Porosmaju.com, Makassar – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tuan rumah Monitoring dan Evaluasi (Monev) RISPRO Invitasi kerja sama Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Monev digelar di Ruang Rapat Lantai 16 Gedung Iqra, Kampus Unismuh, pada Selasa 15 September 2026. Kegiatan itu mengevaluasi perkembangan tiga penelitian, masing-masing satu riset dari Unismuh Makassar dan dua riset dari Universitas Muhammadiyah Parepare.
Monev dilakukan untuk mengukur perkembangan penelitian, capaian luaran, kesiapan produk, serta potensi hilirisasi hasil riset.
Tim reviewer terdiri atas Mohammad Adam Jerusalem, ST., MH., MT., Ph.D. dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Prof Dr Akhmad, SE., MM. dari Unismuh Makassar. Hadir pula tim pendamping dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Lukman Hakim, MA.
Setiap tim peneliti mempresentasikan capaian penelitian sedikitnya selama satu jam, kemudian mengikuti sesi tanya jawab mengenai progres kegiatan dan luaran yang telah dihasilkan.
Peneliti juga diwajibkan menunjukkan seluruh produk dan luaran yang telah dicapai. Dari proses evaluasi tersebut, sejumlah penelitian tercatat telah menghasilkan produk, standar operasional prosedur, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga hasil riset yang mulai memasuki pasar.
Kembangkan Teknologi bagi Anak Tunarungu
Tim Unismuh Makassar dipimpin Dr Ir Muhammad Ridwang, ST., MT., melalui penelitian berjudul “Inovasi Sistem Terapi ABA dan Pembelajaran Multisensori Berbasis Virtual Reality dan Smart Glove untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Komunikasi Anak Tunarungu dengan Integrasi Model CNN–LSTM.”
Riset tersebut memadukan teknologi virtual reality, smart glove, dan kecerdasan buatan dalam sistem terapi dan pembelajaran multisensori bagi anak tunarungu.
Ridwang mengatakan penelitian tersebut diarahkan agar teknologi yang dikembangkan tidak berhenti pada prototipe.
“Kami ingin teknologi yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan pengguna. Karena itu, penelitian ini tidak berhenti pada pembuatan perangkat, tetapi diarahkan agar dapat digunakan dalam proses terapi dan pembelajaran anak tunarungu,” ujar Ridwang.
Menurutnya, monev menjadi kesempatan untuk memperoleh masukan terhadap substansi penelitian, kualitas produk, maupun strategi pengembangan hasil riset menuju tahap pemanfaatan yang lebih luas.
Biohumic dan Irigasi Tenaga Surya
Dua penelitian lainnya berasal dari Universitas Muhammadiyah Parepare.
Tim yang diketuai Prof Dr Iradatullah Rahim, SP., MP. mengembangkan penelitian berjudul “Hilirisasi Formula Biotron dengan Scale Up dan Strategi Komersialisasi Biohumic di Segmen Pertanian Tangguh Iklim.”
Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan dan hilirisasi formula biohumic untuk mendukung sektor pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Sementara tim yang dipimpin Dr Rahmawati, ST., M.Eng. mengembangkan riset “Optimasi Sistem Irigasi Perpompaan Lahan Non Rawa Berbasis Panel Surya untuk Peningkatan Indeks Pertanaman Padi sebagai Upaya Percepatan Swasembada Pangan Nasional.”
Riset tersebut mengintegrasikan sistem irigasi dengan energi surya untuk mendukung peningkatan produktivitas lahan pertanian.
Ketiga penelitian memiliki benang merah yang sama, yakni penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab persoalan konkret, mulai dari pendidikan inklusif, pertanian tangguh iklim, hingga ketahanan pangan dan energi bersih.
Riset Harus Sampai pada Dampak
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof Andi Sukri Syamsuri, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Unismuh sebagai tuan rumah Monev RISPRO Invitasi.
Menurutnya, riset perguruan tinggi harus bergerak melampaui pencapaian akademik.
“Riset tentu harus menghasilkan pengetahuan baru, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan itu memberikan solusi. Ketika penelitian sudah menghasilkan produk, HKI, SOP, bahkan mulai masuk pasar, di situlah riset menunjukkan dampak yang lebih nyata,” ujar Prof Andis.
Ia menilai dukungan LPDP bersama Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah memberi ruang bagi perguruan tinggi Muhammadiyah untuk memperkuat ekosistem penelitian dan hilirisasi inovasi.
“Kita ingin penelitian tidak berhenti pada laporan atau publikasi. Produk yang memiliki manfaat harus terus didorong menuju hilirisasi, digunakan masyarakat, dan jika memungkinkan berkembang dalam skala komersial,” tambahnya.
Monev Bukan Sekadar Administrasi
Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar, Dr Muhammad Arief Muhsin, mengatakan monev memiliki fungsi penting untuk memastikan penelitian tetap berada pada jalur yang telah direncanakan.
Menurutnya, evaluasi tidak sebatas memeriksa dokumen dan laporan kemajuan. “Monev bukan sekadar memeriksa kelengkapan administrasi. Yang jauh lebih penting adalah melihat apakah riset bergerak sesuai tujuan, menghasilkan luaran yang dijanjikan, dan memiliki potensi untuk dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat,” ujar Arief.
LP3M Unismuh mendapat tanggung jawab mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan sebagai lembaga yang menaungi riset dan pengabdian kepada masyarakat di universitas.
Arief mengatakan posisi Unismuh sebagai tuan rumah juga menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat budaya riset yang produktif.
“Kami ingin budaya riset di Unismuh terus bergerak dari sekadar menghasilkan laporan dan publikasi menuju produk, HKI, model, maupun inovasi yang benar-benar dapat digunakan. Karena itu, LP3M akan terus mengawal proses penelitian sejak perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga hilirisasi,” katanya.
Ia menilai tiga penelitian yang dievaluasi memiliki relevansi kuat terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ketiganya mempunyai benang merah yang sama, yaitu kebermanfaatan. Ada teknologi untuk mendukung anak tunarungu, inovasi pertanian tangguh iklim, dan sistem irigasi berbasis energi surya. Inilah arah riset yang ingin terus kita dorong: menjawab persoalan nyata,” jelas Arief.
Dorong Riset hingga Hilirisasi
Monev RISPRO Invitasi tidak hanya menjadi ruang untuk menilai sejauh mana target penelitian telah dicapai, tetapi juga memberikan masukan bagi masing-masing tim untuk menyempurnakan penelitian hingga tahap akhir.
Reviewer mengevaluasi kualitas luaran, perkembangan produk, kesiapan hilirisasi, keberlanjutan penelitian, serta potensi pemanfaatannya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat posisi Unismuh sebagai perguruan tinggi yang mendorong penelitian berbasis inovasi, penyelesaian masalah, dan kebermanfaatan.
Ketiga riset juga memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian teknologi terapi dan pembelajaran bagi anak tunarungu beririsan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, terutama melalui pengembangan teknologi pendidikan yang lebih inklusif.
Riset biohumic untuk pertanian tangguh iklim mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.
Sementara pengembangan sistem irigasi berbasis panel surya berkaitan dengan SDG 2 dan SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, karena memadukan peningkatan produktivitas pertanian dengan pemanfaatan sumber energi terbarukan.
Melalui Monev RISPRO Invitasi tersebut, Unismuh bersama perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya didorong memastikan penelitian tidak berhenti pada keluaran akademik, tetapi bergerak menuju produk, hilirisasi, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
















