Example 728x250
Berita

Dosen Unhas Bekali Kader Posyandu Bulukumba Cara Kenali Stres dan Depresi Ibu Menyusui

21
×

Dosen Unhas Bekali Kader Posyandu Bulukumba Cara Kenali Stres dan Depresi Ibu Menyusui

Share this article
Example 468x60

POROSMAJU.COM, BULUKUMBA — Tim dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) melatih kader Posyandu Anggrek di Desa Mattirowalie, Kabupaten Bulukumba, untuk memberikan layanan kesehatan secara holistik kepada ibu menyusui.

Pelatihan yang berlangsung pada 10-11 Juli 2026 itu memadukan skrining kesehatan fisik dan mental, latihan relaksasi, pijat oksitosin, serta pembuatan makanan selingan sehat untuk mendukung produksi air susu ibu atau ASI.

Example 300x600

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat bertajuk Implementasi Program POKALIS. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan kader dalam mendampingi ibu menyusui dari aspek biologis maupun psikologis.

Tim pengabdian dipimpin oleh Dr Jumrah, S.ST., M.Keb., dengan anggota Nur Hikmawaty Hasbiah, S.Ft., Physio., M.Kes.; Ns Nurlaila Fitriani, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J.; serta Dr dr Elizabet Catherine Jusuf, Sp.OG(K), M.Kes.

Kegiatan didukung pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas melalui hibah Program Kemitraan Masyarakat Tahun 2026.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai kesehatan ibu menyusui, termasuk pengenalan tanda bahaya, kesehatan mental, latihan fisik, dan pembuatan makanan selingan sehat.

Materi tersebut diberikan agar kader memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk membantu ibu menyusui menjaga kondisi fisik dan psikologisnya, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Balibo.

Pada hari kedua, peserta mengikuti pelatihan pijat oksitosin dan simulasi skrining kesehatan mental. Kader mempraktikkan proses skrining kepada ibu menyusui yang hadir dalam kegiatan posyandu.

Skrining dilakukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales atau DASS untuk membantu mengidentifikasi secara dini gejala depresi, kecemasan, dan stres. Hasil skrining awal tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi kader untuk mengarahkan ibu memperoleh layanan kesehatan lanjutan apabila diperlukan.

Ketua tim pengabdian, Jumrah, mengatakan, kesehatan ibu menyusui perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental.

“Melalui kegiatan ini, kader diharapkan mampu melakukan skrining awal terhadap kesehatan fisik dan mental ibu. Kader juga dapat mengajarkan latihan relaksasi serta mengenalkan makanan selingan sehat yang dapat membantu mendukung produksi ASI,” kata Jumrah.

Menurut dia, kondisi fisik dan psikologis ibu berpengaruh terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Karena itu, kader posyandu memiliki posisi penting sebagai pendamping terdekat bagi ibu di tingkat masyarakat.

Selama dua hari pelatihan, para kader dan ibu menyusui terlihat antusias mengikuti pemaparan materi maupun simulasi. Para kader berharap pendampingan dapat dilanjutkan agar kemampuan mereka dalam memberikan layanan kesehatan ibu terus meningkat.

Kemampuan peserta dievaluasi melalui tes awal dan tes akhir untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Tim pengabdian juga melakukan penilaian keterampilan melalui simulasi langsung.

Untuk menjaga keberlanjutan program, tim Unhas melakukan pendampingan melalui grup WhatsApp. Peserta juga memperoleh modul kegiatan dan video tutorial pembuatan makanan selingan sehat.

Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada kader Posyandu Anggrek, Pemerintah Desa Mattirowalie, Puskesmas Balibo, para ibu menyusui, serta LPPM Unhas yang mendukung pelaksanaan program tersebut.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, fasilitas kesehatan, dan kader posyandu itu diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan ibu berbasis masyarakat, terutama dalam mendukung kesehatan mental dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *