Porosmaju.com, Makassar— Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar (FEB Unismuh Makassar) membekali 621 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Profesi (KKP) Tahun Akademik 2025/2026 melalui kegiatan pembekalan yang digelar di Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar, Kamis 25 Juni 2026. Kegiatan ini dihadiri Rektor Unismuh Makassar, pimpinan fakultas, dosen pembimbing, serta mitra strategis dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan PT Pegadaian.
Pembekalan dilaksanakan sebagai langkah awal untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja. Selain memberikan pemahaman teknis terkait pelaksanaan KKP, kegiatan ini juga menghadirkan materi dari praktisi dan lembaga keuangan guna memperkuat wawasan profesional mahasiswa.
Ketua Panitia KKP FEB Unismuh Makassar, Nasrullah, mengungkapkan bahwa program KKP tahun ini melibatkan ratusan mahasiswa yang akan ditempatkan di berbagai instansi dan perusahaan. Ia menjelaskan bahwa peserta terdiri atas 591 mahasiswa KKP reguler dan 26 mahasiswa KKP internasional yang akan ditempatkan di Malaysia dan Singapura.
“Pelaksanaan KKP ini ada beberapa kegiatan. Pertama ada KKP reguler yang jumlah pesertanya 591. Kemudian KKP internasional yang insya Allah akan dilaksanakan di dua negara, yaitu Malaysia dan Singapura. Ada 26 orang,” kata Nasrullah.
Selain itu, kata dia, terdapat empat mahasiswa yang saat ini sedang menjalani program internasional di Thailand. Seluruh peserta akan tersebar pada 251 instansi dan perusahaan dengan pendampingan 84 dosen pembimbing serta 15 anggota tim monitoring dan evaluasi.
Nasrullah menambahkan, pengelolaan laporan KKP kini dilakukan secara digital melalui sistem E-KKP. Menurutnya, sistem tersebut akan mempermudah proses pelaporan sekaligus meningkatkan efektivitas monitoring pelaksanaan program.
“Harapan dan capaian dari KKP ini adalah adanya laporan yang tersistem di E-KKP. Jadi tidak berbentuk manual lagi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan KKP diharapkan mampu memperkuat kerja sama antara fakultas dan mitra industri. Dengan keterlibatan ratusan instansi, FEB berupaya memperluas jejaring kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan akademik maupun profesional mahasiswa.
Rektor Unismuh Makassar (Unismuh Makassar), Dr Abdul Rakhim Nanda dalam sambutannya menegaskan bahwa KKP merupakan salah satu tahapan penting sebelum mahasiswa menyelesaikan studi dan memasuki dunia kerja. Ia berharap mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghasilkan karya dan pengalaman yang bernilai.
“Saya kira KKP hari ini adalah tahap kedua terakhir dari tahapan akademik. Kita berharap dari KKP-nya ananda bisa menghasilkan karya besar,” ujar Abdul Rakhim Nanda.
Rektor juga mendorong mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu serta memanfaatkan peluang publikasi ilmiah yang tersedia. Menurutnya, mahasiswa yang mampu menghasilkan artikel pada jurnal bereputasi dapat memperoleh berbagai keuntungan akademik.
“Selama Kuliah Kerja Profesi ini Anda bisa menemukan jalan untuk bisa lebih cepat sarjana. Kita berharap mahasiswa selesai tepat waktu karena kontribusinya juga sangat penting bagi akreditasi program studi,” katanya.
Lebih lanjut, Abdul Rakhim Nanda mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik kampus selama menjalankan KKP. Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang turun ke lapangan membawa identitas Unismuh Makassar sebagai perguruan tinggi Islam yang telah memiliki reputasi internasional.
“Hadir atau persaksikanlah bahwa ananda ini semua adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar, perguruan tinggi Islam dan perguruan tinggi yang bereputasi internasional,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FEB Unismuh Makassar, Dr Edi Jusriadi memaparkan visi, misi, tujuan, dan sasaran fakultas kepada mahasiswa dan mitra yang hadir. Ia menjelaskan bahwa FEB saat ini sedang berada pada fase penguatan menuju reputasi internasional sesuai peta jalan pengembangan fakultas.
Menurut Edi Jusriady, FEB telah menunjukkan kemajuan signifikan melalui capaian akreditasi unggul pada sebagian besar program studi. Fakultas juga terus memperkuat kerja sama internasional, kegiatan akademik global, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia.
“Fakultas Ekonomi dan Bisnis saat ini penekanannya ada pada daya saing global. Kita sekarang berada pada tahap kedua roadmap, yaitu menuju reputasi internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sekitar 80 persen program studi di lingkungan FEB telah meraih akreditasi unggul. Selain itu, fakultas juga memiliki berbagai indikator pendukung internasionalisasi, mulai dari sertifikasi mutu, kolaborasi riset internasional, hingga kegiatan pertukaran dan kompetisi mahasiswa di luar negeri.
Secara tidak langsung, Edi Jusriadi menegaskan bahwa seluruh civitas akademika memiliki tanggung jawab untuk mendukung pencapaian target tersebut. Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan berbagai fasilitas dan program yang telah disediakan fakultas untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing.
Kegiatan pembekalan KKP FEB Unismuh Makassar kemudian dilanjutkan dengan sesi materi dari Bank Indonesia, OJK, dan PT Pegadaian. Kehadiran para praktisi tersebut diharapkan memberikan wawasan mengenai dunia industri, literasi keuangan, serta tantangan profesional yang akan dihadapi mahasiswa saat memasuki lingkungan kerja. Melalui pembekalan ini, FEB Unismuh Makassar menargetkan peserta KKP tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, etika profesi, dan daya saing yang kuat di tingkat nasional maupun global.
















