Example 728x250
Berita

Nasyit Umar Inginkan Ada Sinergitas Legislatif dan Ormas

6
×

Nasyit Umar Inginkan Ada Sinergitas Legislatif dan Ormas

Share this article
Example 468x60

Legislator Fraksi Demokrat DPR RI, Nasyit Umar

POROSMAJU-MAKASSAR, Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Nasyit Umar menjadi pembicara dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah, Sabtu, 23 Desember 2017.
Dalam paparannya, Nasyit berbicara tentang Sinergitas Ormas dan Legislatif untuk Indonesia Maju dan Berperadaban. Menurutnya, legislatif dan ormas harus bekerja sama untuk memajukan bangsa.
“Legislatif menjalankan peran pengawasan, penganggaran, dan perundang-undangan (legislasi). Ketiga peran tersebut bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lahir mau pun batin,” ungkap Nasyit.
Sedangkan ormas, merupakan pengorganisasi masyarakat sipil yang juga tujuannya adalah memajukan bangsa.
“Ormas juga mengonsolidasikan masyarakat sipil. Tentu saja ada sejumlah cita-cita ormas. Cita-cita tersebut, sedikit banyaknya, akan berkaitan dengan usulan peraturan atau  pelayanan public.” Ujarnya lebih lanjut.
Maka dari itu, Nasyit mengungkapkan bahwa antara legislatif dan ormasi, dalam hal ini Wahda Islamiyah, bisa saling terhubung dengan cita-cita yang sama.
“Karena itu, jika ada kebijakan pemerintah yang dianggap oleh warga masyarakat kurang maksimal, melalui ormas , hal tersebut dapat disinergikan dengan pihak DPR. Untuk ini, wakil rakyat dapat menjalankan fungsi pengawasannya atas pelaksanaan program pemerintah,” kata Nasyit.
Nasyit sebagai anggota Komisi IV DPR RI, yang juga memiliki konsen khusus terhadap pertanian, sangat ideal bersinergi dengan wahdah Islamiyah. Hal berdasarkan referensi yang dikemukakan Nasyit, yaitu karya akademis dari Syarifuddin Jurdi, bahwa Wahdah Islamiyah begitu peduli terhadap masalah keummatan.
“WI juga memberi perhatian pada dinamika kehidupan masyarakat dewasa ini dengan terlibat aktif dalam memecahkan persoalan-persoalan keumatan secara langsung. Karena itu, Saya pikir, gagasan relasi WI dan bidang pertanian tersebut tidaklah aneh dan mustahil,” ujar Nasyit.
Di akhir paparan, Nasyit mengingatkan betapa pentingnya nilai-nilai spiritual dalam memajukan suatu bangsa.
“Masyarakat yang memiliki etos spiritualitas, biasanya memiliki pikiran visioner. Mereka berpikir jauh ke depan. Mereka tidak hanya berpikir untuk hari ini dan saat ini, mereka meyakini, akan adanya hari akhir,” kata Nasyit.
Sebagai penutup, Nasyit kembali mengingatkan bahwa, ormas sebagai sebuah lembaga independen, harus tetap menjaga independensi serta tidak terlibat dalam politik praktis. Ormas juga diharapkan memberikan masukan-masukan terkait kebijakan yang bermanfaat untuk masyarakat.
“Sekali lagi, ormas secara organisasi tetap harus menjaga indpendensinya untuk tidak berpolitik praktis. Namun, berpolitik yang dimaksud dalam makna yang lebih substantif. Ormas tidak boleh alergi dengan politik, sebab kebijakan-kebijakan strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak ditentukan oleh keputusan-keputusan politik,” ungkapnya.
Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *