Example 728x250
Berita

Kolaborasi Unismuh Makassar dan UM Palu Tingkatkan Budaya Mutu

17
×

Kolaborasi Unismuh Makassar dan UM Palu Tingkatkan Budaya Mutu

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Makassar  — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) menerima kunjungan Universitas Muhammadiyah Palu (UM Palu) dalam rangka penguatan sistem penjaminan mutu dan digitalisasi akademik. Rombongan UM Palu dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Dr. H. Rajindra, S.E., M.M.

Rombongan UM Palu diterima oleh Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU., di Ruang Rapat Lantai 17 Menara Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar. Setelah diterima di Lantai 17, pertemuan dilanjutkan di Aula lantai 15 Unismuh Makassar.

Example 300x600

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya UM Palu dalam meningkatkan kualitas institusi melalui benchmarking ke perguruan tinggi yang dinilai telah berhasil mengembangkan sistem penjaminan mutu secara terstruktur dan berkelanjutan.

Rektor UM Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, S.E., M.M., menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pengembangan mutu di kampusnya.

“Kami datang untuk belajar, khususnya dalam hal pengembangan penjaminan mutu dan bagaimana cara melakukan perubahan di kampus kami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya melihat kemajuan signifikan yang dicapai Unismuh Makassar, sehingga menjadi rujukan dalam penguatan kelembagaan. Menurutnya, keberanian untuk berubah menjadi kunci dalam peningkatan kualitas perguruan tinggi. “Kalau mau maju, memang harus berani berubah dan berkorban,” tambahnya.

Rajindra menjelaskan bahwa UM Palu tengah menyiapkan restrukturisasi kelembagaan, termasuk rencana menjadikan penjaminan mutu sebagai badan yang langsung berada di bawah rektor. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pengendalian mutu secara institusional.

Sementara itu, Ketua Badan Penjaminan Mutu Unismuh Makassar, Dr. Ir. Amrullah Mansida, ST., MT., IPM., ASEAN Eng, menekankan pentingnya sistem mutu dalam menentukan keberhasilan perguruan tinggi. Ia menyebut bahwa penjaminan mutu menjadi elemen krusial dalam proses akreditasi.

“Kalau berhasil, semua merasakan hasilnya. Tapi kalau gagal, penjaminan mutu yang paling disorot,” kata Amrullah dalam pemaparannya.

Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan mutu tidak hanya berhenti pada penyusunan sistem, tetapi harus diikuti dengan implementasi yang konsisten. Menurutnya, banyak institusi gagal karena sistem yang dibangun tidak sesuai dengan praktik di lapangan.

Secara tidak langsung, Amrullah mengingatkan agar perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada tampilan sistem, tetapi juga memastikan kesesuaian antara dokumen dan pelaksanaan. Ia menilai konsistensi implementasi menjadi faktor utama dalam keberhasilan sistem mutu.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, M.Si., menyoroti pentingnya digitalisasi dalam mendukung sistem penjaminan mutu. Ia menjelaskan bahwa Unismuh Makassar telah mengembangkan sistem berbasis outcome-based education (OBE) yang terintegrasi dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL).

“Ketercapaian CPL akan diukur melalui sistem aplikasi yang kami kembangkan, berbasis outcome-based education,” jelas Burhanuddin.

Ia juga mengungkapkan bahwa Unismuh Makassar telah memperbarui sistem penjaminan mutu internal (SPMI) sesuai regulasi terbaru. Pengembangan sistem ini mencakup integrasi visi universitas hingga program studi yang kemudian diturunkan dalam capaian pembelajaran.

Secara tidak langsung, Burhanuddin menyampaikan bahwa standar mutu kini harus berbasis data dan terukur, termasuk dalam pemenuhan syarat akreditasi seperti jumlah dosen, jabatan fungsional, dan kualifikasi akademik.

Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi teknis bersama tim IT Unismuh Makassar terkait implementasi sistem digital. UM Palu menunjukkan ketertarikan terhadap sistem aplikasi yang digunakan untuk memantau capaian mutu secara real-time.

Kunjungan ini tidak hanya berfokus pada aspek penjaminan mutu, tetapi juga mencakup eksplorasi ke beberapa unit lain di lingkungan Unismuh Makassar, seperti Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Makassar (LPKA), dan unit pengembangan lainnya yang mendukung ekosistem akademik.

Kedua institusi juga membuka peluang kerja sama lanjutan, termasuk rencana pendampingan langsung oleh tim Unismuh Makassar ke UM Palu. Hal ini dilakukan untuk memastikan implementasi sistem mutu berjalan sesuai dengan standar yang telah dipelajari.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi Muhammadiyah. Selain itu, UM Palu menargetkan peningkatan akreditasi institusi dalam beberapa tahun ke depan melalui penerapan sistem mutu yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *