Porosmaju.com, Makassar — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) memperkuat kerja sama akademik internasional dengan Ifugao State University (IFSU), Filipina, melalui program Visiting Professor, Jumat, 23 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, Guru Besar Unismuh, Prof Dr Agustan S, SPd, MPd, membahas pengembangan kemampuan berpikir reflektif melalui pendidikan matematika untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan IFSU itu merupakan tindak lanjut kerja sama kedua perguruan tinggi yang telah disepakati pada 3 Agustus 2026. Melalui kuliah akademik tersebut, Unismuh dan IFSU berupaya memperluas pertukaran pengetahuan, memperkuat inovasi pembelajaran, serta membuka peluang penelitian bersama.
Prof Agustan membawakan materi bertajuk Empowering Reflective Thinking through Mathematics Education for Sustainable Development. Materi tersebut menekankan pentingnya pembelajaran matematika yang tidak berhenti pada penguasaan rumus dan prosedur perhitungan, tetapi juga mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis dan reflektif.
Dalam paparannya, Prof Agustan menjelaskan bahwa kemampuan berpikir reflektif diperlukan agar peserta didik mampu mengevaluasi proses penyelesaian masalah. Pendekatan ini juga membantu mereka memahami hubungan antara konsep matematika dan persoalan nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran matematika diarahkan untuk membangun kemampuan peserta didik dalam menelaah persoalan, mempertimbangkan berbagai alternatif penyelesaian, dan menilai kembali keputusan yang telah diambil. Dengan demikian, matematika tidak hanya dipahami sebagai kumpulan konsep abstrak, tetapi juga sebagai sarana mengembangkan penalaran.
Prof Agustan juga mengaitkan pendidikan matematika dengan konsep Education for Sustainable Development (ESD) atau pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan pendidikan sebagai sarana membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Pembelajaran yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan mencakup tiga dimensi utama, yakni lingkungan, sosial, dan ekonomi. Ketiga dimensi tersebut dapat diintegrasikan dalam pembelajaran matematika melalui persoalan kontekstual yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
Dalam konteks lingkungan, misalnya, matematika dapat digunakan untuk memahami penggunaan sumber daya, pengelolaan air, dan konsumsi energi. Sementara pada dimensi sosial dan ekonomi, kemampuan numerasi dan analisis data dapat membantu peserta didik memahami persoalan ketimpangan, penggunaan sumber daya, serta pengambilan keputusan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas. Pendidikan matematika yang mendorong kemampuan berpikir reflektif diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran yang kritis, kontekstual, dan relevan dengan tantangan masyarakat.
Selain membahas aspek konseptual, kegiatan ini menjadi ruang pertukaran pengalaman akademik antara Unismuh dan IFSU. Pertemuan tersebut membuka kesempatan bagi kedua perguruan tinggi untuk berbagi praktik pembelajaran dan mendiskusikan pendekatan inovatif dalam pendidikan matematika.
Program Visiting Professor ini merupakan bagian dari pelaksanaan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani kedua universitas pada 3 Agustus 2026. Kesepakatan tersebut menjadi dasar pengembangan kolaborasi akademik, pertukaran keahlian dosen, dan perluasan jaringan penelitian internasional.
Melalui kerja sama ini, kedua institusi juga memiliki peluang mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara bersama. Bidang pendidikan matematika menjadi salah satu ruang kolaborasi yang dapat diarahkan untuk menghasilkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan.
Bagi Unismuh, keterlibatan dosen dalam kegiatan akademik internasional merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi keilmuan di tingkat global. Program tersebut sekaligus membuka ruang bagi akademisi untuk memperkenalkan gagasan, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring dengan perguruan tinggi luar negeri.
Kolaborasi Unismuh dan IFSU diharapkan terus berkembang melalui program akademik yang berkesinambungan. Selain memperkuat hubungan antarlembaga, kerja sama ini diharapkan menghasilkan penelitian bersama, inovasi pendidikan, dan kontribusi nyata terhadap pencapaian pembangunan berkelanjutan
















