POROSMAJU.COM-MAKASSAR, Baru saja Awang Dermawan, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar menyatakan sikap dukungan kepada Sukron sebagai calon Ketua di Muktamar Pemuda Muhammadiyah nantinya.
Diketahui, Muktamar ke-18 Pemuda Muhammadiyah bakal dihelat di Balikpapan, 21-24 Februari mendatang.
Namun, pernyataan sikap Awang Dermawan tersebut mendapat kecaman dari sejumlah pihak, termasuk Wakil Sekretaris Bidang Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, Ibrahim, yang mengatakan pernyataan tersebut putusan sepihak dan tidak representatif.
“Kami merasa apa yang dilakukan oleh Awang, sangat tidak mencerminkan kader persyarikatan yang baik, dengan mengambil keputusan pribadi tanpa melibatkan secara kelembagaan, tentu hal tersebut tidak merepresentasikan Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menyayangkan hal tersebut dilakukan oleh seorang Ketua Pemuda Muhammadiyah ditingkatan Kota Makassar.
“Walaupun posisinya sebagai Ketua, namun dirasa tidak pantas apabila segala keputusan diambil secara sepihak, sebagaimana kita ketahui bahwa Pemuda Muhammadiyah menggunakan istialah Pimpinan didalamnya, yang artinya tentu mengedepankan asas kolektif dan juga musyawarah,” lanjutnya.
Ibrahim juga menyampaikan, hal tersebut sangatlah tidak etis, sebab ada kader terbaik dari Sulawesi Selatan yang juga bakal maju, yakni Dzulfikar AT.
“Sangatlah tidak beradab, kita di Sulsel termasuk di Kota Makassar harusnya mengedepankan prinsip siri’na pacce, dan juga prinsip Sipakainge’, Sipakatau, Sipakalebbi, ada kader terbaik sesama tanah Sulsel yang bakal maju juga sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah malah kita tidak dukung, sedangkan dengan gampangnya mendukung orang diluar yang tidak jelas,” terangnya.
Ia berharap, Awang dapat segera kembali kejalan yang benar dan bersama berada di garis komando Pemuda Muhammadiyah Sulsel.
“Harusnya Pemuda Muhammadiyah Sulsel segera menegur Awang, sebab Sulsel tentu Solid mendukung kader terbaiknya, pertanyaan pun muncul dikalangan Pimpinan, bargening apa yang diterima oleh Awang sampai melakukan hal tersebut, jangan sampai malah merugikan organisasi, tapi menguntungkan pribadi bahkan kelompok tertentu, sampai kami semua dijual-jual, sangat tidak etis,” tutupnya.
Admin.
















