Porosmaju.com, Makassar – Momentum Wisuda ke-87 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar tahun 2026 menjadi hari yang tak terlupakan bagi Sapna Salsabila. Lulusan Program Studi S1 Manajemen (Konsentrasi Keuangan), Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini ditetapkan sebagai wisudawan terbaik tingkat universitas. Wisuda ke 78 Unismuh digelar di Balai Sidang Muktamar Kampus Unismuh, pada Senin, 16 Februari 2026.
Sapna menuntaskan studinya dalam waktu 3,5 tahun dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99. Ia lahir pada 16 Februari 2004 di Dusun Tanjung Sari, Desa Mekar Sari, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur. Hari kelulusannya pun terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan kelahirannya.
“Pada kesempatan ini, saya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT, kepada kedua orang tua, para dosen, serta teman-teman seperjuangan hingga saya bisa berada di posisi ini,” ungkap Sapna dengan haru.
Sapna berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang petani, dan ia menyebut pencapaiannya sebagai kebanggaan besar, karena menjadi sarjana pertama di keluarganya.
“Pencapaian ini bukan semata hasil usaha pribadi, tetapi buah dari doa orang tua, bimbingan dosen, serta dukungan teman-teman. Alhamdulillah, saya bisa membanggakan kedua orang tua,” tuturnya.
Aktif Berorganisasi Sejak 2022
Menempuh pendidikan di Unismuh Makassar sejak 2022, Sapna dikenal aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Ia terlibat dalam Pikom IMM FEB Unismuh Makassar, HMJ-Manajemen, serta KSPM GI BEI Unismuh Makassar.
Di organisasi, ia pernah mengemban beberapa amanah: Ketua Bidang Riset dan Teknologi di Pikom IMM FEB, Sekretaris Bidang Keilmuan di HMJ-Manajemen, serta aktif pada Divisi Edukasi dan Analisis di KSPM. Baginya, pengalaman itu seperti “keluarga tak sedarah” yang banyak membentuk karakter dan mengasah kemampuan.
Prestasi Akademik dan Nonakademik
Di luar aktivitas organisasi, Sapna juga mencatat prestasi akademik dan nonakademik. Di antaranya Juara 1 Lomba Essay Gebyar Literasi Mahasiswa se-Sulawesi Selatan, menjadi peserta lomba CODE kategori mahasiswa oleh Universitas Brawijaya Malang, serta mengikuti sejumlah kompetisi nasional lainnya seperti lomba cerpen, puisi, hingga Stocklab Festival Pasar Modal.
Ia juga rutin mengikuti seminar dan webinar nasional maupun internasional, termasuk kegiatan International Community Service bertema “Islamic Financial & Indonesia’s Sharia Capital Market: Investment Opportunities for Students Abroad”.
Dalam bidang akademik, Sapna menulis artikel ilmiah berjudul Market Reaction Differentiation to Share Buyback Announcement in Terms of Market Capitalization yang direncanakan terbit pada Juni 2026 di Equity: Jurnal Ekonomi.
Proses Lebih Penting daripada Hasil
Sapna mengakui, perjalanan menuju prestasi tidak selalu mulus. Tantangan, kelelahan, hingga kegagalan menjadi bagian dari proses yang membentuk kedisiplinan dan ketekunan.
“Kesan yang saya rasakan, proses jauh lebih penting daripada hasil. Justru dari tantangan itulah saya belajar tentang disiplin dan konsistensi,” ujarnya.
Ia pun menitip pesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut bermimpi besar. “Jangan menunggu sempurna untuk bergerak. Terus belajar, aktif mencari pengalaman, dan jangan mudah menyerah. Prestasi bukan hanya milik mereka yang paling pintar, tetapi milik mereka yang paling tekun dalam berproses,” pesannya.
Dengan semangat kompetitif, kemampuan komunikasi yang baik, serta pemahaman di bidang investasi dan manajemen keuangan, Sapna menyatakan siap mengaplikasikan ilmu dan keterampilannya di dunia profesional.
Pada prosesi wisuda yang sama, Unismuh Makassar juga menetapkan Juara II dan Juara III wisudawan terbaik 2026. Juara II diraih Hasna Tuo dari Fakultas Agama Islam, sementara Juara III diraih Nurmisba dari Fakultas Teknik.
Tiga wisudawan terbaik tersebut akan disiapkan beasiswa lanjut studi magister dan setelah menyelesaikan studi, akan diterima menjadi dosen di Unismuh Makassar.
Wisudawan Terbaik Tingkat Fakultas
Berikut daftar wisudawan terbaik tingkat fakultas:
1. Muhammad Taufik – FISIP, Prodi Ilmu Administrasi Negara, lama studi 3,5 tahun, IPK 3,94, asal Selayar.
2. Sapna Salsabila – FEB, Prodi Manajemen, masa studi 3,5 tahun, IPK 3,99, asal Luwu Timur.
3. Hasna Tuo – FAI, Prodi Hukum Ekonomi Syariah, masa studi 3,5 tahun, IPK 3,97, asal Bone.
4. Firdayanti Nurdin – FIKK, Prodi Profesi Dokter, lama studi 2,6 tahun, IPK 3,94, asal Luwu.
5. Rilian Cahya Mutmainnah – Fakultas Pertanian, Prodi Agroteknologi, masa studi 4,4 tahun, IPK 3,91, asal Gowa.
6. Nurmisba – Fakultas Teknik, Prodi Informatika, masa studi 3,5 tahun, IPK 3,75, asal Enrekang.
7. Fissilmitul Wahda – FKIP, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, masa studi 4,5 tahun, IPK 3,80, asal Mambi, Mamasa.
8. Muhiddin – Pascasarjana, Prodi Magister Pendidikan Matematika, lama studi 2,5 tahun, IPK 3,94, asal Teluk Bintuni, Papua Barat.
















