Example 728x250
Uncategorized

Unismuh dan BRIN Dorong Riset PTMA hingga Tahap Hilirisasi

11
×

Unismuh dan BRIN Dorong Riset PTMA hingga Tahap Hilirisasi

Share this article
Example 468x60

 

Porosmaju.com, Makassar — ​​Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membekali dosen Universitas Muhammadiyah Makassar dan sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) se-Sulawesi Selatan dalam menyusun proposal penelitian yang kompetitif dan memenuhi ketentuan klirens etik.

Example 300x600

Bimbingan teknis penulisan proposal penelitian dan dokumen klirens etik itu diadakan di Ruang Teater I-Gift, Lantai 2, Unismuh Makassar, Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan menghadirkan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Prof. Dr. Agus Haryono, M.Sc., bersama tim BRIN.

Kegiatan tersebut diikuti dosen dan pengelola lembaga penelitian dari Unismuh Makassar serta perwakilan PTMA di Sulawesi Selatan. Sebanyak 197 dosen dicatat mengisi formulir keikutsertaan dan diminta membawa proposal yang telah disiapkan untuk memperoleh Arah langsung dari BRIN.

PTMA yang hadir antara lain Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Sinjai, Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Enrekang, Institut Teknologi Kesehatan Muhammadiyah Sidrap, Universitas Muhanmadiyah Barru serta Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan.

Sejumlah rektor, wakil rektor, pimpinan lembaga penelitian, guru besar, dan dosen dari perguruan tinggi tersebut turut mengikuti kegiatan. Bimtek juga menjadi ruang pertemuan antara dosen PTMA dan sejumlah peneliti dari organisasi serta pusat penelitian di lingkungan BRIN.

Penanggungjawab acara, yang juga Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, atau akrab disapa Prof Andis, mengatakan bimtek diselenggarakan untuk membantu dosen memperbaiki proposal sebelum batas akhir pemasukan program BRIN.

“Proposal harus masuk paling lambat 31 Juli. Oleh karena itu, dosen yang kami undang adalah mereka yang sudah menyiapkan proposal agar dapat dibedah dan mendapat masukan langsung,” ujar Prof Andis.

Ia menilai kehadiran Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN menjadi kesempatan penting bagi dosen PTMA se-Sulawesi Selatan. Para peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan teknis penulisan proposal, tetapi juga dapat memahami secara langsung standar, orientasi, dan persyaratan program penelitian BRIN.

Prof Andis menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar yang dipimpin Dr. Muhammad Arief Muhsin.

Rektor Unismuh Makassar, Dr.Ir. Abd. Rakhim Nanda, ST, MT, IPU., mengatakan komunikasi dan kolaborasi yang lebih intensif dengan BRIN diperlukan agar semakin banyak dosen PTMA yang terlibat dalam program penelitian nasional.

Menurut Rakhim Nanda, Unismuh saat ini telah memiliki seorang dosen yang berhasil lolos dalam program BRIN. Selain itu, dua usulan lainnya masih menjalani proses penilaian. Ia berharap jumlah tersebut meningkat setelah dosen mengikuti bimbingan teknis.

“Kita berharap setelah pelatihan ini akan lebih banyak dosen yang lolos, bukan hanya dari Unismuh, tapi juga dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah di Sulawesi Selatan,” kata Rakhim Nanda.

Ia mengatakan salah satu program yang penting bagi perguruan tinggi adalah bina talenta. Program tersebut dapat membantu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia peneliti dan sekaligus melibatkan siswa dalam aktivitas penelitian.

Penguatan kapasitas peneliti, lanjut dia, menjadi bagian dari persiapan Unismuh menuju universitas penelitian. Oleh karena itu, kualitas dan relevansi penelitian perlu terus ditingkatkan agar sejalan dengan kebutuhan masyarakat, pembangunan daerah, dan prioritas penelitian nasional.

Rakhim Nanda juga mengingatkan bahwa keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari jumlah proposal yang diperoleh pendanaan atau artikel yang diterbitkan dalam jurnal bereputasi. Penelitian harus menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata.

“Riset tidak boleh berhenti di laboratorium, tidak boleh berhenti di jurnal bereputasi, tetapi harus lahir sebagai hilirisasi yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, hilirisasi dapat dilakukan melalui kerja sama dengan penerapan dunia industri maupun langsung di tengah masyarakat. Sementara itu, inovasi berskala besar dan menggunakan teknologi tinggi yang memerlukan dukungan industri agar dapat diproduksi dan dimanfaatkan secara luas.

Sejumlah bidang strategi yang dapat menjadi perhatian peneliti meliputi kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, energi, kemaritiman, pengamanan, manufaktur dan material maju, serta hilirisasi dan industrialisasi. Bidang-bidang tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Kegiatan tersebut juga diikuti perwakilan pusat penelitian di lingkungan BRIN, antara lain pusat penelitian yang bergerak di bidang bahasa, sastra, komunikasi, dan preservasi. Kehadiran para peneliti diharapkan membuka peluang kerja sama penelitian dengan dosen PTMA sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Dalam pembukaannya, Unismuh Makassar juga menandatangani nota kesepahaman dengan Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar. Penandatanganan disaksikan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN serta Wakil Rektor I Unismuh Makassar. Substansi kerja sama tersebut akan dikembangkan dalam pemberitaan tersendiri.

Rakhim Nanda berharap bimtek menghasilkan peningkatan nyata dalam jumlah dan kualitas proposal dosen. Hasil penelitian yang lahir dari program tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat reputasi institusi, tetapi juga mendukung visi Unismuh menuju keunggulan global dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *