Example 728x250
Berita

Duta Kampus Unismuh Didorong Jadi Agen Perubahan Lewat Edukasi Pengelolaan Sampah

9
×

Duta Kampus Unismuh Didorong Jadi Agen Perubahan Lewat Edukasi Pengelolaan Sampah

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Makassar – Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar membekali Komunitas Duta Kampus dengan edukasi pengelolaan sampah yang dipadukan dengan aksi peduli lingkungan melalui kegiatan bertajuk Edukasi Sampah dan Gerakan Peduli Kebersihan: Wujudkan Lingkungan Sehat, Rabu 8 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Bank Sampah Unismuh Makassar ini bertujuan menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus memperkuat budaya hidup bersih di lingkungan kampus.

Kegiatan dibuka oleh Ketua LPKA Unismuh Makassar, Dr. Ir. Nenny, S.T., M.T., IPM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Duta Kampus memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menyebarluaskan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada sivitas akademika.

Example 300x600

“Duta Kampus diharapkan dapat menjadi corong yang menyebarluaskan edukasi dan kesadaran lingkungan kepada seluruh mahasiswa sehingga budaya peduli kebersihan dapat tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan kampus,” ujar Nenny.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Duta Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan, tim Eco Ranger SWSC Unismuh Makassar, serta sekitar 30 anggota Komunitas Duta Kampus. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi dalam memperkuat gerakan peduli lingkungan di lingkungan perguruan tinggi.

Mewakili Kepala SWSC Unismuh Makassar, Sahlan, S.Pd., M.Si., menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam mendukung sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Menurutnya, terciptanya kampus yang bersih dan ramah lingkungan membutuhkan partisipasi aktif seluruh sivitas akademika, terutama mahasiswa sebagai pelopor perubahan perilaku.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pemantik yang disampaikan oleh Duta Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami tantangan persoalan lingkungan sekaligus menyadari pentingnya peran generasi muda dalam membangun budaya hidup bersih dan berkelanjutan.

Materi utama kemudian disampaikan oleh Ketua Divisi Edukasi dan Advokasi Lingkungan SWSC, Wardah, S.Sos., M.A. Ia menjelaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengelolaan, tetapi juga dipengaruhi oleh pola pikir dan perilaku masyarakat dalam memperlakukan limbah.

Peserta diperkenalkan pada berbagai jenis sampah, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), hingga konsep ekonomi sirkular yang menempatkan sampah sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna. Edukasi tersebut juga mendorong lahirnya budaya pengelolaan limbah yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang pengembangan kewirausahaan hijau berbasis produk daur ulang.

Setelah sesi materi, peserta diajak mengunjungi Bank Sampah SWSC untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sampah yang diterapkan di lingkungan kampus. Mereka menyaksikan proses pemilahan, penimbangan, hingga berbagai produk hasil daur ulang yang dihasilkan sebagai bagian dari sistem pengelolaan limbah terpadu.

Pengalaman praktik dilanjutkan melalui demonstrasi pemilahan sampah dari kemasan makanan dan sisa konsumsi peserta selama kegiatan berlangsung. Peserta juga diperlihatkan proses pengolahan sampah organik menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk mendukung program penghijauan kampus.

Sebagai implementasi dari materi yang telah diperoleh, seluruh peserta mengikuti aksi bakti sosial di sejumlah titik kawasan kampus. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok dan dibekali empat jenis kantong sampah untuk memisahkan botol plastik, kertas dan kardus, sisa makanan, serta sampah residu. Langkah tersebut bertujuan membiasakan praktik pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Program ini tidak berhenti pada kegiatan edukasi dan aksi bersih lingkungan. SWSC bersama Komunitas Duta Kampus akan melanjutkan kegiatan melalui pelatihan pembuatan produk daur ulang sebagai upaya mengembangkan kreativitas mahasiswa sekaligus meningkatkan nilai ekonomi berbagai jenis sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

Melalui rangkaian edukasi, praktik lapangan, dan aksi nyata tersebut, SWSC bersama Komunitas Duta Kampus berharap mampu memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Unismuh Makassar untuk mewujudkan budaya kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui implementasi konsep Green Campus.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *