Porosmaju.com, Makassar — Mahasiswa Pesantren Mahasiswa (Pesmadina) KH. Djamaluddin Amien Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengunjungi Bank Sampah Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Unismuh Makassar, Sabtu 10 Oktober 2026. Kunjungan ini menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa untuk memahami pengelolaan sampah terpilah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular di lingkungan kampus.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut sosialisasi bertema Green Campus: Peran Mahasiswa dan Bank Sampah SWSC dalam Ekonomi Sirkular. Melalui kunjungan langsung, mahasiswa diperkenalkan dengan mekanisme operasional bank sampah, mulai dari penerimaan sampah hingga pencatatan nilai setoran sebagai tabungan nasabah.
Kepala SWSC Unismuh Makassar, Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., mengatakan, bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah anorganik yang memiliki nilai jual. Fasilitas tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran dan kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah.
“Bank sampah menjadi salah satu solusi dalam mengubah pola pikir masyarakat kampus terhadap sampah. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat dikelola kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat melalui proses pengolahan yang tepat,” ujar Fatmawati.
Mengenal Mekanisme Bank Sampah
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pengelolaan sampah di Bank Sampah SWSC. Prosesnya meliputi penerimaan dan pemeriksaan sampah yang telah dipilah, penimbangan, hingga pencatatan nilai setoran sebagai tabungan nasabah.
Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik, kertas, kardus, dan logam, dapat disetorkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui mekanisme ini, mahasiswa diharapkan memahami bahwa pemilahan sampah sejak dari sumber dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai ekonomi.
Fatmawati menekankan, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan di kampus. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan edukasi, menurut dia, perlu diikuti dengan tindakan nyata, terutama membiasakan pemilahan sampah dan memanfaatkan fasilitas bank sampah secara berkelanjutan.
Dukung Pengelolaan Sampah Terintegrasi
Kunjungan mahasiswa Pesmadina ini juga menjadi bagian dari penguatan implementasi Surat Keputusan Rektor Unismuh Makassar Nomor 494 Tahun 1447 H/2025 M tentang Pengelolaan Sampah Terintegrasi melalui SWSC.
Kebijakan tersebut menetapkan pengelolaan sampah secara terpusat di bawah koordinasi SWSC. Seluruh sivitas akademika, termasuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, diarahkan untuk berpartisipasi dalam pemilahan serta penyetoran sampah secara terjadwal melalui Bank Sampah SWSC.
Sebagai bagian dari lingkungan pesantren mahasiswa, penghuni Pesmadina diharapkan dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah di tempat tinggal mereka. Mahasiswa juga diharapkan mengajak rekan-rekannya untuk melakukan hal serupa sehingga terbentuk kebiasaan kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan tersebut turut didampingi Ketua Divisi Operasional dan Tata Kelola Limbah SWSC Sahlan, S.P., M.Si.; Ketua Divisi Edukasi dan Advokasi Wardah, S.Sos., M.A.; serta Staf Administrasi Aurora Arifah Husni, S.E., M.M.
Melalui kegiatan ini, SWSC berharap mahasiswa tidak hanya memahami manfaat ekonomi dari sampah, tetapi juga terdorong menjadi nasabah aktif bank sampah. Partisipasi tersebut diharapkan memperkuat penerapan ekonomi sirkular dan mendukung terwujudnya Green Campus Unismuh Makassar yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
















