Example 728x250
Berita

Muhammadiyah Tetapkan Puasa 18 Februari, Observatorium Unismuh Tetap Fasilitasi Rukyatul Hilal Kemenag

13
×

Muhammadiyah Tetapkan Puasa 18 Februari, Observatorium Unismuh Tetap Fasilitasi Rukyatul Hilal Kemenag

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Makassar  — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memastikan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sesuai dengan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Meski demikian, Unismuh tetap membuka diri menjadi tuan rumah pemantauan hilal yang diselenggarakan Kementerian Agama dalam rangka penentuan 1 Ramadan 1447 H.

Pengamatan hilal rencananya dipusatkan di Observatorium Unismuh yang berada di lantai 18 Menara Iqra, pada Selasa, 17 Februari 2026. Sejumlah unsur diundang hadir, antara lain Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Majelis Ulama Indonesia, Pengadilan Agama, Badan Hisab Rukyat, BMKG, ormas Islam, serta kalangan akademisi dan media.

Example 300x600

Pengelola Observatorium Unismuh, Hisbullah, menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan wujud konsistensi Muhammadiyah dalam memegang prinsip keilmuan sekaligus menjunjung tinggi toleransi.

“Secara organisasi, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H berdasarkan KHGT, yang secara hisab menunjukkan bahwa ijtimak telah terjadi dan hilal telah memenuhi kriteria imkan rukyat global. Karena itu, warga Muhammadiyah memulai puasa pada Rabu, 18 Februari 2026,” ujarnya di Kampus Unismuh Makassar, Selasa, 17 Februari 2026.

Kalender Hijriyah Global Tinggal

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025. Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid. Muhammadiyah menggunakan parameter KHGT sebagai pedoman utama.

Hasil hisab menunjukkan bahwa daratan Amerika (Alaska) telah memenuhi kriteria ketinggian dan elongasi bulan. Ketinggian bulan tercatat lebih dari 5 derajat dengan elongasi lebih dari 8 derajat. Karena parameter sudah terpenuhi, maka awal bulan sudah bisa ditetapkan.

Hisbullah menjelaskan, KHGT merupakan sistem kalender yang menyatukan penanggalan hijriah secara global dengan basis astronomi modern. Prinsipnya, apabila hilal telah memenuhi kriteria visibilitas di suatu wilayah di muka bumi, maka seluruh kawasan yang masih berada dalam rentang malam yang sama mengikuti tanggal tersebut.

“Pendekatan ini memungkinkan keseragaman awal bulan kamariah di tingkat global. Muhammadiyah memandangnya sebagai ijtihad kolektif yang selaras dengan perkembangan ilmu falak kontemporer,” katanya.

Kepribadian Muhammadiyah

Meski telah memiliki ketetapan sendiri, Muhammadiyah—termasuk Unismuh sebagai bagian dari Persyarikatan—tetap bersedia memfasilitasi rukyatul hilal pemerintah. Wakil Rektor III Unismuh, Dr KH Mawardi Pewangi, menyebut langkah itu sebagai pengejawantahan Kepribadian Muhammadiyah.

“Muhammadiyah memiliki prinsip membantu pemerintah dan bekerja sama dengan berbagai golongan dalam membangun kehidupan berbangsa. Perbedaan metode penetapan awal Ramadan tidak boleh menghalangi kerja sama dan ukhuwah,” ujar Mawardi.

Menurut dia, kesediaan menjadi tuan rumah pengamatan hilal justru menunjukkan kedewasaan beragama dan berorganisasi. “Kami ingin kampus ini menjadi ruang dialog ilmiah sekaligus ruang kebersamaan. Observatorium Unismuh terbuka untuk kepentingan umat dan bangsa,” katanya.

Observatorium Unismuh berdiri sejak 2021 dan menjadi salah satu fasilitas astronomi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah. Fasilitas ini dilengkapi dua kubah pengamatan (dome) dan tiga teleskop modern untuk observasi benda langit. Selain digunakan untuk rukyatul hilal, observatorium juga menjadi laboratorium pembelajaran ilmu falak dan astronomi bagi mahasiswa serta sarana edukasi publik.

Hisbullah menambahkan, keterlibatan Unismuh dalam rukyatul hilal Kementerian Agama bukanlah bentuk kompromi terhadap keputusan organisasi, melainkan ekspresi dari etika kolaborasi.

“Dalam tradisi Muhammadiyah, perbedaan ijtihad adalah keniscayaan. Yang utama adalah menjaga persatuan dan memberi kontribusi nyata bagi kepentingan umat,” ujarnya.

Dengan demikian, di tengah kemungkinan perbedaan awal Ramadan di tingkat nasional, Unismuh menegaskan dua hal sekaligus: konsistensi pada keputusan KHGT dan komitmen terhadap toleransi serta kerja sama lintas lembaga. Sebuah sikap yang, menurut Mawardi, merefleksikan watak Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan, teguh dalam prinsip, namun terbuka dalam pergaulan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *