Example 728x250
Berita

Dekan FEB Unismuh: Ekonomi Kreatif Perkuat Daya Saing dan Identitas Kota

9
×

Dekan FEB Unismuh: Ekonomi Kreatif Perkuat Daya Saing dan Identitas Kota

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Makassar — Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Edi Jusriadi, S.E., M.M., menyoroti peran strategis ekonomi kreatif dalam mendorong transformasi perkotaan, memperkuat daya saing daerah, dan membuka peluang usaha berbasis potensi lokal. Pandangan tersebut menjadi pokok pembahasan dalam program Sulawesi Selatan Hari Ini yang disiarkan Televisi Republik Indonesia (TVRI) Sulawesi Selatan, Rabu, 21 Oktober 2026.

Dalam dialog bertajuk “Ekonomi Kreatif sebagai Penggerak Transformasi Kota” itu, Edi hadir sebagai narasumber melalui sambungan Zoom. Pembahasan berfokus pada pengembangan kreativitas masyarakat, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan kewirausahaan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi perkotaan.

Example 300x600

Ekonomi kreatif dipandang memiliki peran yang semakin penting dalam pembangunan kota karena mampu menghubungkan aktivitas ekonomi dengan inovasi dan kekayaan budaya masyarakat. Pengembangannya juga membuka peluang untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan nilai tambah produk dan jasa lokal.

“Ekonomi kreatif bukan sekadar aktivitas ekonomi yang menghasilkan produk dan jasa, melainkan kekuatan strategis dalam mentransformasi kota. Ketika kreativitas masyarakat dipadukan dengan inovasi, teknologi, dan potensi lokal, kita dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” demikian draf pernyataan Edi yang masih memerlukan konfirmasi.

Potensi Lokal sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

Berdasarkan pokok bahasan dalam program tersebut, sektor ekonomi kreatif mencakup berbagai bidang, antara lain kuliner, kriya, fesyen, seni, dan industri digital. Setiap sektor memiliki karakteristik dan potensi berbeda yang dapat dikembangkan sesuai dengan sumber daya serta kebutuhan masyarakat perkotaan.

Pengembangan sektor kuliner, misalnya, dapat memanfaatkan kekayaan makanan tradisional sebagai kekuatan ekonomi sekaligus identitas daerah. Sementara itu, bidang kriya dan fesyen berpeluang meningkatkan nilai tambah produk melalui inovasi desain, kualitas produksi, dan perluasan akses pasar.

“Setiap kota memiliki kekayaan budaya dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi keunggulan kompetitif. Tantangannya adalah bagaimana pelaku ekonomi kreatif mampu mengolah potensi tersebut melalui inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan akses pasar,” bunyi draf kutipan kedua yang perlu diverifikasi kepada Edi.

Di bidang seni dan industri digital, kemajuan teknologi membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk menghasilkan karya dan mengembangkan usaha. Kehadiran berbagai platform digital memungkinkan pelaku ekonomi kreatif memperkenalkan produk, menjangkau konsumen, dan membangun jaringan pemasaran tanpa sepenuhnya bergantung pada saluran perdagangan konvensional.

Transformasi Digital Membuka Peluang Usaha Baru

Dalam konteks pembangunan perkotaan, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. Teknologi tidak hanya mendukung kegiatan pemasaran, tetapi juga membuka peluang inovasi produk, pengembangan layanan, dan terciptanya model bisnis baru.

Aspek lain yang mengemuka dalam pembahasan adalah pentingnya penguatan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Pengembangan usaha kreatif perlu mempertimbangkan karakteristik masyarakat, kekayaan budaya, serta peluang ekonomi yang tersedia di setiap daerah.

Ekonomi kreatif juga memiliki keterkaitan dengan upaya memperkuat identitas dan daya tarik kota. Produk kuliner khas, karya seni, kerajinan, dan kegiatan budaya dapat menjadi bagian dari citra perkotaan yang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Penguatan sektor tersebut relevan bagi Kota Makassar dan daerah lain di Sulawesi Selatan yang memiliki beragam potensi budaya serta aktivitas perdagangan dan jasa. Pemanfaatan potensi itu dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menghasilkan produk bernilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Kolaborasi untuk Memperkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif

Meski demikian, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan ekosistem usaha yang memadai. Akses terhadap pelatihan, teknologi, pembiayaan, infrastruktur, serta jaringan pemasaran merupakan sejumlah faktor yang perlu diperhatikan agar usaha kreatif dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Perguruan tinggi juga memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pendidikan kewirausahaan, penelitian, dan pendampingan masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas kreatif dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menghubungkan pengembangan sumber daya manusia dengan kebutuhan industri.

“Pengembangan ekonomi kreatif tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas kreatif untuk membangun ekosistem yang mendukung lahirnya wirausahawan baru, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing daerah,” demikian usulan kutipan ketiga untuk dikonfirmasi kepada Edi.

Kerja sama lintas sektor menjadi penting agar pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan jumlah usaha, tetapi juga peningkatan kualitas produk dan keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat. Perguruan tinggi dapat berperan dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pembelajaran, riset terapan, serta pendampingan pelaku usaha.

Pembahasan dalam program TVRI Sulawesi Selatan tersebut memperlihatkan pentingnya menempatkan kreativitas dan inovasi sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah. Dengan penguatan kapasitas pelaku usaha dan dukungan berbagai pihak, ekonomi kreatif diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan identitas kota.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *