Example 728x250
Berita

Usung Teknologi AI untuk Ketahanan Pangan Perkotaan, Mahasiswa Unismuh Raih Bronze Award ICIC 2026

7
×

Usung Teknologi AI untuk Ketahanan Pangan Perkotaan, Mahasiswa Unismuh Raih Bronze Award ICIC 2026

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Makassar — Tim mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar, meraih Bronze Award atau Juara 3 dalam International Communication Innovation Competition (ICIC) 2026 yang diselenggarakan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Prestasi tersebut diraih melalui gagasan berjudul “UrVe: Teknologi Komunikasi Berbasis AI untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Perkotaan melalui Verifikasi Informasi Urban Farming.” Inovasi itu menggabungkan bidang agribisnis, teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), komunikasi, dan ketahanan pangan perkotaan.

Example 300x600

Tim tersebut terdiri atas Muhammad Naufal sebagai ketua, bersama Anggi Jafar, Fahirawati, Asmawi, dan Muhammad Yahya. Para mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi Agribisnis dan Program Studi Kehutanan angkatan 2024.

Mengembangkan Inovasi Berbasis AI

Gagasan UrVe berangkat dari semakin berkembangnya praktik urban farming sebagai salah satu alternatif untuk mendukung ketersediaan pangan di wilayah perkotaan. Perkembangan tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya penggunaan media digital sebagai sumber informasi mengenai pertanian perkotaan.

Namun, informasi yang beredar di ruang digital memiliki tingkat akurasi dan kredibilitas yang beragam. Kondisi tersebut mendorong tim mahasiswa mengembangkan pendekatan teknologi komunikasi berbasis AI yang diarahkan untuk membantu proses verifikasi informasi terkait urban farming.

Melalui UrVe, tim mencoba menunjukkan bahwa bidang agribisnis tidak hanya berkaitan dengan produksi, pemasaran, dan pengelolaan usaha pertanian. Ilmu agribisnis juga dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital, komunikasi, dan kecerdasan buatan untuk merespons persoalan pertanian dan pangan di masyarakat.

Ketua tim Muhammad Naufal mengatakan, capaian Bronze Award pada ICIC 2026 menjadi pengalaman sekaligus motivasi bagi tim untuk terus mengembangkan gagasan tersebut.

“Kami sangat bersyukur dapat memperoleh Bronze Award pada ICIC 2026. Capaian ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa Agribisnis,” kata Naufal.

Ia berharap inovasi UrVe tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai pertanian perkotaan yang lebih terpercaya.

Menurut Naufal, keikutsertaan dalam kompetisi internasional juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan akademik, kreativitas, komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan menyusun solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami berharap ke depan semakin banyak mahasiswa yang berani mengembangkan gagasan dan mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang bagaimana ilmu yang kami pelajari dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dorong Kompetensi Mahasiswa

Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar, Muh. Ikmal Saleh, S.P., M.Si., mengapresiasi capaian tim mahasiswa tersebut.

Menurut dia, prestasi dalam kompetisi internasional menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di luar ruang kelas. Capaian itu juga menunjukkan kemampuan mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan agribisnis dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

“Kami memberikan apresiasi kepada Muhammad Naufal dan seluruh anggota tim atas capaian Bronze Award pada ICIC 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Agribisnis memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan ilmu agribisnis dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Muh. Ikmal Saleh.

Ia mengatakan, perkembangan agribisnis saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya memahami aspek ekonomi dan pengelolaan usaha pertanian. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital, data, komunikasi, inovasi, dan kecerdasan buatan.

“Fakultas dan Program Studi Agribisnis terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir inovatif dan solutif. Agribisnis harus mampu merespons perubahan zaman, termasuk transformasi digital dan perkembangan artificial intelligence,” katanya.

Menurut Ikmal, inovasi UrVe menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan persoalan nyata di masyarakat.

Ia berharap capaian tersebut mendorong mahasiswa lain untuk mengikuti kompetisi, melakukan penelitian, dan menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat sosial maupun ekonomi.

Berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Gagasan UrVe juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Pemanfaatan AI untuk mendukung verifikasi informasi urban farming, antara lain, berkaitan dengan SDG 2 atau Zero Hunger melalui penguatan gagasan ketahanan pangan dan pertanian perkotaan. Inovasi tersebut juga memiliki relevansi dengan SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur serta SDG 11 mengenai kota dan permukiman yang berkelanjutan.

Selain itu, gagasan UrVe berkaitan dengan SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, terutama dalam konteks pengembangan sistem produksi pangan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Keikutsertaan dalam ICIC 2026 sekaligus memperlihatkan pentingnya ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui pengalaman akademik dan kompetisi di tingkat internasional.

Capaian Bronze Award tersebut tidak hanya menjadi penghargaan bagi tim, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan budaya akademik di Program Studi Agribisnis. Inovasi yang memadukan agribisnis, AI, komunikasi, dan ketahanan pangan menunjukkan luasnya ruang pengembangan bidang agribisnis di tengah perubahan teknologi.

Melalui prestasi tersebut, Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Unismuh Makassar terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan, inovasi teknologi, kemampuan kolaborasi, serta kepedulian terhadap persoalan pangan dan pembangunan berkelanjutan.

Inovasi UrVe juga menunjukkan bahwa pengembangan pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi mencakup pemanfaatan pengetahuan, teknologi, dan komunikasi untuk mendukung sistem pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *