animonya berbeda, dan konten proposal yang disuguhkan juga berbeda,” kata Irfan. Ia mengingatkan peserta agar menyusun proposal dengan orientasi menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), bukan sekadar lolos pendanaan.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian pada detail teknis maupun substansi. Menurut dia, kesalahan-kesalahan kecil tetap dapat menggagalkan proposal yang sebenarnya memiliki ide kuat. Karena itu, mahasiswa diminta cermat membaca panduan dan aktif berkoordinasi dengan fasilitator selama proses finalisasi proposal.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unismuh Makassar, Dr Ir Nenny, ST, MT, IPM, mengatakan coaching intensif yang digelar dalam bentuk karantina merupakan puncak dari seluruh rangkaian pendampingan PKM tahun ini.
Menurut dia, langkah itu ditempuh agar proposal yang dikirim bukan sekadar memenuhi kuota, tetapi benar-benar layak secara mutu.
Ia mengungkapkan, pada tahun ini kuota pengiriman proposal PKM menurun dari 120 menjadi 100 proposal. Di sisi lain, jumlah proposal yang masuk justru melampaui angka tersebut. Karena itu, seleksi internal dilakukan lebih ketat agar proposal yang dikirim adalah proposal terbaik.
“Yang ingin kami targetkan bukan lagi kuantitas, tetapi kualitas. Proposal yang dikirim harus betul-betul sudah layak kirim,” ujar Nenny. Ia menambahkan, meski acara penutupan telah dilaksanakan, proses pendampingan teknis bagi beberapa proposal masih terus berlangsung hingga malam hari agar semuanya siap diunggah sebelum batas pengiriman nasional.
Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir Abd Rakhim Nanda, MT, IPU, dalam sambutannya menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam PKM tidak hanya penting untuk target jangka pendek berupa kelolosan proposal, tetapi juga untuk membentuk karakter dan mental juara dalam menghadapi masa depan.
Menurut dia, mahasiswa yang terlibat dalam karantina PKM merupakan kelompok terpilih yang sedang melatih diri untuk berkompetisi di tengah perubahan zaman.
“Tujuan jangka pendek kita memang lolos PKM. Tetapi yang paling penting sesungguhnya adalah membangun mental-mental juara bagi mahasiswa untuk persaingan masa depan,” katanya.
Rakhim juga memaparkan sejumlah capaian institusi sebagai bukti bahwa budaya kompetisi dan prestasi terus dibangun di Unismuh Makassar. Ia menyebut universitas telah masuk dalam berbagai pemeringkatan dan sertifikasi, sehingga pembinaan mahasiswa berprestasi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari arah besar pengembangan kampus.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen universitas terhadap pengembangan prestasi mahasiswa, termasuk dukungan anggaran khusus untuk pembinaan. Menurut dia, dukungan tersebut ditujukan bagi mahasiswa yang benar-benar melahirkan karya, produk, dan pencapaian.
Rektor juga mengingatkan bahwa masa depan lulusan perguruan tinggi tidak lagi bisa semata-mata bertumpu pada peluang menjadi pegawai negeri. Karena itu, mahasiswa didorong untuk membaca perubahan, menangkap peluang, dan mengasah kapasitas inovatif melalui program-program seperti PKM.
Suasana penutupan kian semarak ketika Rektor memimpin yel-yel bersama peserta. Seruan “PKM Unismuh” dijawab lantang oleh mahasiswa dengan “Mental juara”, menandai berakhirnya karantina dengan optimisme tinggi.
Dengan berakhirnya karantina ini, Unismuh Makassar menaruh harapan besar agar proposal-proposal yang telah ditempa selama tiga hari mampu menembus pendanaan nasional, bahkan melangkah hingga Pimnas.
Lebih dari itu, karantina PKM 2026 diposisikan sebagai ruang pembentukan ekosistem prestasi, tempat mahasiswa belajar merawat disiplin, ketekunan, dan daya saing sejak dari bangku kuliah.
















