Perempuan Asal UEA Tercatat sebagai Menteri di Usia 22 Tahun

 Perempuan Asal UEA Tercatat sebagai Menteri di Usia 22 Tahun

Perempuan Asal UEA Tercatat sebagai Menteri di Usia 22 Tahun
Shamma Bint Suhail Faris Al Mazrui (Dubai Media Office)

POROSMAJU.COM, Perempuan berhijab yang bernama lengkap Shamma Bint Suhail Faris Al Mazrui tercatat di Guinness Book of World Records edisi 2018 sebagai menteri termuda di dunia.
Perempuan yang selalu berbalut jilbab hitam dan panjang ini mulai terekspos, seperti dikutip dari situs resmi kabinet Uni Emirat Arab (UEA), sejak diangkat sebagai Menteri Urusan Pemuda pada Februari 2016.
Saat itu perempuan ini berusia 22 tahun. Ketika terpilih menjadi menteri, Shamma mulai berperan sebagai perwakilan pemuda di UEA.
Sebagai anak muda pula, Shamma diharapkan dapat mewakili para pemuda yang lebih baik. Shamma diberi kewajiban untuk mengendalikan isu dan aspirasi pemuda UEA agar berjalan lebih teratur ke depannya.
Dilansir Alsumaria, Shamma adalah perempuan muda pertama di dunia yang meraih jabatan menteri. Ia ditugaskan menetapkan rencana strategi pembangunan untuk meningkatkan kemampuan para pemuda di berbagai bidang.
“Pemuda mewakili sebagian lingkup sosial Arab, jadi sangat logis untuk memberikan mereka suara dan peran dalam pemerintahan negara,” jelas HH Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA serta pemimpin kota Dubai, seperti ditulis Emirates Woman.
Shamma lahir dan dibesarkan di Abu Dhabi. Lulus sekolah, ia melanjutkan kuliah dan meraih gelar sarjananya di Fakultas Ekonomi, New York University Abu Dhabi.
Menurut laporan resmi kantor berita UEA, WAM, ia kemudian lanjut ke bangku S2 dan mendapatkan gelar magister bidang ilmu politik dari Universitas Oxford, Inggris.
Ia juga perempuan pertama UEA yang mampu mendapatkan beasiswa Rhodes di Universitas Oxford untuk bidang pemimpin muda aktif di kancah politik nasional.
Selain magister ilmu politik, Shamma ia juga mendapatkan gelar sarjana ekonomi di universitas yang sama.
Sebelum menjadi menteri; Shamma aktif di reksadana negara di Abu Dhabi dan lembaga-lembaga perwakilan UEA di PBB sebagai pengamat politik global, pengamat politik kedutaan besar, serta aktif pada lembaga penelitian pengembangan pemuda di kantor Perdana Menteri.
Sejak tahun 2016, Shamma sendiri telah menjabat sebagai Menteri Pemuda Uni Emirat Arab ketika dirinya berusia 22 tahun. Dengan kedudukan ini, Shamma memiliki tanggung jawab yang berfokus pada berbagai aspirasi dan isu-isu berkaitan pemuda di negara tersebut.
“Pemuda merepresentasikan separuh dari masyarakat Arab kami, jadi hal ini hanya masuk akal dengan memberikan mereka suara dan peran dalam memerintah negara,” ujar Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum selaku Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab.
Perempuan yang lahir dan dibesarkan di Abu Dhabi ini pun merupakan lulusan sarjana ekonomi dari New York University Abu Dhabi dan meraih gelar magister kebijakan publik di Universitas Oxford pada tahun 2015 sebagai pemegang beasiswa Rhodes pertama.
Sumber: Beritagar.id
 
 
 
 
 
 

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *