Example 728x250
Berita

Dosen Unismuh Terbitkan Dua Buku Transformasi Kesehatan Digital

15
×

Dosen Unismuh Terbitkan Dua Buku Transformasi Kesehatan Digital

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Makassar — Ada Ramadan yang terasa seperti jeda: ritme melambat, tubuh dan pikiran diajak menepi. Namun ada pula Ramadan yang justru menjadi musim subur untuk merapikan kerja—lebih tertib, lebih jernih, dan karena itu lebih produktif. Di suasana semacam itulah dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, menerbitkan dua buku tentang kesehatan digital.

Dua judul itu ialah “Persiapan SDM Kesehatan dalam Transformasi Kesehatan Digital Nasional” dan “Metode dan Metodologi Riset Kesehatan Digital.” Keduanya merupakan hasil kerja kolaboratif lintas kampus bersama dosen Universitas Airlangga (Unair). Namun, menurut Dito, esensi dua buku tersebut bukan sekadar menunjukkan kerja sama akademik, melainkan menghadirkan pesan yang sama: transformasi digital bukan urusan aplikasi semata—melainkan urusan manusia, metode, dan nilai.

Example 300x600

“Di layanan kesehatan, teknologi harus memperkuat keselamatan pasien dan memudahkan kerja klinisi. Kalau teknologi membuat alur kerja makin ruwet, atau membuat orang tidak percaya, itu tanda kita perlu menata ulang,” ujar Dito saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

Buku pertama menegaskan bahwa digitalisasi tidak identik dengan memindahkan formulir ke layar atau mengganti stempel dengan tombol “submit”. Transformasi digital adalah perubahan cara kerja layanan: dari alur keputusan klinis, budaya dokumentasi, hingga cara institusi mengelola risiko. Yang menonjol, buku ini menaruh SDM sebagai pusat gravitasi. Banyak program digital, tulis Dito, gagal bukan karena teknologinya buruk, melainkan karena manusianya tidak disiapkan—literasi digital rendah, alur kerja tidak disederhanakan, budaya keamanan data belum terbentuk, dan etika kerap ditempatkan sebagai “tambahan” belakangan.

Di bagian lain, buku menggarisbawahi pentingnya dokumentasi klinis yang rapi. Rekam medis elektronik tidak dipuja sebagai simbol modernitas, melainkan dipahami sebagai alat keselamatan. Dokumentasi terstruktur dipandang sebagai pagar agar keputusan klinis tidak jatuh pada asumsi dan ingatan yang rapuh. Buku juga menyinggung identitas digital tenaga kesehatan, kredensial akses, dan jejak audit sebagai bagian dari akuntabilitas.

Salah satu gagasan yang mudah diingat adalah cara buku memandang keamanan siber sebagai “cuci tangan versi digital”: kebiasaan harian yang harus setara dengan higiene klinis. Di sistem yang terkoneksi, satu tautan berbahaya atau kata sandi yang dibagi-bagi dapat berujung pada layanan lumpuh, kebocoran data, hingga hilangnya kepercayaan publik. Karena itu, keamanan ditempatkan sebagai budaya—yang membutuhkan pelatihan berulang, simulasi insiden, dan kesiapsiagaan.

Buku kedua menggeser fokus pada cara memastikan inovasi benar-benar bermanfaat. “Metode dan Metodologi Riset Kesehatan Digital” memandu pembaca merumuskan pertanyaan riset yang terikat konteks layanan, memilih luaran yang bermakna, serta menentukan desain evaluasi yang tepat. Buku ini memaparkan ragam pendekatan—dari uji klinis hingga evaluasi pragmatis—serta tantangan khas data digital yang sering hilang, berulang, atau terdistorsi.

Pada bagian AI/ML, Dito menekankan evaluasi yang relevan bagi klinisi, isu keadilan, penjelasan model (XAI/SHAP), model card, human-in-the-loop, serta pemantauan drift dan tata kelola implementasi melalui MLOps. “Model harus dikelola seperti layanan: ada versioning, rekalibrasi, rollback, audit, dan infrastruktur eksperimen yang rapi,” katanya.

Pada akhirnya, dua buku ini tidak sedang memuja teknologi. Keduanya justru merapikan cara kita memegang teknologi—dengan etika sebagai pagar, data sebagai bahasa, SDM sebagai jantung, dan metodologi sebagai kompas. Dalam kesehatan, masa depan bukan dibangun oleh aplikasi yang viral, melainkan oleh sistem yang bisa dipercaya: aman, adil, dan terbukti memberi manfaat.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *