Example 728x250
Berita

Riset: Iuran BPJS Perokok Lebih Sering Menunggak

7
×

Riset: Iuran BPJS Perokok Lebih Sering Menunggak

Share this article
Example 468x60

 

ilustrasi (harianterbit.com)

POROSMAJU.COM, JAKARTA- Renny Nurhasana memaparkan hasil disertasinya yang berjudul “Kesinambungan Pembayaran Iuran JKN Peserta Bukan Penerima Upah di Jabodetabek”.
Renny menyampaikan disertasi tersebut dalam Sidang Promosi Doktor di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu, 11 Januari 2018 kemarin.
Dalam penelitiannya, Renny menggunakan data dari ratusan peserta BPJS Kesehatan di Jabodetabek. Renny menemukan sekitar 15,5 % peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU), sering menunggak pembayaran iuran.
“Sekitar 15,5% peserta PBPU tidak membayar iuran secara rutin. Penyebabnya bermacam-macam,” kata Renny.
Menariknya, Renny menemukan, ketidaklancaran pembayaran iuran BPJS, ungkap Renny,  sangat erat terkait dengan konsumsi rokok.
Ungkapnya, pembayaran iuran peserta PPBU yang perokok berat cenderung sering menunggak iuran BPJS-nya. Penunggakan tersebut patut diduga karena anggaran iuran yang teralihkan oleh pembelian rokok.
“Dalam rumah tangga yang bapaknya punya pengeluaran besar untuk rokok besar, cenderung tidak membayar rutin iurannya. Maka dalam disertasi saya ini juga ada rekomendasi khusus agar BPJS Kesehatan dapat memberikan disinsentif bagi para perokok yang tidak menjaga kesinambungan pembayaran iurannya,” papar Renny.
Meski demikian, lanjut Renny, penyebab lainnya adalah faktor pendapatan tidak tetap, lupa membayar, dan adanya penaikan iuran tahun 2016.
Atas itu, dalam disertasinya, Renny mengusulkan beberapa rekomendasi.
Pertama, memperkenalkan sistem cicilan melalui kerja sama dengan bank maupun lembaga keuangan lainnya bagi peserta PBPU yang memiliki pendapatan tidak tetap.
Selain itu, bagi PBPU peserta kelas 3 juga untuk berpindah menjadi peserta penerima bantuan iuran (PBI) nasional maupun daerah yang pembayaran iurannya disubsidi pemerintah.
“Dengan masih adanya peserta yang tidak rutin membayar, sosialisasi tetap penting dilakukan. Terutama mengenai konsep asuransi sosial, solidaritas, dan gotong royong dalam program JKN, mekanisme kerja, dan manfaat BPJS Kesehatan,” saran Renny sebagaimana dimuat Media Indonesia.com
 
Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *