Porosmaju.com, Makassar— Rapat Kerja Nasional X dan Seminar Internasional Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKAPROBSI diadakan di Makassar, 7–8 Agustus 2026. Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tuan rumah forum yang mempertemukan sejarawan, pengelola program studi, dosen, peneliti, mahasiswa, serta sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Agenda dan arahan kegiatan itu dipaparkan dalam konferensi pers Rakernas X dan Seminar Internasional Ikaprobsi di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jumat, 7 Agustus 2026. Jajaran pengurus Ikaprobsi menjelaskan bahwa forum tersebut tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi bagi penguatan posisi bahasa Indonesia di tengah kompetisi global.
Rakernas X mengangkat tema “Penguatan Peran Bahasa Indonesia di Era Kompetisi Global”. Melalui forum ini, Ikaprobsi akan menyiarkan program kerja organisasi sekaligus menyusun agenda strategi yang berkaitan dengan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kebijakan kebahasaan.
Rekomendasi yang dihasilkan akan disampaikan kepada pemerintah, kementerian terkait, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta pemangku kepentingan lainnya sebagai bahan pertimbangan dalam memperkuat kebijakan bahasa Indonesia.
Sekretaris Jenderal Ikaprobsi, Prof Dr Suherli Kusmana, MPd, menjelaskan bahwa organisasi tersebut kini secara resmi bernama Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Namun, singkatan Ikaprobsi tetap digunakan karena telah dikenal luas di lingkungan akademik.
Perubahan nama tersebut, menurut Suherli, merupakan penyesuaian administrasi organisasi dan tidak mengubah visi maupun komitmen untuk mengembangkan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di perguruan tinggi.
Rakernas, kata dia, menjadi ruang bagi pengelola program studi untuk mendinginkan program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah-langkah bersama ke depan. Kolaborasi antarkampus dinilai penting untuk meningkatkan saling pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Makassar Tuan Rumah Dua Kali
Ketua Umum Ikaprobsi, Prof Dr Sarwiji Suwandi, MPd, mengatakan, Rakernas X merupakan kelanjutan dari Rakernas IX yang sebelumnya digelar di Malang, yang menetapkan Makassar sebagai tuan rumah.
Kepercayaan itu sekaligus menandai kedua kalinya Makassar menjadi tuan rumah Rakernas Ikaprobsi setelah penyelenggaraan sebelumnya pada tahun 2016.
“Di akhir seminar internasional nanti kami akan menghasilkan rekomendasi yang disampaikan kepada Kementerian Pendidikan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan dalam memperkuat kebijakan kebahasaan nasional,” kata Sarwiji.
Menurut dia, rekomendasi menjadi salah satu keluaran penting dari forum tersebut. Ikaprobsi ingin pembahasan akademik dalam Rakernas dan seminar internasional tidak berhenti sebagai diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam kebijakan maupun program pengembangan bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia di tengah kompetisi global
Sarwiji mengatakan, tema Rakernas tahun ini dipilih karena bahasa Indonesia memiliki peluang yang semakin besar untuk memainkan peran dalam pergaulan internasional.
Oleh karena itu, berbagai sesi seminar diarahkan untuk membahas pemaparan bahasa Indonesia dalam bidang pendidikan, penelitian, diplomasi, ekonomi, serta pengembangan ilmu pengetahuan.
Seminar internasional menghadirkan sejumlah tokoh dari kalangan pemerintah, legislatif, lembaga kebahasaan, dan perguruan tinggi. Diantaranya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Ketua Komisi X DPR, pimpinan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta akademisi dari Malaysia.
Selain pembicara utama, sekitar 257 pemakalah mengikuti forum ilmiah melalui sesi pleno dan paralel, baik secara luring maupun bold. Mereka mendiskusikan hasil penelitian yang berkaitan dengan bahasa, sastra, pembelajaran, serta berbagai permasalahan yang terjadi dalam pendidikan bahasa Indonesia.
Ketua Ikaprobsi Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Prof Dr Andi Sukri Syamsuri, MHum, mengatakan, seminar internasional itu memiliki arti strategis karena berlangsung ketika ruang penggunaan bahasa Indonesia di tingkat internasional semakin terbuka.
Prof Andis, sapaan akrab Wakil Rektor I Unismuh Makassar itu, menilai hasil penelitian yang dipresentasikan perlu diarahkan untuk mendorong inovasi pembelajaran bahasa Indonesia.
Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian, menurut dia, adalah peningkatan kompetensi calon guru. Mereka tidak hanya dituntut memahami metode pembelajaran, tetapi juga harus mampu menggunakan bahasa Indonesia secara cermat dan sesuai kaidah.
“Yang penting bukan hanya pertemuan dan seminar. Kita berharap ada rekomendasi yang bisa menjadi langkah bersama untuk memperkuat bahasa Indonesia agar semakin diperhitungkan di tingkat global,” kata Prof Andis.
Perkuat jejaring perguruan tinggi
Rakernas X dan Seminar Internasional Ikaprobsi juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring antarpengelola program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Bendahara Umum Ikaprobsi Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Prof Dr Dra Munirah, MPd, mengatakan, pertemuan tersebut memungkinkan dosen dan pengelola program studi saling berbagi pengalaman, memperbarui wawasan mengenai kebijakan pendidikan tinggi, serta diskusi praktik baik dalam pengelolaan program studi.
Menurut Munirah, kepercayaan kepada Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan akademik antarkampus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, Unismuh Makassar, dan berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya Rakernas X dan Seminar Internasional Ikaprobsi.
Selain agenda organisasi dan seminar, Ikaprobsi memberikan penghargaan kepada pemenang Kompetisi Kreativitas Mahasiswa. Kompetisi tersebut meliputi musikalisasi puisi, pembacaan puisi, film pendek, penulisan artikel ilmiah, dan penulisan esai.
Ikaprobsi juga menganugerahkan Adi Karyapradana kepada dosen yang dinilai memiliki dedikasi dalam mengembangkan organisasi profesi serta pendidikan bahasa Indonesia.
Melalui Rakernas X dan Seminar Internasional di Makassar, Ikaprobsi berharap dapat memperkuat persatuan sebagai wadah kolaborasi nasional bagi program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Forum tersebut juga diharapkan menghasilkan pesan-pesan yang dapat memperkuat posisi bahasa Indonesia, tidak hanya sebagai bahasa nasional dan bahasa pendidikan, tetapi juga sebagai bahasa ilmu pengetahuan, diplomasi, dan komunikasi dalam pergaulan global.
















