Example 728x250
Berita

Muhammadiyah Palopo Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Imam Masjid As-Salam

9
×

Muhammadiyah Palopo Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Imam Masjid As-Salam

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Palopo — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Palopo mendesak aparat penegak hukum segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap Ahmad Andis, S.Pd., M.Pd., imam Masjid As-Salam, Benteng, Kota Palopo.

Pernyataan sikap itu disampaikan PDM Kota Palopo pada Ahad, 3 Mei 2026, menyusul dugaan penganiayaan terhadap Ahmad, kader Tapak Suci Kota Palopo, seusai salat Asar pada Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 15.50 Wita.

Example 300x600

Ketua PDM Kota Palopo, Prof Dr Salju, SE, MM, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menyebut tindakan kekerasan terhadap imam masjid itu tidak dapat dibenarkan.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan agar tercipta kedamaian dan menghindari segala bentuk premanisme serta anarkisme,” kata Salju dalam pernyataan tertulis PDM Kota Palopo.

Sekretaris PDM Kota Palopo, Prof Dr Hadi Pajarianto, M.Pd.I, menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara cepat dan terbuka.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini secara cepat, adil, transparan, dan profesional,” ujar Hadi.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, peristiwa itu bermula ketika Ahmad keluar dari area masjid setelah salat Asar. Seorang perempuan disebut menunjuk-nunjuk korban sebelum situasi berkembang menjadi pengeroyokan.

Ahmad mengaku dipukul dari belakang, lalu terjatuh karena tersandung tumpukan pasir. Saat terjatuh, ia kembali dipukuli. Korban juga mengaku dadanya diinjak dan dipukul menggunakan batu bata.

Akibat kejadian itu, Ahmad mengalami luka pada pelipis, wajah, kepala, dan dada.

Sebelum kejadian, korban disebut sempat menegur sejumlah anak-anak dan remaja yang membuat kegaduhan di dalam masjid dengan menggunakan pengeras suara. Teguran itu diduga menjadi pemicu ketegangan.

Keluarga korban telah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian pada malam hari setelah peristiwa terjadi. Sejumlah barang bukti, termasuk hasil visum dan rekaman CCTV, juga disebut telah diserahkan kepada penyidik.

Dalam pernyataannya, PDM Kota Palopo juga mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, serta mempercayakan penanganan kasus kepada pihak berwenang. Organisasi otonom Muhammadiyah pun diminta mengawal kasus ini secara damai, adil, dan transparan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *