Example 728x250
Berita

Tahun 2017, Wisatawan Mancanegara Di Sulsel Meningkat, Dispar Siapkan Sejumlah Destinasi Baru

5
×

Tahun 2017, Wisatawan Mancanegara Di Sulsel Meningkat, Dispar Siapkan Sejumlah Destinasi Baru

Share this article
Example 468x60

Kawasan Wisata Lappa Laona di Kabupaten Barru (sumber: Muhaemin Af)

POROSMAJU.COM, MAKASSAR- Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis perkembangan kunjungan Pariwisata Sulawesi Selatan hingga Oktober 2017.
BPS mengemukakan bahwa kunjungan Wisatawan Mancanegara (wisman) melalui pintu Makassar meningkat di tahun 2017.
“Secara akumulatif, (Januari-November) 2017, jumlah kunjungan wisman ke Sulawesi Selatan mencapai 16.030 kunjungan atau meningkat 7,43 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berjumlah 14.921 kunjungan,” ungkap Pihak BPS Provinsi Sulsel sebagaimana dalam rilis.
Terkhusus untuk bulan November 2017, jumlah wisman mencapai 1.512 kunjungan atau meningkat 8,08 persen jika dibandingkan dengan Oktober 2017 yaitu 1.399 wisman.
Sementara itu, pihak Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan, peningkatan kunjungan wisatawan asing ini karena adanya pengenalan destinasi tempat wisata baru, seperti Rammang-Rammang.
“Kita punya destinasi wisata unggulan, seperti tahun 2017 ini sama 2018, Rammang-Rammang lagi sedang diangkat,” ujar Febrian dari South Sulawesi Tourism Information Center (SSTIC)
Akan tetapi, Febrian mengungkapkan bahwa Toraja tetap masih menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing.
“Toraja masih tetap yang pertama,” ungkapnya saat ditanya disetinasi unggulan Sulsel.
Di tahun 2018 ini, Dinas Pariwisata Sulsel berencana mempublikasikan secara masif peluncuran beberapa destinasi wisata baru.
“Kita ini berencana me-launching beberapa destinasi wisata baru, seperti di Barru ada Celebes Canyon, terus Lappa Laona di Barru juga,” katanya.
Selain beberapa tempat di Barru, beberapa tempat wisata di Bulukumba dan Selayar juga menjadi target promosi. Untuk itu, ia berharap pemerintah termasuk pemerintah daerah (pemda) setempat mendukung program tersebut.
Ini karena salah satu pendukung destinasi wisata adalah akses. Selain itu, pemerintah juga diharapkan mampu menggelar acara yang bernuansa budaya sehingga menarik wisatawan asing, seperti Toraja yang digandrungi karena seremoni tradisinya.
“Kalau soal wisata budaya, sebenarya yang bersangkutan adalah kabupaten kota, dia yang punya acara. Kita juga punya, cuman sedikit, misalnya Lovely Desember, Festival Takabonerate. Tapi yang lain kita tetap support,” ungkapnya.
Untuk itu, dalam hal wisata budaya, Dinas Pariwisata Sulsel berharap, pemerintah kabupaten- kota dapat lebih gencar dalam membuat kegiatan dan promosi.
“Jadi, sebaiknya ini yang gencar kabupaten kota, karena dia yang punya kegiatan,” tutupnya.
Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *