Din Syamsuddin Bahas Politik Transaksional dan Transformasional di Munas Muhammadiyah

 

POROSMAJU.COM, MAKASSAR- Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menjelaskan perihal politik transaksional yang sering terjadi dalam politik. Dalam penjelasannya, Din menyebutkan, secara umum ada dua hal yang berbeda dalam politik, yaitu politik transaksional dan politik transformasional.
“Konsep transaksional politik itu sering dibedakan corak kepemimpinan yang lain sekaligus corak politik lain yang menggunakan istilah transformasinal,” ujar Din Syamsuddin.
Menurut Din, politik transaksional akan mebentuk pemimpin transaksional. Kemudian, politik transformasional akan melahirkan pemimpin yang transformasional. Pemimpin yang transaksional biasanya melahirkan kesepakatan-kesepakatan dengan konstituen.
“Banyak literatur menyebutkan bahwa kepemimpinan transaksional dan sekaligus politik transaksional itu menekankan adanya aksi dan transaksi, kemudian kesepakatan dan perjanjian, agar faktor-faktor politik pada satu pihak dengan rakyat di pihak lain,” ujarnya.
Lebih lanjut, Din Syamsuddin menyebutkan bahwa politik transaksional akan melahirkan pemimpin yang tidak progresif dan dapat menghambat kemajuan suatu bangsa.
“Politik transaksional biasanya sangat menekankan kesepakatan antara kedua belah pihak. Tentu pihak yang ingin tampil pada posisi kekuasaan memungkinkan dengan konstituennya terjadi deal-deal tertentu. Jika dibandingkan antara politik transaksional dengan politik transformasinal maka politik transaksional dianggap tidak bersifat progresif,” ujar Din dalam pidatonya.
Pembahasan politik transaksional ini merupakan salah upaya menghadapi tahun politik. Hal ini mengingat masih masifnya politik transaksional dengan dalam perpolitikan Indonesia.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *