Example 728x250
Berita

STIMI YAPMI dan Politeknik Indonesia Benchmarking ke FEB Unismuh

20
×

STIMI YAPMI dan Politeknik Indonesia Benchmarking ke FEB Unismuh

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Makassar — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menerima kunjungan benchmarking dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) YAPMI Makassar dan Politeknik Indonesia Makassar di Mini Hall Lantai 8 FEB Unismuh, Rabu 22 Juli 2026. Kunjungan tersebut difokuskan pada pembelajaran mengenai tata kelola organisasi kemahasiswaan dan sistem pembinaan mahasiswa yang diterapkan di lingkungan fakultas.

Rombongan Politeknik Indonesia Makassar dipimpin Risnawati Anwas, S.KM., M.Kes, sedangkan STIMI YAPMI Makassar dipimpin Adrianah, S.Pd., M.Pd. Kedua institusi ingin mempelajari model kepemimpinan mahasiswa, pola pembinaan organisasi, serta mekanisme pengelolaan kelembagaan kemahasiswaan yang telah dikembangkan FEB Unismuh.

Example 300x600

Kegiatan dibuka oleh Dekan FEB Unismuh Makassar, Dr. Edi Jusriadi, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kedua perguruan tinggi tersebut dengan memilih FEB Unismuh sebagai lokasi benchmarking.

Menurut Edi, benchmarking tidak hanya menjadi sarana studi banding, tetapi juga ruang untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat jejaring antarlembaga dalam meningkatkan kualitas pembinaan mahasiswa.

“Benchmarking bukan sekadar studi banding, tetapi menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pembinaan mahasiswa. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang,” ujar Edi.

Sesi utama dipandu Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB Unismuh Makassar, Dr. Rendra Anggoro, S.E., M.M. Ia memaparkan strategi pengelolaan organisasi kemahasiswaan yang diterapkan di fakultas, mulai dari sistem kaderisasi, pembinaan organisasi mahasiswa, tata kelola administrasi kelembagaan, hingga pengembangan prestasi mahasiswa.

Selain itu, Rendra menjelaskan pentingnya sinergi antara pimpinan fakultas, dosen pembina, dan organisasi mahasiswa dalam menciptakan iklim kemahasiswaan yang produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, organisasi mahasiswa merupakan wadah pembelajaran kepemimpinan yang perlu dikelola secara profesional agar mampu membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, komunikasi, serta kepedulian sosial.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai praktik baik dalam pengelolaan organisasi mahasiswa. Peserta bertukar pengalaman mengenai penyusunan program kerja, sistem administrasi kelembagaan, strategi peningkatan prestasi mahasiswa, hingga mekanisme evaluasi organisasi.

Melalui forum tersebut, ketiga perguruan tinggi juga menjajaki penguatan kerja sama di bidang kemahasiswaan. Sejumlah agenda yang dibahas meliputi pelatihan kepemimpinan mahasiswa, pertukaran praktik baik pengelolaan organisasi, penyelenggaraan seminar bersama, serta pengembangan kapasitas pengurus organisasi mahasiswa.

Kerja sama tersebut juga diarahkan pada penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA) sebagai dasar pelaksanaan program kolaboratif di bidang kemahasiswaan dan pengembangan sumber daya manusia. Sinergi itu diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi antarperguruan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan organisasi mahasiswa.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *