Porosmaju.com, Makassar — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar sosialisasi Beasiswa Kalla 2026 bagi mahasiswa baru, Selasa, 9 Juni 2026, secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini menghadirkan Manajer Educare LAZ Hadji Kalla, Sitti Nurkaya Basri, sebagai pemateri.
Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unismuh, Dr. Nenny membuka kegiatan yang dipandu Ketua Divisi Beasiswa dan Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa LPKA Unismuh, Dr. Hamzah Esa.
Dalam sambutannya, Dr. Nenny menyampaikan apresiasi kepada LAZ Hadji Kalla yang terus mendukung akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa. Menurut dia, beasiswa tidak hanya membantu mahasiswa dari sisi pembiayaan, tetapi juga menjadi dorongan untuk meningkatkan prestasi, kompetensi, kepemimpinan, dan kontribusi sosial.
“Jadikan beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas diri,” ujar Nenny dalam sambutannya.
Beasiswa Kalla 2026 ditujukan bagi mahasiswa baru jenjang S1, D3, dan D4. Program ini terbuka bagi calon mahasiswa asal Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Jalur yang tersedia mencakup akademik, hafiz Al-Qur’an, prestasi seni dan olahraga, keaktifan organisasi, serta disabilitas.
Sitti Nurkaya Basri menjelaskan, Beasiswa Kalla hadir untuk menekan angka putus kuliah, terutama di kawasan Indonesia Timur. Ia menyebut program ini tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga memberi ruang pengembangan diri bagi penerima beasiswa.
Untuk tahun ini, bantuan diberikan dalam bentuk dukungan biaya UKT hingga delapan semester, dengan plafon maksimal Rp 7,5 juta per semester. Selain itu, penerima beasiswa juga berkesempatan mengikuti program peningkatan kapasitas kepemimpinan dan sosial, serta memperoleh peluang magang di Kalla Group.
Menurut Sitti, Beasiswa Kalla telah berjalan sejak 2011. Hingga kini, program tersebut telah mendukung 1.262 mahasiswa, dengan 788 di antaranya telah menyelesaikan studi. Program ini menjangkau puluhan kampus di Sulawesi dan beberapa kampus di Jawa, termasuk Unismuh Makassar.
Dalam sesi sosialisasi, Sitti juga menekankan pentingnya ketelitian calon pendaftar dalam menyiapkan dokumen. Sejumlah berkas yang perlu disiapkan antara lain KTP atau surat keterangan domisili, kartu keluarga, surat keterangan penghasilan orang tua, dokumen pendukung sesuai jalur beasiswa, bukti diterima di kampus, bukti pembayaran UKT atau keterangan penundaan pembayaran, foto rumah, tagihan listrik terbaru, buku tabungan, serta pas foto formal.
Ia mengingatkan, kesalahan unggah berkas dapat membuat pendaftar gugur sejak tahap administrasi. Apalagi, proses seleksi awal telah menggunakan sistem pemindaian berbasis kecerdasan buatan.
“Kalau berkas tidak terbaca, buram, atau tidak sesuai, bisa saja sejak awal sudah gugur,” kata Sitti.
Selain kelengkapan dokumen, esai menjadi salah satu bagian penting dalam seleksi. Calon penerima diminta menulis esai secara jujur dan naratif, antara lain mengenai alasan membutuhkan beasiswa, rencana masa depan, pengalaman sulit yang pernah dihadapi, pengalaman memimpin, serta kegiatan yang memberi dampak positif bagi lingkungan.
Pendaftaran Beasiswa Kalla 2026 gelombang pertama dibuka pada 25 Mei hingga 5 Juli 2026. Seleksi dilanjutkan dengan pemeriksaan esai, wawancara, verifikasi hasil wawancara, dan pengumuman penerimaan. Untuk pendaftar gelombang pertama, hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 14 Agustus 2026.
Dr. Hamzah Esa berharap sosialisasi ini membantu mahasiswa baru Unismuh memahami alur pendaftaran sekaligus mempersiapkan berkas dengan lebih baik. Ia mengatakan, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk, mulai dari syarat pendaftaran, dokumen penghasilan orang tua, hingga peluang bagi calon mahasiswa yang sedang mendaftar beasiswa lain.
Kegiatan ditutup dengan imbauan agar mahasiswa baru tidak menunda pendaftaran dan membaca panduan resmi secara cermat sebelum mengunggah dokumen.
















