Porosmaju.com, Makassar— Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU, mendorong mahasiswa baru aktif berorganisasi selama kuliah. Namun, ia mengingatkan aktivitas organisasi tidak boleh mengorbankan tugas utama mahasiswa untuk menyelesaikan studi.
Pesan itu disampaikan Rakhim di hadapan 5.031 mahasiswa baru dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa pengukuhan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar, Kamis, 17 September 2026
Menurut Rakhim, kehidupan kampus tidak cukup dijalani hanya dengan masuk kelas, mengikuti perkuliahan, lalu pulang. Mahasiswa juga perlu belajar bersosialisasi, berdialektika, serta membangun kematangan melalui organisasi.
Ia mendorong mahasiswa mengikuti proses perkaderan Darul Arqam Dasar (DAD) di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), organisasi kemahasiswaan, himpunan mahasiswa jurusan, klub studi, badan eksekutif mahasiswa, hingga unit kegiatan mahasiswa.
“Ambillah peran di dalamnya untuk menjadikan Anda sekalian dewasa secara organisasi, dewasa berdialektika dengan teman sejawat, dewasa berdialektika dengan pimpinan, dosen, dan guru-guru Anda yang berada di Universitas Muhammadiyah Makassar,” kata Rakhim.
Menurut dia, pengalaman berorganisasi penting untuk mengembangkan daya pikir dan daya cipta mahasiswa. Terlebih, Unismuh menempatkan diri sebagai perguruan tinggi yang memiliki orientasi internasional.
“Kampus kita adalah kampus bereputasi internasional. Karena itu, mahasiswanya juga harus ikut bereputasi internasional,” ujarnya.
Kuliah Tetap Prioritas
Namun, Rakhim memberi batas yang tegas. Aktivitas kemahasiswaan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab akademik.
Menurut dia, kondisi ideal adalah mahasiswa mampu mengatur waktu sehingga perkuliahan dan organisasi dapat berjalan bersama. Jika mahasiswa tidak mampu menjalankan keduanya dan harus menentukan prioritas, kuliah tidak boleh menjadi korban.
“Bagi ananda mahasiswa yang mampu mengatur dan memanage waktunya secara baik, kuliah sambil aktif berorganisasi. Tetapi kalau Anda diperhadapkan pada pilihan kuliah atau berorganisasi dan salah satunya harus korban, maka tidak boleh dikorbankan kuliahnya. Anda harus sarjana,” kata Rakhim.
Pesan tersebut disampaikan karena mahasiswa baru sedang memasuki fase kehidupan yang berbeda. Rakhim menyebut mahasiswa baru sebagai “manusia dewasa muda”, yakni mereka yang mulai dituntut bertanggung jawab atas pilihan dan kehidupannya sendiri meskipun dalam banyak hal masih bergantung kepada orangtua.
Perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa, menurut dia, harus diikuti perubahan cara mengelola diri.
“Mulai hari ini, Anda sebagai mahasiswa rencanakan perjalanan hidup Anda,” ujarnya.
Untuk program sarjana, Unismuh menyiapkan kurikulum delapan semester. Rakhim meminta mahasiswa menanamkan komitmen sejak awal untuk menyelesaikan studi paling lama dalam delapan semester, bahkan jika memungkinkan dalam tujuh semester.
“Empat tahun kemudian, insya Allah Anda akan duduk di sini dengan toga seorang sarjana,” katanya.
Jangan Merencanakan Kegagalan
Rakhim mengingatkan bahwa keberhasilan hidup memang tidak semata-mata ditentukan oleh ijazah. Namun, bagi seseorang yang telah memilih masuk perguruan tinggi dan diterima sebagai mahasiswa, menyelesaikan pendidikan merupakan tanggung jawab yang harus dituntaskan.
Ia bahkan menyampaikan pesan cukup tegas kepada mahasiswa baru.
“Memang keberhasilan atau kemajuan tidak selalu ditentukan oleh ijazah sarjana. Tetapi, bagi ananda yang telah mendaftar dan dinyatakan lulus masuk di Unismuh Makassar, tetapi tidak sampai sarjana, itu adalah sebuah kegagalan,” ujarnya.
Karena itu, mahasiswa diminta sejak awal merancang perjalanan akademiknya, menentukan target, dan memilih jalan yang paling rasional untuk mencapai keberhasilan.
“Jangan pernah mencetak kegagalan di dalam perjalanan ananda sekalian,” kata Rakhim.
Ia menambahkan, tidak semua mahasiswa harus menempuh jalan yang sama. Ada mahasiswa yang berkembang melalui organisasi, ada yang menonjol dalam kegiatan akademik, dan ada pula yang menemukan jalan keberhasilannya setelah menyelesaikan pendidikan.
Yang terpenting, menurut Rakhim, mahasiswa mampu mengenali kemampuan diri dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil.
“Desain dan rencanakan perjalanan hidup Anda selama di kampus Unismuh Makassar ini. Anda harus berhasil membuat Anda bangga pada diri sendiri, bangga kepada orangtua, dan pada gilirannya memberikan manfaat kepada kehidupan berbangsa dan bernegara melalui Persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.
Menutup pesannya, Rakhim mengajak mahasiswa menjadikan Unismuh bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi juga ruang belajar tentang kehidupan.
“Selamat memulai belajar. Belajar tentang ilmu, belajar tentang kehidupan, dan belajar tentang segi-segi perjalanan hidup. Semoga Anda sekalian berhasil semuanya,” kata Rakhim.
















