Example 728x250
Berita

Dari Makassar ke Kanazawa, Tiga Mahasiswa Unismuh Ikuti Sakura Science Program 2026

27
×

Dari Makassar ke Kanazawa, Tiga Mahasiswa Unismuh Ikuti Sakura Science Program 2026

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Makassar— Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar akan mengikuti Sakura Science Program 2026 di Kanazawa Institute of Technology (KIT), Jepang. Mereka akan belajar langsung mengenai pengembangan dan penerapan teknologi dalam program akademik yang berlangsung di Jepang pada 12–18 Oktober 2026.

Ketiga mahasiswa itu dilepas Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU., di Ruang Rektor, Gedung Iqra Lantai 17, Kampus Unismuh Makassar, Rabu, 7 Oktober 2026

Example 300x600

Mereka adalah Ahmad Riyadi dari Program Studi Informatika, Baso Ichwan Chasir dari Program Studi Teknik Pengairan, dan Ayu Andini dari Program Studi Teknik Elektro.

Selama mengikuti program, ketiganya akan didampingi Ketua Divisi Kerja Sama, Pusat Studi dan Inkubasi Bisnis LP3M Unismuh Makassar, Dr. Wildhan Burhanuddin, M.Hum.

Sakura Science Program menjadi salah satu tindak lanjut kerja sama Unismuh Makassar dengan Kanazawa Institute of Technology. Program tersebut memadukan kegiatan daring dan pembelajaran langsung di Jepang sepanjang Oktober 2026.

Rakhim meminta para mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut tidak sekadar untuk memperoleh pengetahuan teknologi, tetapi juga memahami budaya akademik dan tradisi inovasi di Jepang.

“Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Mahasiswa tidak hanya datang untuk belajar teknologi, tetapi juga untuk melihat bagaimana budaya akademik, kedisiplinan, dan inovasi dikembangkan di Jepang,” ujar Rakhim.

Ia berharap pengalaman selama di Jepang dapat dibawa pulang dan ditularkan kepada mahasiswa lain.

“Kami berharap mereka kembali membawa pengetahuan dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi kampus dan masyarakat,” katanya.

Menurut Rakhim, mahasiswa yang mengikuti program internasional juga membawa nama Unismuh Makassar. Karena itu, mereka diharapkan mampu membangun relasi yang baik dengan mahasiswa dan akademisi dari Jepang maupun negara lain.

Merancang Teknologi

Selama berada di Kanazawa Institute of Technology, para mahasiswa akan mengikuti sejumlah kegiatan laboratorium dan pengembangan teknologi lintas disiplin.

Program tersebut mengintegrasikan antara lain kimia analitik, informatika, teknik material, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab persoalan di masyarakat.

Mahasiswa akan mempelajari analisis kualitas air lingkungan, penggunaan mikrokontroler untuk mengendalikan perangkat, hingga pengembangan spektrometer sederhana yang dapat digunakan untuk pengukuran di lapangan.

Mereka juga dijadwalkan mengunjungi fasilitas manufaktur KIT, melakukan pengujian perangkat, serta mempresentasikan hasil pengembangan teknologi kepada dosen dan tenaga ahli.

Interaksi dengan mahasiswa internasional menjadi bagian lain dari program tersebut. Para peserta diharapkan memperoleh pengalaman mengenai ekosistem pendidikan, budaya akademik, dan perkembangan teknologi di Jepang.

Rangkaian Sakura Science Program telah dimulai secara daring pada 3 Oktober 2026. Kegiatan utama dilaksanakan secara tatap muka di Jepang pada 12–18 Oktober 2026.

Sepulang dari Jepang, mahasiswa kembali mengikuti sesi daring pada 31 Oktober 2026 untuk berbagi hasil pembelajaran dan pengalaman selama program.

Kerja Sama Tak Berhenti di Dokumen

Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar, Dr. Muh. Arief Muhsin, M.Pd., mengatakan, keikutsertaan mahasiswa dalam Sakura Science Program menunjukkan kerja sama internasional dapat diterjemahkan menjadi kegiatan konkret.

Menurut dia, kemitraan antarperguruan tinggi semestinya tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman.

“Bagi kami, kerja sama internasional harus menghasilkan kegiatan nyata. Melalui Sakura Science Program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar langsung di lingkungan akademik internasional, menggunakan fasilitas laboratorium, dan membangun pengalaman kolaborasi,” kata Arief.

Model kerja sama semacam itu, lanjut Arief, akan terus dikembangkan Unismuh Makassar. Selain mobilitas mahasiswa, kemitraan internasional diarahkan pada penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran pengetahuan dan teknologi.

Kerja sama Unismuh Makassar dan Kanazawa Institute of Technology sebelumnya diperkuat melalui kunjungan delegasi KIT ke Kampus Unismuh pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.

Kunjungan itu diisi dengan pertemuan kelembagaan, kuliah tamu, dan pembahasan pengembangan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Salah satu tindak lanjutnya ialah keterlibatan mahasiswa Unismuh dalam Sakura Science Program 2026.

Pendamping mahasiswa, Dr. Wildhan Burhanuddin, M.Hum., mengatakan, program tersebut memberi ruang kepada mahasiswa untuk melihat bagaimana pengetahuan dari sejumlah disiplin dapat dipadukan menjadi teknologi yang aplikatif.

“Mahasiswa akan belajar bagaimana berbagai bidang ilmu dapat bekerja bersama untuk menghasilkan sebuah teknologi yang bermanfaat,” ujar Wildhan.

Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti pada tiga mahasiswa yang berangkat ke Jepang.

“Kami berharap pengalaman ini dapat dibagikan kepada mahasiswa lain dan menjadi awal pengembangan kegiatan akademik maupun penelitian bersama,” tuturnya.

Keikutsertaan dalam Sakura Science Program sekaligus menjadi bagian dari upaya Unismuh Makassar memperluas pengalaman akademik global bagi mahasiswa. Melalui kemitraan internasional, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada teknologi dan fasilitas pendidikan di luar negeri, tetapi juga pada budaya kolaborasi yang dapat dikembangkan setelah kembali ke kampus.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *