Example 728x250
Berita

Trotoar Mappaoddang Ditanami Pohon, Warga: "Sedikit Unik, Banyak Dungunya!"

6
×

Trotoar Mappaoddang Ditanami Pohon, Warga: "Sedikit Unik, Banyak Dungunya!"

Share this article
Example 468x60

Foto trotoar tepi Jalan Let.Jend. Mappaouddang, Makassar yang dipotret warga KN, Kamis, 4 Januari 2017.

POROSMAJU.COM, MAKASSAR- Warga Makassar berinisial KN, yang melintas di Jalan Let. Jend. A. Mappaouddang menyempatkan untuk memfoto trotoar yang ditanami pohon, lalu mengirimnya ke redaksi Porosmaju.com.
Ia menyayangkan hal ini. Pasalnya, trotoar berfungsi sebagai area pejalan kaki. Dengan ditanami pohon, pejalan kaki terganggu.
“Trotoar kan untuk pejalan kaki, masa ditanami pohon? Kalau meminjam lirik Payung Teduh, ini sedikit unik, banyak dungunya,” ungkap KN via aplikasi pesan singkat, Kamis, 4 Januari 2018 petang.
Ia mengaku memahami niat baik penanaman pohon untuk penghijauan dan kerindangan pengguna jalan.
Akan tetapi, menurutnya, penanaman pohon di tengah trotoar keliru. Pohon bisa ditanam di tempat yang lebih tepat, yaitu sisi yang bukan bagian inti trotoar.
KN menegaskan, pejalan kaki memiliki hak untuk menggunakan trotoar. Meski ia mengakui, pejalan kaki di Makassar masih dalam jumlah yang minim.
Meski demikian, ini tidak berarti trotoar bisa dialihkan. Justru, menurutnya, trotoar harus diberdayakan dan dibuat nyaman  agar jumlah pejalan kaki bertambah
Menurutnya dengan bersedianya orang-orang berjalan kaki akan mengurangi kemacetan kota. Di samping itu, ini berdampak pada tingkat kesehatan masyarakat.
“Trotoar tepi kayak itu (Jalan Mappaoddang)  ya untuk pejalan kaki. Trotoar harus berfungsi, diperbaiki. Kalau sudah bagus, banyak-mi mau jalan kaki. Kurang macet, sehat juga,” ungkapnya.
Penanaman pohon di tengah trotoar seperti itulah, menurut KN,  yang nantinya akan merusak jalan..
“Nanti akar pohon. itu yang rusak trotoar. Sebaiknya pohon ditanam berjarak dari trotoarlah,” tutup KN.
 
 
 
Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *