Example 728x250
Berita

Meski Mendung, Tim Observatorium Unismuh Makassar Berhasil Abadikan Gerhana Bulan Total

19
×

Meski Mendung, Tim Observatorium Unismuh Makassar Berhasil Abadikan Gerhana Bulan Total

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Makassar  – Peristiwa langka Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 H, Selasa 3 Maret 2026 malam, sukses diamati dan diabadikan oleh Tim Observatorium Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Meskipun sempat terkendala mendung tebal yang menyelimuti langit Kota Makassar pada fase awal gerhana total dimulai, tim observatorium berhasil menangkap momen puncak fenomena Blood Moon.

Sebagai satu-satunya observatorium di Sulawesi Selatan, Observatorium Unismuh Makassar telah mempersiapkan pengamatan sejak sore hari. Rangkaian pengamatan dilakukan bertepatan dengan waktu berbuka puasa hingga memasuki waktu Isya dan Tarawih.

Example 300x600

Tantangan Cuaca dan Keberhasilan Dokumentasi

Pengelola Observatorium sekaligus Ketua Tim Observasi Gerhana Bulan Unismuh Makassar, Hisbullah Salam, mengungkapkan bahwa langit Makassar sempat menunjukkan tantangan tersendiri. “Pada fase gerhana total dimulai sekitar pukul 19.04 WITA, langit di area kampus tertutup mendung cukup tebal. Kami sempat khawatir tidak bisa mendapatkan visual yang optimal,” ujarnya.

Namun, berkat kesabaran dan kesiapan peralatan, tim observatorium terus melakukan pemantauan intensif. Saat celah awan terbuka, tim langsung bergerak cepat mengabadikan momen berharga tersebut. “Alhamdulillah, menjelang puncak gerhana, langit sedikit membuka. Kami berhasil merekam fase Bulan memasuki bayangan umbra Bumi dengan cukup jelas, meskipun sesekali masih tertutup awan tipis,” tambahnya.

Pada puncak gerhana yang terjadi pukul 19.33 WITA, tim Observatorium Unismuh Makassar berhasil mengabadikan penampakan Bulan yang berwarna merah (Blood Moon) melalui teleskop beresolusi tinggi. Visual hasil tangkapan teleskop tersebut langsung disiarkan melalui kanal media sosial resmi Unismuh Makassar dan ditayangkan pada layar lebar yang tersedia di area Masjid Subulussalam Al-Khoory.

Rangkaian Ibadah Berjalan Khidmat

Sementara tim observatorium berjuang menangkap citra gerhana, puluhan jamaah di Masjid Subulussalam Al-Khoory Unismuh Makassar mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk. Setelah menunaikan Salat Isya berjamaah, jamaah melaksanakan Salat Gerhana (Khusuf) dua rakaat dengan empat kali rukuk dan dua kali sujud.

Khutbah Salat Gerhana disampaikan oleh Dr. KH. Abbas Baco Miro, Lc., M.A. yang mengingatkan bahwa gerhana adalah tanda kebesaran Allah, bukan pertanda mistis atau kaitannya dengan kematian seseorang. “Saat gerhana, umat dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan sedekah,” pesannya dalam khutbah.
Usai Salat Gerhana, jamaah melanjutkan Salat Tarawih berjamaah.

Menyaksikan Gerhana dari Layar Masjid

Sepanjang rangkaian ibadah, jamaah dapat menyimak siaran langsung perkembangan fase gerhana yang ditayangkan melalui layar lebar yang telah disediakan di area Masjid Subulussalam Al-Khoory. Dengan demikian, jamaah tetap dapat mengikuti perkembangan fenomena langka tersebut tanpa harus meninggalkan area masjid. Antusiasme tinggi terlihat dari raut wajah jamaah yang sesekali mengarahkan pandangan ke layar di sela-sela rangkaian ibadah.

Edukasi dan Spiritualitas Berpadu

Momentum Gerhana Bulan Total kali ini menjadi bukti nyata perpaduan antara sains dan spiritualitas. Observatorium Unismuh Makassar tidak hanya menjalankan fungsi pengamatan ilmiah, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik tentang astronomi sekaligus penguatan iman melalui ayat-ayat kauniyah.

Dokumentasi yang berhasil diabadikan tim observatorium akan menjadi arsip ilmiah dan bahan edukasi bagi masyarakat serta sivitas akademika Unismuh Makassar. Ke depan, Observatorium Unismuh Makassar berkomitmen terus meningkatkan kapasitas pengamatan dan literasi astronomi di wilayah Sulawesi Selatan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *