Porosmaju.com, Makassar– Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Sulawesi Selatan periode 2026-2030.
Ia terpilih dalam Musyawarah Daerah HISKI Sulsel yang berlangsung di Makassar, Ahad, 19 April 2026. Forum tersebut dihadiri pengurus HISKI periode 2020-2025 serta sejumlah akademisi dan pemerhati sastra dari berbagai perguruan tinggi.
Terpilihnya Prof Andis, sapaan akrab WR 1 Unismuh Makassar itu, menandai amanah baru bagi akademisi Unismuh Makassar dalam memimpin organisasi profesi yang bergerak di bidang kebahasaan dan kesusastraan Indonesia di tingkat provinsi.
Dalam susunan kepengurusan baru, Prof Andis didampingi oleh Dr. Asis Nojeng dari UNM sebagai sekretaris dan Prof. Munira sebagai bendahara.
Seusai terpilih, Prof Andis menyampaikan arah kepemimpinannya yang menekankan pentingnya penguatan peran HISKI Sulsel sebagai organisasi profesi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya di era digital.
Menurutnya, tantangan dunia sastra dan kebahasaan saat ini tidak lagi dapat dihadapi dengan pendekatan konvensional semata. Karena itu, HISKI Sulsel perlu hadir sebagai ruang kolaboratif yang mampu mendorong inovasi, penguatan akademik, dan perluasan jejaring.
“Periode 2026-2030 ini kita arahkan pada penguatan HISKI sebagai organisasi profesi yang menghimpun bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana keilmuan ini tetap relevan di tengah era digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga agenda utama yang akan menjadi fokus kepengurusan ke depan. Pertama, pengembangan keilmuan sastra dan kebahasaan berbasis digital agar mampu menjawab perubahan sosial dan teknologi yang berlangsung cepat.
Kedua, penguatan riset dan publikasi ilmiah sebagai fondasi utama organisasi. Menurutnya, HISKI Sulsel harus menjadi pusat produksi gagasan dan pengetahuan, tidak sekadar menjadi forum pertemuan akademik.
Ketiga, memperluas jejaring kemitraan di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing organisasi dan memperluas kontribusi HISKI dalam pengembangan ilmu kebahasaan dan kesastraan.
Prof Andis juga mengajak seluruh pengurus dan anggota HISKI Sulsel untuk bergerak bersama menjadikan organisasi ini sebagai rumah besar bagi para sarjana sastra untuk berkolaborasi, memperkuat literasi, serta menghadirkan peran keilmuan yang lebih dekat dengan masyarakat.
HISKI merupakan organisasi profesi yang berdiri sejak 17 November 1984 dan diprakarsai oleh sejumlah tokoh sastra nasional. Organisasi ini berperan dalam membina kreativitas, meningkatkan apresiasi, serta memperkuat jejaring antar-sarjana sastra di Indonesia.
Dengan kepemimpinan baru ini, HISKI Sulsel diharapkan tampil semakin progresif, adaptif, dan berdaya saing dalam mendorong perkembangan sastra Indonesia di tengah arus transformasi digital.
















