Example 728x250
Berita

Ikatan Wartawan Online Ajak Pelajar Bijak Bersosmed dan Kenali Hoax

7
×

Ikatan Wartawan Online Ajak Pelajar Bijak Bersosmed dan Kenali Hoax

Share this article
Example 468x60
Dialog Akhir Tahun Ikatan Wartawan Online (IWO) dan Dinas Pendidikan Kota Makassar di Warkop 47, Sabtu 30 Desember 2017.

POROSAMAJU.COM, MAKASSAR — Ikatan Wartawan Online (IWO) menggelar dialog akhir tahun bekerja sama Dinas Pendidikan Kota Makassar. Dialog ini dilaksanakan di Warkop 47, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Sabtu, 30 Desember 2017.

Dialog tersebut menghadirkan narasumber Arqam Azikin (Ketua Dewan IWO Sulsel), Ismunandar (Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar), dan Haidar Majid (Anggota DPRD Propinsi Sulsel Fraksi Partai Demokrat) dengan mengusung tema “Pelajar Makassar Bijak Bersosmed dan Kenali Hoax”.

Example 300x600

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar, mengungkapkan, gawai atau HP yang dibelikan oleh orangtua  kepada anaknya harus dikontrol dan mengetahui aktivitas  Si anak.

Untuk ini, menurut Ismunandar, orang tua harus memiliki program untuk mengontrol aktivitas anak. Tindak orang tua tersebut juga untuk mengajarkan nilai-nilai moral dan kejujuran. Ini karena gawai bisa dimanfaatkan oleh anak untuk hal yang negatif.

“Harus diprogramkan, bagaimana seorang anak mengenali sifat kejujuran, dengan melakukan pemantauan teknologi. Misalnya mereka sedang ujian, kalau mereka tidak menyontek dengan cara mengunakan HP Android berarti terjaga integritasnya, tapi perlu juga pendidikan karakter seorang anak tidak lepas, harus diperkuat pendidikan Agama,” katanya.

Sementara itu, Haidar Majid, berharap kepada IWO untuk menyajikan informasi benar yang berimbang untuk dikonsumsi masyarakat di tahun politik. Ini demi kebertahanan media tersebut dan demi kecerdasan bangsa.

“Karena momentum kontestasi politik di tahun 2018, kami harapkan gabungan IWO adalah sebagai penyebar informasi yang berimbang. Dulu menyebarkan informasi dengan cara menulis informasi di mading, misalnya kita mencintai seseorang maka ditempellah di mading itu supaya orang itu tahu. Tapi saat ini, dengan canggihnya teknologi kita duduk saja bisa kita komunikasi di luar wilayah kita. Nah, kalau media mau bertahan di zaman sekarang, beritakanlah kebenaran,” jelas Haidar.

Sementara itu, Arqam Azikin, mengatakan, arena kontestasi politik 2018, menunjukkan, rata-rata pemuda membaca informasi dari media daring (online). Karena itu, media daring, dalam kontestasi politik ini harus memberikan konten yang rill, bukan berita palsu (hoax).

Hal ini demi pendidikan politik yang baik bagi anak muda, generasi penerus bangsa yang kebanyakan mengonsumsi berita di media daring.

Karena itu, Arqam menyarankan, pemerintah memprogramkan untuk pengajaran khusus untuk mengenali berita palsu di sekolah-sekolah. Hal ini bisa dimasukkan sebagai konten pelajaran muatan lokal.

“Pelajar saat ini, perlu ada pendidikan lokal, artinya ada pendidikan khusus tentang hoax. Dan juga perlu pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan melakukan FGD  (focus group discussion) untuk membahas konsep pelajar mengenali hoax,” kata Arqam.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *