Porosmaju.com, Johor, Malaysia — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memperkuat internasionalisasi pembelajaran melalui kunjungan industri ke LY Furniture Sdn. Bhd. di Johor, Malaysia, Senin 13 Juli 2026. Program yang diikuti 26 mahasiswa ini menjadi bagian dari implementasi experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman untuk menghubungkan teori di ruang kuliah dengan praktik di dunia industri internasional.
Kegiatan tersebut didampingi Dekan FEB Unismuh Makassar Dr. Edi Jusriadi, bersama Dr. Mira, Dr. M. Yusuf Alfian Rendra Anggoro KR, dan Dr. Samsul Rizal. Selama kunjungan, mahasiswa mempelajari secara langsung sistem manajemen perusahaan, proses produksi, pengendalian mutu (quality control), manajemen rantai pasok, hingga strategi perusahaan dalam mempertahankan daya saing di pasar global.
Berbeda dengan kunjungan industri yang bersifat observatif, program ini dirancang agar mahasiswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran di lingkungan kerja. Peserta tidak hanya mengamati proses produksi, tetapi juga memasuki area produksi, berdialog dengan pimpinan dan karyawan perusahaan, serta memperoleh penjelasan mengenai berbagai tahapan operasional industri.
Mahasiswa juga berkesempatan mengamati penerapan teknologi manufaktur, standar kualitas internasional, efisiensi operasional, hingga budaya kerja yang diterapkan perusahaan. Pengalaman tersebut memberi gambaran nyata mengenai tantangan dan kebutuhan industri global yang terus berkembang.
Melalui pembelajaran langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengaitkan konsep manajemen, kewirausahaan, dan bisnis internasional yang dipelajari di ruang kuliah dengan praktik bisnis yang dijalankan perusahaan manufaktur berskala internasional.
Pendekatan tersebut juga dirancang untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis, keterampilan analitis, serta kemampuan memecahkan masalah. Selain itu, pengalaman lintas negara diharapkan membentuk karakter profesional dan meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi persaingan dunia kerja global.
Dekan FEB Unismuh Makassar, Dr. Edi Jusriadi, mengatakan pengalaman belajar di lingkungan industri internasional menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi lulusan.
“Mahasiswa harus mendapatkan pengalaman langsung dari dunia industri internasional. Dengan melihat, berdiskusi, dan terlibat dalam proses kerja secara langsung, mereka akan memiliki perspektif yang lebih luas dan kesiapan yang lebih baik untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif,” ujarnya.
Menurut Edi, internasionalisasi pembelajaran tidak cukup dilakukan melalui perkuliahan di kelas. Mahasiswa juga perlu memperoleh pengalaman nyata agar memahami dinamika industri, perkembangan teknologi, dan kebutuhan dunia usaha yang terus berubah.
Karena itu, kunjungan industri internasional menjadi salah satu program strategis yang akan terus dikembangkan FEB Unismuh Makassar. Selain kunjungan industri, fakultas juga memperluas kerja sama melalui program student mobility, kuliah tamu internasional, kolaborasi riset, pengabdian kepada masyarakat lintas negara, hingga pengembangan peluang magang bersama mitra industri dan perguruan tinggi di luar negeri.
Melalui berbagai program tersebut, FEB Unismuh Makassar menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman internasional, kemampuan beradaptasi dalam lingkungan multikultural, serta kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di tingkat nasional maupun global.
















