Example 728x250
Berita

Pengabdian Unismuh di Jepang Integrasikan Lima Bidang Ilmu

14
×

Pengabdian Unismuh di Jepang Integrasikan Lima Bidang Ilmu

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Chiba, — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memadukan lima bidang ilmu dalam pengabdian kepada masyarakat untuk memperkenalkan praktik masjid ramah lingkungan dan memperkuat kapasitas komunitas diaspora Indonesia. Kegiatan berlangsung di Chiba Islamic Cultural Center (CICC), Chiba, Jepang, Ahad, 11 Oktober 2026.

Kolaborasi tersebut menghimpun kepakaran agroteknologi, administrasi publik, teknik pengairan, pendidikan fisika, dan bahasa Inggris dalam satu program terintegrasi.

Example 300x600

Salah satu materi utama ialah pemanfaatan kembali air bekas wudu untuk pemeliharaan tanaman lidah mertua. Melalui pendekatan eco-mosque atau masjid ramah lingkungan, materi ini menghubungkan penggunaan air secara bertanggung jawab dengan perawatan tanaman dan pembelajaran sains.

Dalam rancangan program, bidang agroteknologi yang diwakili Prof Syamsia berkontribusi pada pemilihan tanaman, media tanam, dan pemeliharaan. Lidah mertua menjadi objek pembelajaran untuk mengenali kebutuhan air tanaman serta pentingnya memeriksa kondisi media sebelum menyiram.

Bidang teknik pengairan melibatkan Dr. Nurnawaty dan Dr Abd Rakhim Nanda dengan perhatian pada konsep pengumpulan, pengolahan, dan kelayakan pemanfaatan kembali air. Ia memperkenalkan alur pengumpulan air bekas wudu secara terpisah, penilaian kebutuhan pengolahan, hingga pemeriksaan kualitas sebelum air digunakan untuk tujuan nonkonsumsi.

Sementara itu, Prof. Nurlina membawa pendekatan pendidikan fisika untuk menjelaskan debit, volume, tekanan, dan aliran air. Penggunaan wadah ukur dan pencatat waktu diperkenalkan sebagai cara sederhana menghubungkan konsep fisika dengan kegiatan sehari-hari di masjid.

“Pemanfaatan kembali air wudu menghubungkan praktik iman, lingkungan, dan fisika,” tandas Nurlina.

Ia menempatkan pengukuran sebagai bagian penting agar masyarakat dapat memahami penggunaan air berdasarkan pengamatan.

Dari bidang administrasi publik, Dr. Ihyani Malik melengkapi kepakaran tim pada aspek partisipasi dan pengorganisasian komunitas. Rancangan program mencakup pembagian tanggung jawab, pencatatan pemeliharaan tanaman, serta pemantauan yang melibatkan pengelola dan relawan setempat.

Bidang bahasa Inggris diwakili Dr. Muh. Arief Muhsin dan Dr. Wildhan Burhanuddin. Dengan dua anggota dari bidang tersebut, tim pengabdian terdiri atas tujuh akademisi yang membawa lima bidang kepakaran.

Pemanfaatan kembali air memerlukan penilaian teknis dan pemeriksaan kualitas sesuai tujuan penggunaannya. “Air yang tampak jernih belum tentu aman secara mikrobiologis,” tandas Syamsia.

Penyaringan sederhana diperkenalkan untuk memahami pemisahan partikel, sementara kelayakan penggunaan air tetap memerlukan verifikasi.

Kegiatan Pengabdian tersebut mengusung tema Sustainable Communities through Knowledge, Innovation, and Collaboration. Dengan sasaran komunitas Muslim dan diaspora Indonesia, kegiatan diarahkan untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan lingkungan dan kehidupan komunitas di Jepang.

Pengabdian di Chiba menambah agenda Unismuh di Jepang. Kampus itu juga menyiapkan tiga mahasiswa Fakultas Teknik untuk mengikuti Sakura Science Program di Kanazawa Institute of Technology pada 12–18 Oktober 2026, dengan pendampingan Wildhan Burhanuddin.

Untuk pengembangan model masjid ramah lingkungan, Tim Unismuh menawarkan tindak lanjut berupa uji coba dengan pengukuran debit, volume, dan kualitas air serta evaluasi pembelajaran. Kolaborasi lima bidang ilmu tersebut diarahkan agar edukasi dapat berlanjut menjadi praktik yang sesuai dengan kondisi fasilitas dan kemampuan komunitas dalam merawatnya.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *