
Porosmaju.com, Makassar- Bupati Sinjai, Dra Hj Ratnawati Arif, MSi, kembali menempuh perjalanan dari Sinjai menuju Makassar pada Selasa, 20 Oktober 2026 subuh. Sehari sebelumnya, ia telah berada di Makassar untuk menghadiri peringatan Hari Jadi Ke-357 Sulsel, Senin, 19 Oktober 2026, sebelum kembali ke Sinjai untuk menjalankan tugas pemerintahan.
Perjalanan bolak-balik itu dilakukannya demi menghadiri Wisuda Ke-89 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar sekaligus menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sinjai dan Unismuh Makassar. Penandatanganan berlangsung di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.
“Jadi, saya subuh berangkat ke Makassar. Padahal, sudah mau ke sini setelah peringatan Hari Jadi Sulsel. Akhirnya saya pulang-pergi kemarin karena cintaku ke Universitas Muhammadiyah hari ini,” ujar Ratnawati di hadapan peserta wisuda.
Ratnawati juga mengungkapkan bahwa menjelang keberangkatannya, Kabupaten Sinjai tengah menghadapi musibah kebakaran dan kabar duka meninggalnya seorang anggota kepolisian. Ia sempat mengajak hadirin mendoakan para korban sebelum mengakhiri sambutan.
Dalam kesempatan tersebut, Ratnawati menandatangani MoU bersama Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU. Kesepahaman itu mencakup bidang pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya daerah, serta pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Ratnawati mengungkapkan, rencana kerja sama tersebut sebenarnya telah dirintis sejak lama. Ia secara khusus mengapresiasi perhatian Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof Andi Sukri Syamsuri, yang terus membangun komunikasi hingga penandatanganan kesepahaman dapat terlaksana.
Menurut Ratnawati, kerja sama perguruan tinggi dan pemerintah daerah tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen. Kesepahaman harus diterjemahkan menjadi kegiatan yang menjawab persoalan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melainkan sebuah komitmen bersama untuk membangun daerah melalui sinergi yang konkret antara dunia akademik dan pemerintah daerah,” katanya, menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial.
Pendidikan dan Kualitas Manusia
Ratnawati menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu agenda utama kerja sama. Menurut dia, keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus tercermin dalam perbaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sinjai pada triwulan pertama 2026 mencapai 11,04 persen. Namun, capaian ekonomi tersebut harus diikuti kemajuan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.
Di bidang pendidikan dan pelatihan, Unismuh diharapkan menjadi mitra pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi aparatur. Kerja sama dapat diwujudkan melalui pendidikan formal, pelatihan vokasi, lokakarya, serta bimbingan teknis yang sesuai dengan kebutuhan pemerintahan dan pelayanan publik.
Perhatian Ratnawati juga tertuju pada pembangunan kualitas manusia sejak usia dini, bahkan sebelum kelahiran. Ia memandang kesehatan ibu, remaja, dan calon bayi sebagai bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas generasi mendatang.
“Membangun SDM mulai dari dalam perut, ibu sudah harus sehat,” ujarnya.
Karena itu, Ratnawati secara khusus berharap Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar dapat terlibat dalam program kesehatan di Sinjai. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat pembinaan kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan anak, serta upaya peningkatan IPM.
Mengembangkan Potensi Daerah
Selain pendidikan dan kesehatan, Ratnawati menawarkan potensi sumber daya alam Sinjai sebagai ruang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi akademisi Unismuh. Potensi tersebut tersebar di kawasan pesisir, dataran tinggi, serta wilayah pertanian dan peternakan.
Pada sektor kelautan dan perikanan, ia menyebut Kecamatan Pulau Sembilan, Sinjai Timur, Sinjai Utara, dan Tellulimpoe sebagai kawasan yang memiliki sumber daya pesisir. Keempat kecamatan tersebut dinilai membuka peluang pengembangan ekonomi kelautan melalui dukungan penelitian dan pendampingan akademik.
Sementara itu, Kecamatan Sinjai Barat memiliki potensi hortikultura, terutama kentang, kubis, dan sejumlah komoditas pertanian lainnya. Ratnawati menyebut hasil pertanian Sinjai telah dipasarkan hingga Kalimantan, sementara sektor peternakan juga mulai dikembangkan melalui kerja sama perdagangan antardaerah.
Namun, ia mengakui aktivitas perdagangan komoditas tersebut belum seluruhnya tercermin secara memadai dalam pencatatan statistik daerah. Kondisi itu menunjukkan perlunya pendataan, pemetaan potensi, dan penguatan tata kelola ekonomi berbasis informasi yang lebih akurat.
Bagi Ratnawati, keterlibatan perguruan tinggi dibutuhkan untuk menghubungkan potensi sumber daya alam dengan pengetahuan ilmiah. Penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga membantu pemerintah menentukan program yang sesuai dengan karakteristik setiap wilayah.
“Kalau kita bangga dengan Sinjai, buktikan kebanggaan kita dengan memperlihatkan bahwa kita bangga dengan kampung kita. Kita torehkan karya,” ujarnya.
Kedekatan dengan Muhammadiyah
Di luar agenda pembangunan, Ratnawati mengungkapkan hubungan pribadinya dengan Muhammadiyah yang telah terjalin sejak kecil. Ia mengaku pernah mengenyam pendidikan di taman kanak-kanak Muhammadiyah di Makassar.
“Saya alumni Muhammadiyah mulai dari TK. Boleh dong bahagia sedikit,” tuturnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Ratnawati menjelaskan bahwa dirinya lahir di Sinjai, tetapi tumbuh dan mengenyam sebagian pendidikan di Makassar. Pengalaman itu membuatnya memiliki kedekatan emosional dengan Muhammadiyah dan perkembangan amal usaha pendidikannya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dalam pengembangan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. Menurut dia, kerja sama yang baru ditandatangani merupakan kesempatan untuk memperluas manfaat gerakan tersebut bagi masyarakat Sinjai.
Dalam bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Ratnawati berharap kerja sama dapat memperkuat pembinaan keagamaan yang inklusif dan berkemajuan. Program tersebut juga diharapkan menjangkau masyarakat kurang mampu serta memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sosial.
Ia mengingatkan sejarah Sinjai sebagai daerah yang memiliki tradisi keagamaan kuat, termasuk keterlibatan tokoh-tokoh organisasi Islam dalam perkembangan kehidupan masyarakat. Warisan tersebut, menurut dia, perlu diteruskan melalui kegiatan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan yang menjawab kebutuhan zaman.
MoU Harus Ditindaklanjuti
Ratnawati menegaskan, ukuran keberhasilan kerja sama bukanlah banyaknya dokumen yang ditandatangani, melainkan pelaksanaan kegiatan dan manfaat yang diterima masyarakat.
“MoU ini harus segera ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama yang lebih teknis serta program-program nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Sinjai,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dan Unismuh segera merumuskan bentuk kerja sama yang lebih operasional, dengan mempertemukan kepakaran akademik dan kebutuhan pembangunan Kabupaten Sinjai.
Ratnawati juga menekankan pentingnya kemitraan yang produktif, transparan, dan akuntabel. Menurut dia, tanggung jawab pemerintah daerah mencakup pelayanan terhadap sekitar 259.000 penduduk Sinjai, sehingga setiap peluang kolaborasi harus diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar yang diselenggarakan selama dua hari, Selasa–Rabu (20–21/10/2026), dengan jumlah lulusan mencapai 1.598 orang.
Selain Pemerintah Kabupaten Sinjai, Unismuh Makassar juga menandatangani kerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya.
Bagi Ratnawati, perjalanan kembali ke Makassar pada subuh hari itu bukan sekadar menghadiri undangan wisuda. Kehadirannya sekaligus menandai dimulainya kemitraan yang diharapkan mampu menghubungkan kapasitas akademik Unismuh dengan kebutuhan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sinjai.
















