Example 728x250
Berita

Teken MoU dengan Pemkab, Unismuh Jajaki Peluang Buka Prodi di Bantaeng

17
×

Teken MoU dengan Pemkab, Unismuh Jajaki Peluang Buka Prodi di Bantaeng

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Bantaeng— Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng memperkuat kemitraan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Sabtu, 3 Oktober 2026. Kerja sama itu membuka ruang kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, peningkatan sumber daya manusia, hingga peluang pengembangan layanan pendidikan tinggi di Bantaeng.

Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unismuh Makassar Cabang Bantaeng periode 2026-2030.

Example 300x600

Pada kesempatan yang sama, kerja sama tingkat teknis juga langsung ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unismuh Makassar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng. PKS tersebut ditandatangani Dekan FKIK Unismuh Prof Suryani As’ad dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr. Ihsan.

Rektor Unismuh Makassar Dr Ir Abd Rakhim Nanda ST MT IPU mengatakan, MoU tersebut tidak diharapkan berhenti pada dokumen kelembagaan, tetapi segera diterjemahkan menjadi program konkret.

“Alhamdulillah, pada hari ini Universitas Muhammadiyah Makassar menandatangani MoU bersama Bupati Bantaeng. Pada hari ini juga sudah ada penandatanganan kerja sama antara Dekan Fakultas Kedokteran dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng. Kita berharap nanti PKS akan berlanjut di berbagai fakultas dan berbagai dinas di Kabupaten Bantaeng,” ujar Rakhim.

Ia mengungkapkan, salah satu hal yang mengemuka dalam pertemuan tersebut ialah harapan Pemerintah Kabupaten Bantaeng agar Unismuh dapat mengembangkan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di daerah itu.

“Hal yang paling menggembirakan tadi, Bapak Bupati mengharapkan Unismuh dapat membuka PSDKU, program studi di luar kampus utama, di Kabupaten Bantaeng. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama hal ini bisa kita wujudkan,” kata Rakhim.

Kolaborasi Kesehatan Jadi Langkah Awal

Bupati Bantaeng Muhammad Fathul Fauzy Nurdin menyambut kolaborasi tersebut. Ia menilai Unismuh memiliki sumber daya akademik sekaligus jaringan alumni yang dapat berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Bantaeng.

Menurut dia, bidang kesehatan menjadi salah satu sektor yang dapat segera dikerjasamakan, termasuk dukungan tenaga dokter dan dokter spesialis dari Unismuh.

“Kita tadi sudah melaksanakan MoU dengan Unismuh, dengan Pak Rektor. Harapan kita tentu bisa berkolaborasi dengan kampus. Tadi kita MoU terkait Dinas Kesehatan, bantuan dokter dan dokter spesialis dari Unismuh, dan beberapa lagi ke depannya, insyaallah,” ujar Fathul.

Ia juga mengapresiasi keberadaan alumni Unismuh yang telah mengisi berbagai posisi dan profesi di Bantaeng. Menurut dia, potensi tersebut dapat menjadi jembatan yang memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Bupati bahkan membuka peluang lebih luas jika Unismuh hendak mengembangkan layanan pendidikan di luar Makassar. Dalam sambutannya, ia menilai Bantaeng mempunyai hubungan historis yang kuat dengan kelahiran Unismuh.

“Karena ini juga bermula dari Kabupaten Bantaeng, maka tidak ada salahnya untuk dipertimbangkan. Kalau Unismuh akan ekspansi dari kabupaten lain, harusnya di Bantaeng dulu,” ujarnya.

Bantaeng dalam Sejarah Lahirnya Unismuh

Hubungan Unismuh dengan Bantaeng memang tidak hanya dibangun melalui MoU yang ditandatangani saat ini. Bantaeng memiliki tempat tersendiri dalam sejarah kelahiran universitas tersebut.

Wakil Rektor I Unismuh Makassar Prof Andi Sukri Syamsuri mengingatkan bahwa gagasan pendirian Unismuh tumbuh dari forum Muhammadiyah yang digelar di daerah dengan julukan Butta Toa itu.

“Saya kira Unismuh dengan Bantaeng tidak bisa dipisahkan. Asal Universitas Muhammadiyah Makassar itu adalah hasil rekomendasi Musyawarah Wilayah Muhammadiyah. Lahirnya Unismuh adalah hasil dari Muswil Muhammadiyah di Bantaeng,” ujar Prof Andis, sapaan akrabnya.

Unismuh Makassar didirikan pada 19 Juni 1963 sebagai cabang Universitas Muhammadiyah Jakarta. Pendirian itu merupakan realisasi rekomendasi Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan Tenggara ke-21 di Kabupaten Bantaeng pada tahun 1962.

Bagi Unismuh dan Pemkab Bantaeng, kerja sama tersebut sekaligus menghubungkan jejak sejarah masa lalu dengan agenda pembangunan masa depan. MoU menjadi payung untuk memperluas sinergi, sementara kerja sama bidang kesehatan menjadi langkah konkret pertama yang diharapkan disusul sektor pendidikan, pengembangan SDM, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan bidang lainnya.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *