Porosmaju.com, Makassar— Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui kolaborasi bersama Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan University of Skills Training and Entrepreneurial Development (USTED), Ghana.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui International Guest Lecture bertajuk “Transforming Mathematics Education: Modelling, AI and Real-World Application” yang digelar secara daring, Rabu, 7 Oktober 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Institute for Social Transformation and Regional Development (TRANSFORM) UTHM itu membahas pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), pemodelan matematika, serta penerapannya dalam pembelajaran dan penyelesaian persoalan dunia nyata.
Dalam forum internasional tersebut, Unismuh Makassar diwakili Prof. Dr. Agustan Syamsuddin, M.Pd., dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang tampil sebagai salah satu narasumber bersama akademisi dari Malaysia dan Ghana.
Kegiatan melalui Zoom Meeting tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan guru matematika dari berbagai institusi.
Pemodelan Matematika di Pendidikan Dasar
Prof Agustan membawakan materi bertajuk “Mathematical Modelling in Primary Education: Bridging Theoretical Concepts and Real-World Applications”.
Materi tersebut mengangkat pentingnya pemodelan matematika dalam pendidikan dasar, terutama bagaimana konsep-konsep teoretis dapat dihubungkan dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
Menurut Prof Agustan, pembelajaran matematika perlu bergerak melampaui penguasaan rumus dan prosedur. Peserta didik perlu diberikan kesempatan menggunakan konsep matematika untuk membaca dan menyelesaikan persoalan dalam kehidupan nyata.
“Pemodelan matematika membantu peserta didik memahami bahwa matematika tidak berhenti pada rumus dan prosedur. Konsep matematika perlu dihubungkan dengan persoalan nyata agar siswa mampu melihat fungsi matematika dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof Agustan.
Pendekatan tersebut, menurutnya, memungkinkan pembelajaran matematika menjadi lebih kontekstual sekaligus mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menganalisis masalah.
Perkembangan AI juga membuka peluang baru dalam transformasi pembelajaran. Namun, Prof Agustan mengingatkan agar penggunaan teknologi tidak menggeser proses berpikir yang menjadi inti pembelajaran.
“AI dapat menjadi alat bantu yang sangat kuat dalam pembelajaran, tetapi penggunaannya harus diarahkan untuk memperkuat proses berpikir, bukan menggantikan proses berpikir itu sendiri. Tantangannya adalah bagaimana teknologi dimanfaatkan secara pedagogis dan tetap relevan dengan konteks pembelajaran,” katanya.
Masa Depan Pendidikan Matematika
Selain Prof Agustan dari Unismuh Makassar, forum tersebut menghadirkan Ts. Dr. Chan Shiau Wei, dosen senior Faculty of Technology Management and Business UTHM.
Ia membawakan materi “Shaping the Mathematical Mind: AI and the Future of Learning”. Pemaparannya menyoroti perkembangan AI serta implikasinya terhadap masa depan proses belajar matematika.
Sementara itu, Prof. Ebenezer Bonyah dari Department of Mathematics Education USTED, Ghana, tampil pada sesi berikutnya dengan materi “Mathematical Modelling for Real-World Problems: From Theory to Applications”.
Materi tersebut membahas bagaimana pemodelan matematika dapat digunakan untuk menerjemahkan berbagai persoalan nyata ke dalam kerangka matematis hingga menghasilkan alternatif penyelesaian.
Rangkaian diskusi dipandu Ts. Dr. Ebrahim Hamid Hussein Al-Qadami, dosen senior Faculty of Civil Engineering and Built Environment UTHM.
Kegiatan diawali dengan sambutan Director TRANSFORM UTHM, Dr. Zahrul Akmal bin Damin, sebelum dilanjutkan dengan tiga sesi pemaparan akademisi dari Indonesia, Malaysia, dan Ghana.
Perluas Jejaring Internasional Unismuh
Prof Agustan menilai forum akademik lintas negara penting karena transformasi pendidikan matematika merupakan tantangan yang dihadapi berbagai sistem pendidikan.
“Forum seperti ini penting karena pendidikan matematika menghadapi tantangan yang relatif sama di berbagai negara. Melalui kolaborasi antara Unismuh, UTHM, dan USTED, kita dapat saling berbagi pendekatan, pengalaman, dan praktik baik untuk memperkuat kualitas pembelajaran,” ungkapnya.
Kolaborasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi akademisi ketiga universitas untuk membangun jejaring yang lebih luas, tidak hanya dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga penelitian dan publikasi ilmiah.
Prof Agustan berharap kerja sama tersebut dapat dikembangkan menjadi kolaborasi akademik yang lebih konkret.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada guest lecture, tetapi dapat berkembang ke riset bersama, publikasi, pertukaran akademik, dan kegiatan lain yang memberi manfaat langsung bagi dosen dan mahasiswa,” ujarnya.
Dukung SDGs
Kolaborasi antara Unismuh, UTHM, dan USTED juga sejalan dengan upaya perguruan tinggi mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan tersebut terutama berkaitan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan inovasi pembelajaran matematika dan pemanfaatan teknologi digital.
Selain itu, kolaborasi akademik antara institusi pendidikan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Ghana memperkuat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Pemanfaatan AI dan pemodelan matematika dalam pendidikan diharapkan tidak hanya memperkaya metode pembelajaran, tetapi juga meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan untuk memahami persoalan dunia nyata.
International Guest Lecture berlangsung selama 90 menit, mulai pukul 15.00 hingga 16.30 waktu Malaysia. Setelah sesi pemaparan, peserta mengikuti diskusi dan tanya jawab interaktif sebelum kegiatan ditutup.
Keterlibatan Unismuh dalam forum tersebut menjadi bagian dari penguatan jejaring internasional kampus, khususnya dalam bidang pendidikan matematika, teknologi pembelajaran, riset, dan pengembangan pemodelan matematika untuk pemecahan masalah nyata.
















