POROSMAJU.COM, MAKASSAR — Pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Makassar, Nur Sidrah Sariadi dan Tri Kalvin Sulvito, mengajak mahasiswa memilih kepemimpinan yang mampu menjadikan BEM sebagai ruang bersama untuk memperkuat intelektualitas, aspirasi, kreativitas, serta gerakan mahasiswa. Dengan mengusung nomor urut 02, pasangan ini menawarkan BEM FAI yang progresif, inklusif, intelektual, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam serta Kemuhammadiyahan.
Pasangan nomor urut 02 tersebut hadir dengan gagasan bahwa BEM FAI tidak semestinya hanya menjadi organisasi yang menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi wadah mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan kapasitas diri, membangun budaya berpikir kritis, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kampus maupun masyarakat.
Dalam visi yang ditawarkan, Nur Sidrah dan Tri Kalvin ingin membangun gerakan mahasiswa yang progresif, inklusif, dan intelektual. Visi tersebut menjadi dasar bagi pasangan ini untuk mendorong BEM FAI agar lebih terbuka terhadap berbagai gagasan dan kelompok mahasiswa.
“BEM bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama membangun ruang yang mampu mewadahi aspirasi, gagasan, kreativitas, dan gerakan mahasiswa,” kata Nur Sidrah.
Salah satu alasan yang menjadi perhatian pasangan nomor urut 02 adalah pentingnya membangun budaya intelektual dan kritis di kalangan mahasiswa FAI. Menurut gagasan yang mereka tawarkan, mahasiswa perlu diberikan ruang untuk berdiskusi, membaca persoalan sosial, menyampaikan pendapat, serta mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis.
Selain itu, pasangan ini menawarkan konsep gerakan kolektif dengan melibatkan berbagai kelompok kepentingan mahasiswa. BEM FAI diharapkan tidak berjalan secara eksklusif, melainkan menjadi rumah bersama yang mampu mendengar dan mengakomodasi beragam aspirasi mahasiswa.
Agenda lainnya adalah memperkuat nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dalam gerakan mahasiswa. Sebagai lembaga eksekutif mahasiswa di lingkungan Fakultas Agama Islam, pasangan nomor urut 02 menilai bahwa aktivitas organisasi perlu berjalan seiring dengan nilai moral, keislaman, dan semangat kemuhammadiyahan.
Dari sisi aspirasi, Nur Sidrah dan Tri Kalvin juga menempatkan kepentingan dan kesejahteraan mahasiswa sebagai bagian penting dari agenda mereka. BEM diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dan pihak fakultas, sekaligus memperjuangkan aspirasi yang muncul dari kebutuhan nyata mahasiswa.
Pasangan ini juga menekankan pentingnya organisasi yang terbuka dan partisipatif. Artinya, mahasiswa tidak hanya menjadi penerima program kerja, tetapi memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan BEM.
Tak kalah penting, pasangan nomor urut 02 membawa misi mendorong prestasi, kreativitas, dan pengabdian mahasiswa. Gagasan tersebut diarahkan agar BEM FAI tidak berhenti pada aktivitas internal organisasi, tetapi mampu menciptakan kegiatan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berprestasi dan berkontribusi kepada masyarakat.
Bagi Nur Sidrah, kepemimpinan BEM harus dibangun melalui kolaborasi, bukan sekadar popularitas. Karena itu, pilihan terhadap pemimpin BEM menurutnya juga merupakan pilihan terhadap arah gerakan mahasiswa FAI ke depan.
“Kami ingin BEM FAI menjadi ruang yang terbuka untuk semua, tempat mahasiswa bisa tumbuh, menyampaikan gagasan, berproses, dan bersama-sama memberikan dampak,” ujar Sidrah.
Dengan berbagai gagasan tersebut, Nur Sidrah Sarigidi–Tri Kalvin Sulvito menawarkan nomor urut 02 sebagai pilihan bagi mahasiswa yang menginginkan BEM FAI yang lebih progresif, inklusif, intelektual, terbuka, serta memiliki pijakan nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM FAI menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menentukan arah organisasi ke depan. Karena itu, pasangan nomor urut 02 mengajak mahasiswa FAI menggunakan hak pilih secara sadar dan melihat visi, misi, serta gagasan yang ditawarkan sebelum menentukan pilihan.
02 bukan sekadar nomor urut. Bagi Nur Sidrah dan Tri Kalvin, 02 adalah tawaran untuk membangun BEM FAI sebagai ruang bersama: tempat aspirasi didengar, gagasan dikembangkan, kreativitas tumbuh, dan gerakan mahasiswa memberi dampak.
















