Example 728x250
Berita

FEB Unismuh Makassar Matangkan Kurikulum OBE untuk Standar Internasional

32
×

FEB Unismuh Makassar Matangkan Kurikulum OBE untuk Standar Internasional

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Makassar — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) menggelar kegiatan pendampingan penyusunan kurikulum Outcome Based Education (OBE) dan persiapan akreditasi internasional bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Kegiatan ini menghadirkan pakar manajemen Dr. Nuryakin, S.E., M.M. sebagai narasumber utama dan diikuti pimpinan fakultas, pengelola program studi, serta unsur penjaminan mutu universitas. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 17 Gedung Iqra Unismuh Makassar, Kamis, 5 Maret 2026.

Kegiatan yang difasilitasi Badan Penjaminan Mutu (BPM) tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Unismuh Makassar dalam meningkatkan kualitas kurikulum berbasis capaian pembelajaran sekaligus memperkuat kesiapan program studi menuju akreditasi internasional.

Example 300x600

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Rektor IV Dr Burhanuddin, Ketua BPM Dr Amrullah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Dr Edi Jusriadi, serta ketua dan sekretaris program studi dalam lingkungan FEB, tim penjaminan mutu FEB, serta dosen yang terlibat dalam pengembangan kurikulum.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mempersiapkan kurikulum yang selaras dengan standar Outcome Based Education sekaligus mendukung langkah FEB Unismuh menuju pengakuan akreditasi internasional.

Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum pendampingan ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta. Ia menilai penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education merupakan fondasi penting bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi.

“Oleh karena itu, Bapak-Ibu sekalian kita harus menggunakan momen ini semaksimal mungkin untuk menimba ilmu,” ujar Burhanuddin saat membuka kegiatan tersebut.

Menurut Burhanuddin, pengembangan kurikulum OBE tidak sekadar memenuhi dokumen administratif, tetapi harus benar-benar mampu menelusuri capaian pembelajaran mahasiswa secara nyata. Ia mengingatkan bahwa implementasi OBE harus mencerminkan proses pendidikan yang terukur dan berdampak pada kualitas lulusan.

Ia juga menjelaskan bahwa Unismuh Makassar menargetkan sejumlah program studi untuk menembus akreditasi internasional dalam beberapa tahun ke depan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi universitas dalam meningkatkan daya saing global serta mempersiapkan reakreditasi institusi pada periode 2027–2028.

“Di pundak Bapak-Ibu ini ada tanggung jawab besar untuk membawa Unismuh Makassar masuk dalam kancah daya saing internasional,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin menambahkan bahwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi salah satu unit yang diproyeksikan lebih awal mengikuti proses akreditasi internasional. Selain FEB, beberapa fakultas lain seperti teknik dan kedokteran juga mulai diarahkan untuk menyiapkan standar internasional dalam tata kelola pendidikan.

Sementara itu, narasumber kegiatan Dr. Nuryakin menjelaskan bahwa kurikulum OBE harus dirancang secara konsisten mulai dari perumusan capaian pembelajaran hingga evaluasi hasil belajar mahasiswa. Ia menekankan bahwa konsep OBE menuntut kesesuaian antara tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, serta sistem penilaiannya.

“Sekarang semua langsung sasarannya adalah kurikulumnya. Kurikulumnya harus OBE, OBE-nya betul-betul OBE, bukan sekadar OBE di dokumen,” jelas Nuryakin dalam sesi pemaparan materi.

Ia menerangkan bahwa dalam sistem pendidikan berbasis OBE, perguruan tinggi harus mampu menunjukkan keterukuran capaian pembelajaran mahasiswa serta dampak lulusan terhadap masyarakat dan industri. Menurutnya, aspek tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi internasional.

Nuryakin juga memaparkan bahwa proses menuju akreditasi internasional membutuhkan tahapan yang panjang, mulai dari menjadi anggota lembaga akreditasi internasional, penyusunan laporan evaluasi diri, hingga proses penilaian kelayakan. Setiap tahap menuntut kesiapan kurikulum, sumber daya manusia, serta sistem penjaminan mutu yang kuat.

Ia mencontohkan sejumlah universitas di Indonesia yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyiapkan akreditasi internasional. Namun dengan dukungan teknologi, komitmen pimpinan, dan kesiapan dokumen akademik, proses tersebut dapat dipercepat.

Ditemui di sela-sela acara, Dekan FEB Unismuh Makassar, Dr Edi Jusriadi, menegaskan bahwa pendampingan ini menjadi titik tekan penting untuk memastikan kurikulum OBE di lingkungan FEB tidak berhenti pada perumusan dokumen, tetapi benar-benar terimplementasi dalam pembelajaran, asesmen, hingga pelacakan capaian lulusan.

Ia menyampaikan FEB akan mempercepat penyelarasan CPL, pemetaan mata kuliah, serta penguatan sistem penjaminan mutu agar standar internasional dapat dipenuhi secara konsisten, sekaligus membangun budaya evaluasi berkelanjutan di setiap program studi.

“Kami ingin OBE ini bekerja di kelas, terukur dalam penilaian, dan terbukti pada kinerja lulusan. Karena itu, kolaborasi pimpinan, prodi, tim mutu, dan dosen harus berjalan satu napas untuk menyiapkan FEB menuju akreditasi internasional,” ujar Edi Jusriadi.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Unismuh Makassar berharap seluruh program studi di FEB mampu menyusun kurikulum berbasis Outcome Based Education secara komprehensif. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk memperkuat kualitas pendidikan dan membuka peluang pengakuan internasional bagi program studi di lingkungan universitas.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *